Jum’at Mubarak


Jum’at Mubarak. Kedatangannya memang selalu ditunggu tiap pekan. Bagaimana tidak, ada janji pancaran yang cahayanya bisa memancar dari kaki bumi hingga menuju ke atas langit. Hari yang padanya dijanjikan suatu waktu yang apabila termafaatkaan, maka akan diampuni dosanya antara dua waktu jum’at.

Dan pada pagi hari ini pun ada yang sudah mulai mengejar keutamaan itu. Mulai ‘mencicil’ agar satu surah al kahfi bisa khatam setidaknya sebelum waktu surya tenggelam di ufuk barat sora nanti. Namun, di sisi lain, masih ada yang disibukkan dengan kelalaiannya. Sibuk dalam lalai. Menghabiskan waktu pagi dalam selembaran selimut tebal dengan kelopak mata enggan terbuka lebar.

Ada yang mengeluh “….kesiangan” , namun ada yang sudah bisa mengatakan “…Alhamdulillah sudah khatam pagi ini” . Memang disatu waktu, kadang ada dua fragmen yang berbeda dan bertolak belakang. Manusia dengan keinginan dan kecenderungan masing-masing akan berupaya mengejar standar kehdupannya sendiri. Ada yang cukup bila dunia menjadi standar tertinggi capaian hasil kerjanya, namun juga masih banyak yang menjadikan ‘dunia’ setelah akhir dunia yang lebih abadi sebagai muara segala amalnya.

Kehidupan yang jelas merupakan sebuah tempat persinggahan sementara ini tentunya menjadi pengingat bagi para penghuninya agar ia mempersiapkan diri menjadi penyintas sukses dan mendapat gelar ”khairul bariyyah” (sebaik-baik makhluk) bukan  ”syarrul bariyyah” (seburuk-buruk makhluk). Al-Qur’an sudah mencatatkan bahwa memang tak bisa disamakan antara orang yang syukur nikmat dan yang kufur nikmat. Bahkan, al-Quran juga tidak menyetarakan antara orang shaleh dengan orang jahat (fasik). Orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang taqwa. Maka, Islam punya konsep kesetaraan sendiri yang jelas berbeda dengan konsep kesetaraan kaum Pluralis Agama.

Semoga di pagi yang cerah ini dalam suasana jogja yang sehangat mentari pagi kita semua terhindar dari golongan orang-orang yang dibenci Allah. Yaitu Kikirnya orang-orang kaya, Takabburnya orang-orang miskin, Rakusnya para ulama, Minimnya rasa malu para wanita, Suka dunia orang-orang yang sudah tua renta, Malasnya para pemuda, Kejinya para penguasa, Pengecutnya para tentara perang, Ujubnya para zahid, Riya’nya para ahli ibadah.

Ashbahna wa asbahal mulku lillahi walhamduillahi laa ilaha ilallahu wahdahu laa syariikalahu… lahul mulku walahul hamdu wahua ala kulli syaiin qadir.

About these ads

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

One response to “Jum’at Mubarak”

  1. Ja'far Tamam says :

    makasih atas ilmu dan pengetahuannya tentang jum’at mubarok…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 94 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: