Archive | Juni 2008

Memanfaatkan Waktu


Berhitung…….mulai !
kalo umur manusia dirata-rata 60 tahun, terus setiap harinya mereka tidur 8 jam.

1 hari = 24 jam
1 minggu = 7 hari
1 bulan = 30 hari
1 tahun = 365 hari

Kalo kita hitung-hitung manusia tidur selama 20 tahun. Lama banget!. Lalu apa prestasinya? apa yang ia persembahkan untuk agamanya? Baca Lanjutannya…

Iklan

Mensyukuri Kelulusan


Gundah gulana menunggu pengumuman Ujian Nasional akhirnya selesai juga. Tanggal 14 Juni yang lalu merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh siswa SMA, SMK dan MA. Tiada kata yang patut pertama kali kita ucapkan selain rasa syukur kepada Allah. Alhamdulillah. Atas perkenan-Nya kita bisa merasakan kenikmatan yang begitu besar bisa melewati masa-masa 3 tahun di SMA dengan hasil yang baik. Namun disamping itu, kita perlu membatasi kegembiraan kita agar jangan sampai luapan kegembiraan kita membuat sedih teman-teman yang belum berhasil melewati ujian ini. Rasa empati perlu kita berikan kepada mereka, karena mereka juga bagian dari teman-teman yang juga berkontribusi untuk keberhasilan kita selama 3 tahun. Kegembiraan yang berlebihan justru akan membuat mereka semakin sedih dan merasa terasing dari hiruk pikuk perayaan kelulusan. Oleh karena itu, wujudkan rasa syukur kita dengan perbuatan yang lebih bermanfaat. Sebagian cara kita untuk mensyukuri kelulusan ini:

1. Jangan mencoret-coret baju.

Masih banyak teman-teman kita membutuhkan seragam sekolah. Terutama bagi mereka yang hidupnya kekurangan. Seragam itu akan lebih bermanfaat daripada di coret-coret lalu disimpan atau dibuang. Sebagian berpikir seragam mereka disimpan untuk kenang-kenangan hari tua nanti. Tapi cukuplah prestasi yang membanggakan yang akan selalu melekat dalam ingatan kita sampai beberapa tahun yang akan datang

2. Berliburlah yang bermanfaat

Banyak dari mereka yang berkecukupan tak segan-segan untuk mengeluarkan uang berjuta-juta untuk liburan ke luar kota bahkan ke luar negeri. Tentu uang sebanyak itu akan lebih bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu, yang karena kendala ekonomi tak mampu lagi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Berlibur juga harus bermanfaat, jangan sampai liburan yang kita lakukan justru akan menjauhkan kita dari Allah, lupa sholat, dan beralasan kalau liburan adalah waktunya bersenang-senang, tanpa peduli batasan dan aturan yang disyariatkan.

3. Jangan berhenti belajar

Liburan bukan berarti akhir dari segala perjuangan. Masih ada tantangan yang akan kita hadapi di tahun ajaran depan. Jadikanlah liburan ini sebagai masa transisi tugas kita dari seorang siswa menjadi mahasiswa. Persiapkan segala kebutuhan kita untuk menghadapi kuliahan dan kalau bisa periapkan materi pelajaran untuk kuliah tahun pertama agar kita tidak ‘kaget’ dengan materi kuliahan.

Baca Lanjutannya…

Lisan Setajam Pedang


“Seorang muslim adalah ia yang apabila muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya.” (H.R. Muslim)

Ada pepatah bilang, lidah memang tak bertulang, tapi sekali ia menusuk hati, akan sulit untuk terobati. Ini bisa kita cermati, bahwa begitu pentingnya lisan bagi pergaulan. banyak orang yang marah karena ucapan salah, banyak orang yang tersinggung karena kata-katanya bikin hati jadi murung.
Kebiasaan-kebiasaan buruk yang mesti diperbaiki:
1. Jangan menghina atau mencemooh orang lain
Sadari! bahwa kita juga punya kekurangan yang bisa jadi lebih buruk dari orang yang kita caci.
2. Jauhi Ghibah.
Kalau kita ngomongin orang lain meskipun apa yang kita omongin itu bener, maka kita udah mengghibah orang tersebut-sama aja kita makan bangkai dagingnya-, apaagi kalo gak bener berarti kita udah memfitnah temen kita.
“…dan fitnah itu dosanya lebih besar dari pembunuhan…” (Q.S. Al-baqarah: 217)
3. Jangan menggunakan nama-nama binatang kalo kita lagi ngobrol.
4. Jauhi kata-kata yang tidak bermanfaat
“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil.”(Q.S. Al-Qashash:55)
‘Termasuk kebaikan seorang mukmin adalah meninggalkan apa-apa yang tidak berguna baginya.” (H.R. Tirmidzi) Baca Lanjutannya…

Bila Langkahmu Terhenti


Bila kaki ini terasa berat untuk menuju-Nya,

Bila langkah ini terlalu pendek untuk mendekati-Nya,

Bila gerak ini terlalu lambat untuk bertemu dengan-Nya,

Hilangkan segala beban yang memberatkan langkahmu.

Singkirkan segala rintangan yang menghalangimu.

Hadirkan Dia berada dekat dihadapanmu.

Hidup ini penuh dengan onak dan duri. Bila kita tak mampu menghindarinya, kita akan terkena duri yang membuat sakit diri dan langkahpun akan terhenti. Saat kita berjalan menatap jauh ke depan kita tak boleh lupa bahwa ada sedikit rintangan yang berada dekat kaki kita, ada duri-duri kecil yang mungkin akan membuat kita tak mamPu lagi meneruskan perjalanan ini. Begitulah hidup ini, saat kita terlalu jauh menatap masa depan, terlalu terobsesi untuk segera mencapai tujuan, kita tak boleh lupa untuk menatap diri kita, sekeliling kita, adakah rintangan yang akan datang menghadang? Adakah kekurangan yang mungkin akan menjadi penghalang?.

Menatap masa depan itu sangat penting, tapi jangan menyepelekan sudut pandang kita menatap. Jangan hanya menatap dari satu arah saja. Kita perlu menatap ke kanan, kiri, atas, bawah, depan dan belakang.

Kita perlu menatap ke kanan dan ke kiri untuk melihat bagaimana orang lain berusaha untuk meraih kesuksesannya. Melihat usaha orang lain, bukan berarti kita harus ikut-ikutan seperti mereka. Mereka sudah punya jalur masing-masing. Tetaplah pada jalur yang telah Allah tunjukkan pada kita. Jangan pernah menyimpang ke jalur lain, karena belum tentu jalur orang lain itu baik bagi kita. Kalau kita berpindah satu jalur ke kanan atau ke kiri kemudian kita tertarik ke jalur lain yang dianggap lebih menyenangkan, lama kelamaan kita akan terlalu jauh meninggalkan jalur yang seharusnya kita lalui. Tetaplah pada jalur hidup yang benar dan jangan lupa berdoa kepada Allah : “ihdinash shiraathal mustaqiim”. (Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus)

Kita perlu menatap ke depan dan ke belakang untuk mengetahui sudah sejauh mana kita melangkah, dan berapa lama lagi kita akan sampai ketempat tujuan. Apakah selama ini kita hanya berjalan di tempat, tak bergerak sama sekali atau justru kita berjalan mundur menjauhi tujuan hidup kita. Kalau itu yang terjadi segeralah memacu diri, meningkatkan motivasi, karena tak ada gunanya berdiam diri apalagi mundur takut pada kondisi. Hidup ini tanpa arti, bila tak mampu berkontribusi, bila tak mampu melangkahkan kaki, untuk menuju pada Ilahi.

Kita perlu menatap ke atas dan ke bawah untuk menghindari bahaya-bahaya yang akan menghalangi perjalanan kita. Mungkin ada duri yang akan menusuk kaki. Mungkin ada hujan yang membasahi diri. Mungkin ada lubang yang menjebloskan diri. Bila di dekat kaki kita ada duri, jangan membuang duri itu ke jalan orang lain. Tapi pendamlah duri itu di tempat yang tidak akan dilalui orang lain. Jangan menyelesaikan masalah dalam hidup ini dengan melemparkannya pada orang lain, tapi selesaikanlah dengan tanpa menimbulkan masalah bagi orang lain. Bila kita tahu akan ada hujan yang turun, segeralah mencari naungan agar kita tak kebasahan atau kedinginan. Bila kita ditimpa suatu bahaya, carilah perlindungan kepada Allah Yang Maha Kuasa. Karena Dialah tempat berlindung, Dialah tempat kita memohon pertolongan, dan hanya kepada-Nya lah kita memohon petunjuk.

Terus jalani hidup ini dengan semangat,

berbuatlah sesuai syariat tanpa peduli tempat,

murnikan syahadat agar kita semakin taat,

tegakkan sholat agar Allah makin dekat,

perbanyak sholawat agar kita meraih syafa’at kelak di akhirat,

tunaikan zakat agar ukhuwah semakin erat.

perbanyak shaum agar kita lebih sehat,

berangkat haji untuk persatuan ummat,

jangan pernah berpikir sesat,

jangan pernah berlaku bejat,

karena semua yang kita perbuat

akan selalu dilihat

oleh Allah Yang Maha Melihat

dan malaikat yang selalu mencatat.

Insan Cendekia