Karakteristik Generasi Qur’ani


Pukul 5 pagi, udara jogja masih sejuk tanpa kumpulan asap-asap knalpot yang menghitam. Lalu lalang kendaraanpun masih bisa dihitung dengan jari. Sangat kontras bila dibandingkan kondisi lima atau enam jam berikutnya. Udara yang panas, racun-racun karbon monoksida yang beterbangan menyelimuti kawasan jalan, serta padatnya hilir mudik kendaraan yang entah berapa jumlahnya.
Kukayuh sepeda menuju sebuah masjid, berharap liqo’at pagi ini belum dimulai. Aku terlambat bangun, karena seharian kemarin baru saja pindahan kos.
Sampai di sana, ternyata baru ada empat ikhwah yang lain. Langsung kuambil mushaf melanjutkan tilawah yang sempat tertunda.

Materi tadi pagi membahas tentang isi dari sebuah buku karya Sayyid Quthb yang berjudul Ma’alim Fi Ath-Thoriq. Salah satu babnya beliau menjelaskan tentang 3 karakteristik generasi Qur’ani yang istimewa.

Karakteristik Generasi Qur’ani yang Istimewa:

1. Sumber rujukan utama generasi pertama itu adalah Al Quran.

Rasulullah dan para sahabat kala itu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan ini. Bahkan ketika Aisyah r.a. ditanya mengenai akhlak Rasulullah, ia menjawab:
“Akhlaq beliau adalah Al Qur’an.” [Hadits diriwayatkan oleh An Nasai]
Alqur’an dijadikan sebagai alat bedah untuk membedah segala macam permasalahan yang terjadi kala itu. Bahkan Abu Bakar pernah berkata : kalau seandainya aku mencari tali kudaku, niscaya akan kutemukan dengan Al-Qur’an.
Begitulah, kuatnya pemahaman para sahabat terhadap Al-Qur’an sehingga hidupnya menjadi lebih tertata dengan pedoman Al-Qur’an. Namun saat ini, justru ada sebagian dari umat islam Indonesia yang berpikiran sekuler dan liberal, ia tidak menjadikan Al-Qyr’an sebagai rujukan utama, bahkan karya-karya ilmuwan barat yang dijadikan pedoman.
Pisau bedah yang mereka gunakan adalah karya-karya ilmuab barat, lalu yang dibedah adalah Al-Qur’an. Sehingga mereka memahami isi Al-Qur’an berdasarkan pemahaman ilmuwan barat. Semestinya, kita sebagai umat islam harus menjadikan Al-Qur’an sebagai pisau bedah untuk kemudian kita gunakan dalam memahami ilmu-ilmu dari barata, sehingga bila ada yang bertentangan dengan aturan Al-Qur’an, harus kita tolak

2. Mempelajari Al Qur’an untuk dilaksanakan dan diamalkan isinya.

Al-Qur’an tidak hanya sebagai hiasan di depan ruang tamu, atau dibaca hanya ketika ada sanak famili yang meninggal. Tidak hanya sekedar membaca, tapi lebih dari itu, kita berkewajiban juga untuk mentadabburi isi dan makna apa yang kita baca. Sehingga Al-Qur’an bias dijadikan sebuah pemicu energi yang sangat besar yang mampu mengubah kehidupan seorang pribadi muslim, bahkan lebih dari itu, peradaban dunia yang begitu menakjubkan awal abad ke-10 M, juga diawali dengan memahami Al-Qur’an secara komprehensif.

3. Melepaskan seluruh masa lalu kejahiliahannya.

Ketika para sahabat mulai masuk islam dan mulai memahami isi Al-Qur’an mereka melepaskan segala kebiasaan burukya di masa jahiliyah. Karena mereka merasa ada sebuah energi baru yang mereka dapatkan dalam islam, yaitu Al-Qur’an. Kita tentu ingat pada kisah perjalan Umar bin Khattab dalam memeluk islam. Pada masa kejahiliyahannya ia dikenal sebagai penentang Rasul yang paling keras, bahkan ia berniat untuk membunuh Rasulullah. Namun ketika ia mulai mengenal islam dan memahami kandungan Al-Qur’an, kondisinya berubah total. Justru ia menjadi pembela islam yang utama yang menjadi garda terdepan pasukan kaum muslimin.

Itulah 3 karakteristik generasi Qur’ani yang istimewa. Mari kembali me-recharge iman kita, menambah semangat untuk semakin rajin membaca dan mentadabburi Al-Qur’an. Karena al-Qur’an adalah peta perjalanan hidup kita. Peta untuk menuju kesiuksesan dalam melewati perjalanan penuh rintangan dan peta untuk mencapai tujuan yang kita cita-citakan, yaitu Surga-Nya yang abadi.

About these ads

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 89 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: