Beberapa Informasi tentang Insan Cendekia


Jadi begini yang saya dapatkan dari beberapa guru di MANICS setelah obrolan santai dan panjang tempo hari.

 

Singkat cerita, Insan Cendekia awalnya dikelola oleh BPPT sampai pada akhirnya diambil alih oleh Departemen Agama dan dijadikan sebagai madrasah model. Hal ini sejalan dengan apa yang dicita-citakan oleh pencetus konsep sekolah ini yaitu Bapak Habibie dengan visi besar yaitu pada akhirnya nanti, Insan Cendekia sebagai sekolah model, menularkan sistemnya ke seluruh Indonesia, sehingga di setiap provinsi, ada Insan Cendekia di situ. Dengan diambil alihnya IC oleh Depag sebagai sekolah model, maka peluang untuk terwujudnya hal ini sangat besar. Sebagai madrasah model, pasti ada maksud dari Depag untuk membuat sekolah2 lain dengan konsep seperti insan cendekia ini.

 

Niat menyebarkan sistem IC pun difollow up oleh ICMI, sebuah ormas yang beranggotakan cendekiawan2 muslim, yang dahulu sempat dikepalai oleh Pak Habibie juga saat membangun IC pertama kali. Akhirnya, disusunlah sebuah memo kesepakatan (MoU, perjanjian, atau apapun namanya) yang berisikan bahwa, ya, sistem IC akan disebarkan sebanyak2nya ke seluruh Indonesia, di mana ICMI berperan sebagai agen penyebar, sementara IC serpong, sebagai pemilik hak nama Insan Cendekia, dan bertanggung jawab dalam mengembangkan sistem sekolah bekerja sama dengan ICMI.

 

Implikasinya, lahirlah sebuah sekolah bernama Insan Cendekia Al-Kautsar. Itu lah produk pertama yang mungkin sempat kita lihat bersama seperti apa perkembangannya. IC Alka ini lahir dengan kerjasama yang intensif dari IC Serpong, ICMI, dan yayasan Al Kautsar. Dari mulai rekruitmen dan pelatihan guru, penyusunan kurikulum, sistem, dan puncaknya dengan diutusnya salah satu guru ICS yaitu Pak Gatot sebagai kepala sekolah IC Alka tersebut.

 

Ya, berjalan lancar semuanya. Kerja sama sangat erat, bahkan beberapa kali IC serpong dan IC Alka mengadakan acara bersama, saling bersilaturahmi, dan bertukar informasi.

 

Namun, sekitar tahun 2005 (lupa tepatnya), terjadilah pergantian dirjen Depag. Dirjen yang baru ini ternyata memiliki pemikiran yang agak berbeda dengan dirjen sebelumnya, dengan IC serpong, sehingga dengan cita-cita besar untuk memberikan pendidikan yang baik untuk santri2 khususnya dari pondok pesantren, maka dibuatlah kebijakan yang cukup signifikan. Sejak angkatan 13, sistem penerimaan murid baru di IC mengalami sebuah perubahan besar yang positif. Ujian masuknya dilakukan di berbagai penjuru Indonesia. Kesempatan yang sangat besar bagi lulusan pesantren dan MTs karena ada chance lebih besar bagi mereka untuk lulus tes. Ditambah lagi, semua santri yang lulus tes diberi beasiswa penuh selama 3 tahun, tidak ada sepeser pun yang dikeluarkan. Tampaknya, dirjen yang baru ini benar2 menganakemaskan IC serpong.

 

Di samping kebijakannya itu, ada satu kebijakan lain yang menurut saya menjadi awal permasalahan yang mungkin banyak dibahas selama ini. Dirjen Depag merasa MoU yang dibuat antara ICS dan ICMI tidak relevan, dan akhirnya, MoU itu pun dibatalkan. Sejak ini, terjadilah konflik antara ICMI dengan Depag dan secara tidak langsung dengan IC. Ya, itu masalah politik, saya tidak terlalu ingin membahasnya. Implikasinya, seharusnya, tidak akan ada lagi usaha penyebaran nama dan sistem Insan Cendekia, setidaknya untuk beberapa waktu ini. Perjanjian yang awalnya mengatakan bahwa ICMI sebagai agen penyebar serta ICS sebagai pengembang sistem, tidak bisa dilaksanakan lagi. Walhasil, Alkautsar dan ICS pun memutuskan hubungan kerja sama sehingga IC ALkautsar umurnya tidak sampai 3 tahun (kalau tidak salah).

 

Kalau pada proses yang ideal, pengembangan IC – IC lain dilakukan dengan mekanisme yang baik, di mana kontrol dan pembinaan dari IC Serpong yang baik dengan mengirimkan beberapa orang perwakilan MANICS untuk mengembangkan sekolah yang baru tersebut. Lalu, nama Insan Cendekia pun disematkan pada sekolah baru itu.

 

Tapi, yang ada ternyata, setelah MoU itu dibatalkan, justru bermunculan sekolah-sekolah dengan embel2 nama Insan Cendekia di berbagai tempat. Proses penyebaran ini nyatanya masih berlanjut. Mungkin pernah dengan Insan Cendekia sekar kemuning di cirebon, di jambi, di kuningan, dan puncaknya adalah lahirnya SMA INSAN CENDEKIA di BSD, bahkan di kecamatan yang sama dengan IC Serpong. Ada apa gerangan ini?

 

Setelah dicari informasi yang lebih detail, ternyata diketahui bahwa ada satu (atau beberapa) guru yang mengembangkan sistem IC di sekolah lain, namun bukan sebagai perwakilan MANICS. Mengembangkan kurikulumnya, menyusun sistemnya, dan pada akhirnya, menyematkan nama Insan Cendekia di sekolah itu tanpa pemantauan dan sepengetahuan jajaran MANICS. Kalau teman-teman sudah tau kabarnya, akhirnya satu orang guru pun, dimutasi untuk mengajar di tempat lain. Penyebabnya, di samping hal yang sudah saya sebutkan di atas, sebenarnya karena kesibukan membangun sistem IC di sekolah lain sehingga kinerja dan produktivitas di ICS pun menurun. Hal ini yang juga menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan mutasi tersebut.

 

Dilema. Itu yang saya tangkap. Di satu sisi, Insan Cendekia dibangun dengan sebuah cita2 besar untuk menyebarkan sistem pendidikan yang menyeimbangkan antara IPTEK dan IMTAQ ke seluruh Indonesia. Cita2 mulia itu tentunya harus diwujudkan. Namun, di sisi lain, agak kurang bijaksana jika cita2 ini diwujudkan dengan cara yang kurang baik. Kondisinya sekarang, ICS di bawah tanggung jawab Depag, 100%, bahkan 200, 300% dana nya berasal dari Depag. Jadi, kebijakan tertinggi memang ada di Depag. Selama belum diambil alih oleh pihak lain, sudah sepantasnya ICS mengikuti kebijakan yang disusun oleh Depag.

 

Saya sangat yakin, semua guru berharap cita2 mulia tersebut dapat terwujud pada akhirnya. Namun, mungkin tidak semua guru menganggap cara yang dilakukan dengan kurang resmi ini sebagai cara yang baik. Di sisi lain, memang banyak yang harus dikorbankan ketika memilih untuk melakukan upaya penyebaran tanpa dukungan dari Depag.

 

Pada akhirnya, seperti apa pun keputusan yang diambil guru2 kita, saya yakin itu lah hasil pemikiran guru2 yang bijaksana dan berdedikasi tinggi terhadap pendidikan, seperti yang telah kita rasakan. Tidak ada langkah yang sepenuhnya salah.

 

Doa saya hanya satu : semoga semua peristiwa ini tidak terlalu membebani pikiran guru2 kita, sehingga mendidik tetap menjadi orientasi utamanya, upayanya mencetak generasi2 emas tidak terganggu dengan konflik2 seperti ini. Biar lah yang memegang tampuk strategis saja yang memikirkan. Biar yang mengajar, tetap mengajar dengan perhatian. Yang membina di asrama, tetap membina dengan cinta.

 

Yang berada di luar sistem dan ingin membantu, bantu lah dengan memberi semangat, inovasi, dan masukan untuk pendidikan yang lebih baik di Insan Cendekia. Karena menurut guru2, itu lah yang saat ini paling dibutuhkan. Mendidik anak2 dari latar belakang yang sedikit berbeda memang membutuhkan effort lebih. Dari pada menghujani mereka dengan pertanyaan2 yang mengganggu, semoga kita bisa memberikan sumbangsih sesuai yang sudah kita pelajari saat ini.

 

Itu sejauh yang saya pahami. Kalau ada yang salah, mohon dikoreksi.

*copas note fb kak Yasir

About these ads

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

7 responses to “Beberapa Informasi tentang Insan Cendekia”

  1. faisal zuhri says :

    apakah smp insan cendekia di jl.ciater raya termasuk milik ICMI atau bukan? Mohon info pendaftaran 2011-2012 berikut biayanya. terimakasih

  2. jupz says :

    setahu saya, sekarang Insan Cendekia sudah dikelola secara penuh oleh departemen Agama… hanya saja masih ada ikatan kulrula dengan ICMI dan BPPT….

    info mengenai pendaftaran bisa dilihat langsung di http://www.ic.sch.id

  3. Rosita F says :

    Alhamdulillah, anak saya lulusan IC Cirebon sekarang sudah semester 4 di ITB, untuk bahan ujian setiap semester dari ICMI dan pihak sekolah memberikan pendalaman materi dengan baik dan penuh cinta (ini kata anak saya). Sekarang saya pun mempercayakan anak kedua saya sekolah di ICCirebon. Tahun ini menunggu UN dan diterima jalur undangan, mohon doanya mudah2an cita2nya tercapai. amiin.

  4. dessi says :

    apakah ada perguruan tinggi di lingkup yayasan Insan cendekia milik pak Habibie?

  5. Saya says :

    Fatimah malik ar’asy.http://www.abdulmalikarasy.wordpress.com minta bantuan pencarian arsip

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 95 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: