Daya Tahan Lembaga


Seiring dengan kebutuhan dan pertumbuhan gerak dakwah di lapangan, menjadi suatu keniscayaan bagi kader dakwah untuk berbekal lebih banyak, tidak hanya pada satu komponen (lini) dakwah saja, tetapi harus integral mencakup semua komponen (lini) dalam rangka melebarkan sayap dakwah.

Apa yang menyebabkan Dionosaurus punah?
Ada beberapa teori yang menyatakan berbagai alasan mengenai penyebab punahnya hewan terebesar yang pernah ada di dunia ini.
1.Dinosaurus kalah bersaing dengan sekelompok mamalia baru
2.Alergi serbuk tanaman
3.Badannya terlalu besar
4.Adanya meteror yang jatuh ke bumi sehingga menyebabkan dionosaurus punah.

Teori keempat inilah yang merupakan teori terkuat dan diyakini oleh hampir semua ilmuwan.
Berdasarkan teori-teori di atas, dapat kita ambil sebuah ibroh (pelajaran) mengenai eksistensi sebuah lembaga/organisasi.

Pertama, Sebuah Organisasi akan tetap jaya dan eksis dalam melebarkan sayap pengaruhnya apabila ia mampu bersaing dengan lembaga/organisasi lain. Persaingan dalam kehidupan ini adalah sebuah keniscayaan, artinya hampir seluruh sendi kehidupan ini ada pihak-pihak yang saling berebut pengaruh atau peran.Dalam menghadap fase ini, sebuah lembaga/organisasi harus mempunyai plaaform yang jelas serta memiliki tujuan yang strategis, sehingga masyarakat akan lebih menaruh perhatian dan tertarik untuk mendukung segala kegiatan lembaga/organisasi tersebut. Tentunya platform yang diusung tak sekedar penghias AD/ART kelembagaan saja, tapi harus pula didukung dengan adanya sumber daya manusia (baca: Kader). Oleh karena itu peran Organisasi/lembaga dalam mengelola SDM yang ada sangatlah penting untuk tetep amenjaga keberlangsungan organisasi/lembaga tersebut.

Kedua, Keberlangsungan suatau organisasi/lembaga tergantung bagaimana ketahanan organisasi/lembaga tersebut dalam menghadapi berbagai guncangan, baik itu dari peramasalahan internal maupun adanya gannguan dari pihak eksternal. Oleh karena itu, butuh kesolidan antar kader dalam menyusun dan menyatukan gerak langkah lembaga. Dalam hal ini, peran mas’ul atau pemimpin sangatlah dibutuhkan unryuk bisa memberi semangat dan arahan kepada bawahannya agar bis tetap konsisten melaksanakan arah gerak lembaga.

Ketiga, Perumuhan sebuah lembaga yang sudah semakin besar dan sudah memiliki kemandirian dalam menata kelembagaan, tentu bis juga menjadi sebuah bumnerang bagi lembaga itu sendiri. Kebesaran sebuah lembaga tidak terlepas dari peran serta kader dan seluruh komponen penggerak lembaga, namun bila sayap-sayap lembaha itu sudah semakin lebar dan memiliki peran yang lebih besar tentu memiliki konsekuensi tersendiri dalam mengupayakan adanya sinergitas yanglebih baik agar seiring bertambahnya perang serta amanah yang diemban oleh sebuah lembaga tidak menjadikan lemabaga itu terlalu lelah dan akhirnya bisa mematikan gerak langkah lembaga.

Keempat, Adanya ancaman yang lebih besar dari lingkungan sekitar terhadap lembaga membutuhkan antisipasi yang lebih ekstra, sehingga ancaman kelembagaan yang muncul dari oraganisasi lain berupa pencekalan, fitnah maupun tindakan tidak sportif lainnya dapat ditangkal dengan baik.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

One response to “Daya Tahan Lembaga”

  1. ardisaz says :

    Wah
    renungan yang menarik
    sebuah inspirasi untuk ascova dan IAIC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: