Meniti Jalan Panjang


Dunia ini hanyalah sebuah titik yang terletak pada sebuah garis panjang tak berhingga. Sangat kecil sekali. Namun dari titik itulah kita akan diarahkan. Titik itulah yang akan menjadi penentu kemana tujuan akhir yang akan kita capai. Jangan pernah berpikiran bahwa titik sekecil itu tak berarti apa-apa bila dibandingkan dengan garis panjang tak berhingga tersebut.
Ingatlah saudaraku dunia yang kita tempati ini suatu saat akan dihancurkan oleh kuasa-Nya. Harta benda, anak-anak, jabatan dan segala yang kita usahakan didunia ini akan turut dihancurkan oleh-Nya. Kita tak memiliki apa-apa lagi, kecuali amal baik. Ketahuilah, amal yang baik, bukan hanya amal yang banyak. Amalan yang baik adalah amalan yang didasari oleh ilmu, dilakukan dengan ikhlas dan diserahkan kepada Allah apapun hasilnya.

Dunia ini adalah perhiasan. Semua yang ada di dunia serba menggiurkan mata yang memandangnya. Usaha, amal, ibadah yang kita lakukan tentu akan banyak mendapat halangan dan cobaan di dalamnya. syetan akan selalu menggoda kita agar terjerumus kepada kenikmatan semu duniawi. Kenikmatan yang hanya sekejap kita rasakan, kenikmatan yang membuat kita semakin terlena oleh manisnya dunia, terpukau oleh kilauan harta, dan tertipu oleh tingginya jabatan dan kekuasaan.

Masih panjang jalan yang harus kita tempuh, saudaraku. dalam sebuah perjalanan panjang, tentu kita harus menyiapkan bekal yang banyak dan tentunya harus sesuia dengan apa yang kita butuhkan. Bukan hanya banyak, tapi bekal itu baik untuk kita dan bisa membantu kita dalam meniti jalan panjang itu. Persiapan bekal yang tidak berorientasi jauh kedepan hanya akan membuat kita kesusahan dalam perjalanan. Bekal yang tidak cukup, apalagi yang tidak bermanfaat, justru akan membebani perjalanan kita. Kita akan kelelahan sebelum sampai ke tujuan akhir dari perjalanan ini. Oleh karena itu, di titik bernama dunia ini, persiapkan bekal yang banyak dan baik, persiapkan tenaga ekstra yang besar, karena kita akan meniti jalan panjang, membuat sebuah garis tak berhingga itu.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: