Archive | Oktober 2009

Sejenak saja…


Sejenak saja…

ingin rasanya kumatikan handphone,  lepas dari semua ta’limat.

meminta maaf dari mereka yang pernah kusakiti.

entah karena kebodohanku, kejahilanku, atau karena aku tak sadar dengan semua itu.

ingin rasanya menjauh sejenak.

menghilang dari orang-orang yang pernah kukenal.


Entah kenapa..aku sendiri bingung….


Sejenak saja…

akan segera kucari jawabannya.

akan segera kucari, karena kita ada, aku ada, kamu ada…untuk bersama-sama menjadi pioneer kebenaran.


Do’akan kawan, agar segera kukembali dengan jawabannya…

-Berhenti, merenung sejenak, untuk sebuah kepastian langkah-langkah besar selanjutnya-

Iklan

Pusat energi kita


Dalam setiap kota terdapat pusat pembangkit listrik, kemudian para teknisi, insinyur menancapkan tiang-tiang yang terhubung kabel untuk merancang sebuah aliran listrik yang mengalir melalui kabel tersebut. Dari kabel tersebut, aliran listrik kemudian mengalir ke rumah-rumah, pabrik, perkantoran, hotel sampai pemukiman-pemukiman kecil di sudut kota. Namun, apa jadinya bila pusat pembangkit tenaga listrik itu dimatikan? Aliran terhenti. Tak ada listrik yang mengalir ke rumah dan pabrik-pabrik. Aktifitas kehidupan menjadi terhambat, meskipun pada dasaranya energi listrik itu masih ada namun dimatikan dan tidka digunakan di pusat pembangkit tenaga listrik itu.

Begitulah analogi kehidupan kita, dimana pusat energi yang mensuplai aliran keimanan kita adalah Al-qur’an. Saat ini banyak terjadi kesemrawutan disegala lini, krisis moral dan ekonomi serta lemahnya penegakan hukum yang adil di negeri ini. Jawabannya adalah arena umat Islam Indonesia telah menyingkirkan Al-qur’an dari hati mereka, perlahan-lahan.

 

Untuk kefakiran kukenakan pakaian kebesaran

Untuk kesabaran kupilin tali yang panjang

Aku bersabar kerana tekad, bukan kerelaan

Dan kubangun dakwahku, generasi demi generasi

 

Menjadi diriku…


Tak seperti bintang di langit
Tak seperti indah pelangi
Karena diriku bukanlah mereka
Ku apa adanya

Wajahku kan memang begini
Sikapku jelas tak sempurna
Ku akui ku bukanlah mereka
Ku apa adanya

Menjadi diriku
Dengan segala kekurangan
Menjadi diriku
Atas kelebihanku…….

Terimalah aku
Seperti apa adanya
Aku hanya insan biasa
Ku pun tak sempurna

Tetap ku bangga
Atas apa yang ku punya
Setiap waktu ku nikmati
Anugerah hidup yang ku miliki



 

Biarlah aku menjadi diriku…aku yang berbeda…

bukan hanya sekedar mengekor, taklid buta, tak tahu kemana akan dibawa…

Biarlah aku yang menentukan, dimana posisiku sekarang….

sebagai atapkah, dindingkah atau fondasi sebuah istana peradaban.

 

Namun, bukan berarti aku tak mengerti kebutuhan bangunan ini,

akan tetapi karena aku lebih tahu potensiku…


 

Tak mungkin sebongkah batu besar menjadi atap sebuah istana…

Tak mungkin batu-bata menjadi fondasi di dalam tanah, ia akan mudah maenyatu dengan tanah, keropos dan bi sa meruntuhkan bangunan…

Tak mungkin…


 

Itu hanya akan merusak indahnya istana yang akan kita buat.

 

Namun….aku tetap siap untuk berkorban diposisi yang akan kutempati dan berbuat yang maksimal.

itulah kontribusi….dengan kesadaran akan potensi dilapisi profesionalitas dalam beramal

 



Sebuah do’a


Dilantunkan oleh K.H. Rahmat Abdullah pada Deklarasi Partai Keadilan

Lapangan Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, 09 Agustus 1998, yang diiringi oleh

tetesan air mata hadirin.

 

Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.

Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya.

Engkau pencipta dan pelindungnya

Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami

Rukunkan antar hati kami

Tunjuki kami jalan keselamatan

Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang

Jadikan kumpulan kami jama’ah orang muda yang menghormati orang tua

Dan jama’ah orang tua yang menyayangi orang muda

Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama

hamba beriman

Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian

 

Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar

Wahai yang menyambung segala yang patah

Wahai yang menemani semua yang tersendiri

Wahai pengaman segala yang takut

Wahai penguat segala yang lemah

Mudah bagimu memudahkan segala yang susah

Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran

Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak

Engkau Maha Tahu dan melihatnya

 

Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu

Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu

Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur

Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus

Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami

Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami

Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami

Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara

Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada kami

“ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih”

 

Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu

Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu

Berlaku pasti atas kami hukum-Mu

Adil pasti atas kami keputusan-Mu

 

Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu

Dengan semua nama yang jadi milik-Mu

Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu

Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu

Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu

Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib

Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur’an yang agung

Sebagai musim bunga hati kami

Cahaya hati kami

Pelipur sedih dan duka kami

Pencerah mata kami

 

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang menenggelamkan dunia

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang marak menyala

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir’aun dan laut yang

mengancam nyawa

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan oleh kafir durjana

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu wassalam dari kafir

Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara

murka

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam, dan perut ikan

 

Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya

Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya

Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara

Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa

Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia

Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka

Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya

Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan yang ada pada-Mu

karena kejahatan pada diri kami

Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami

Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri

Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu Muhammad SAW di

padang mahsyar nanti


Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan

kejahilan dan hawa nafsu

Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab

Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud

malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati, ummatku ummatku

Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi

perjuangan

Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera

Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan

 

Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami da’i penyeru

iman

Kepada nenek moyang kami penyembah berhala

Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da’wah

Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran

Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini

Kepada generasi berikut kami

Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini

Dengan sikap malas dan enggan berda’wah

Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa

Ujian itu…


Di setiap fase ada karakteristiknya…

Di setiap masa ada keunikannya…

 

Dalam hidup inipun beragam peristiwa yang mengiringi kita…

Sedih, bahagia, senang, duka, semangat, futur, kecewa, bangga dan lainnya…

Bahkan ujianpun beraneka ragam tingkatannya

Seorang ulama akan berbeda ujian yang dihadapinya. Tentu syetan sudah tahu titik-titik nadir kelemahannya..

Pun masa remaja, dewasa, sampai tua.. ada ujian yang selalu menghampiri kit.

Bukan tanpa alasan tentunya…

Ia mengirimkan ujian itu untuk meningkatkan derajat ketakwaanmu di sisiNYA.

Jadi, bersiaplah untuk menghadapi ujian di fase berikutnya….

Karena ujian itu..indah bagi yang sudah mempersiapkannya.

[WARNING] Ciri-ciri Teroris…!!!


Mau tahu ciri-ciri teroris….????

Sudah banyak situs-situs yang membahas ciri-ciri teroris, apalagi sampai memfitnah umat islamlah yang paling bertanggung jawab atas aksi terorisme di Indonesia.

Tulisan ini bukan membahas ciri-ciri teroris, tapi ciri-ciri koruptor yang daya ledakan aksinya lebih parah menghancurkan bangsa ini. tidak hanya puluhan atau ratusan nyawa yang melayang, tapi korupsi telah membunuh bangsa ini perlahan-lahan yang korbannyapun tak sedikit.
(memang judul dan tulisan ga nyambung, tapi sambungin aja)

Koruptor itu tidak berjenggot, tidak memakai peci, pakaiannya stelan jas perlente,…..

Ya, karena banyak koruptor kelas kakap yang tidak berjenggot. Banyak koruptor yang tidak memakai peci. Bahkan sholatpun??? Wallahu a’lam….  Kalau anda tidak setuju dengan statement ini, berarti anda mestinya TIDAK SETUJU pula bila teroris diidentikkan dengan pria berjenggot dan memakai baju gamis. Karena anda terlalu bodoh seperti para ‘ksatria antiteror’ kebanggaan negeri ini bila mengidentikkan pria berjenggot dengan teroris. Mereka adalah orang-orang bodoh bila terus mengawasi dan mencurigai pria berjenggot. Bukankah memelihara jenggot  itu sunnah Rasulullah SAW?

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong kumis dan membiarkan jenggot.” (HR. Muslim no. 624).


Koruptor itu celananya tidak ngatung, bahkan celananya ‘terseret’  melebihi kakinya sendiri. Lambang keangkuhan dan kemubadziran……

Anda tidak setuju??? Seharusnya anda lebih TIDAK SETUJU bila mereka yang celananya ngatung itu di curigai sebagai teroris. Bahkan mereka mengolok-olok dengan sebutan ‘Pasukan Kebanjiran…’

“Bagian kain sarung yang terletak di bawah kedua mata kaki berada di dalam neraka.” (HR. Al-Bukhori, no. 5787).

Koruptor itu sering lobi suap-menyuap di restoran hotel bintang 5, bawa setumpuk uang di dalam koper untuk menyuap jaksa agar korupsinya semakin lancar….

Anda tidak setuju lagi?? Seharusnya anda tidak setuju bila aktifitas pembinaan keislaman (baca:halaqah) di pojok-pojok masjid diklaim oleh media sebagai salah satu bentuk metode pengkaderan teroris, (lihat saja berita reportase di televisi beberapa hari lalu yang menyudutkan umat isam),  mereka yang selalu membawa mushaf dianggap kaum fundamentalis dan radikal, sedang mereka yang tiba-tiba kaya mendadak setelah jadi pejabat publik tidak dicurigai sebagai koruptor…
Ya, kalau yang sering ke masjid dibilang teroris. Berarti mereka yang jarang atau bahkan tidak pernah sholat berjamaah di masjid perlu dipertanyakan lagi keislamannya.

Koruptor itu hobinya clubbing, mengabiskan uang hasil korupsinya yang belum juga habis, saking banyaknya uang rakyat yang dimakan……

Malam-malam sepertinya asyik buat hura-hura bagi para koruptor, menghabiskan uangnya, ke cafe, bar, diskotik bahkan ‘hotel’.Anda tidak setuju? Seharusnya anda lebih TIDAK SETUJU bila para aktifis muslim yang mabit di masjid-masjid di cap sebagai teroris, mereka yang taat beribadah tiap malam, tahajud di sepertiga malam, melakukan aktifitas mabit, daurah dan outbond justru jadi sasaran empuk fitnah media massa.

Koruptor itu selingkuhannya banyak (Biasa..Uangnya digunakan buat mengelabui para wanita untuk jadi selingkuhannya)

Oh,,, jadi yang punya banyak istri (apalagi kalau istrinya bercadar), dianggap teroris ya?? Bagaimana dengan mereka yang punya banyak selingkuhan seperti para koruptor……
Anda tidak setuju lagi?? Seharusnya anda lebih TIDAK SETUJU bila istri bercadar dikait-kaitkan denga istri para teroris.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

KAMI TIDAK MEMBELA ATAUPUN MENDUKUNG TERORISME, Bukan…Bukan itu yang kami maksud
AKAN TETAPI KAMI MEMBELA HARGA DIRI KAMI SEBAGAI UMAT ISLAM YANG TERUS MENERUS DILECEHKAN, DIHINA, DIOLOK-OLOK, BAHKAN DINEGERINYA SENDIRIPUN TAK DIHARGAI……………………

“ Lalu mereka berkata: “Kepada Allahlah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim.” (Yunus:85)

Kami adalah…


Kami adalah Ikhwanul Muslimin…
Karena kami Muslim, dan sesama Muslim itu bersaudara. Kami semua ada dalam satu ikatan Ukhuwah tak kenal batas wilayah, dalam satu ikatan persaudaraan tak peduli suku dan kebangsaan, kami bersatu atas dasar Iman & Islam.

Kami adalah Salafy…
Karena kami berusaha memurnikan Tauhid seperti para Salafush Shalih…Meneladani akhlaknya dan meneruskan perjuangannya.

Kami adalah Hizbut Tahrir…
Karena kami adalah orang-orang yang ingin membebaskan negeri ini dari belenggu penjajahan kaum tiran. Membebaskan negeri-negeri muslim dari aneksasi barat dan ketergantungan terhadap mereka.

Kami adalah Muhammadiyah…
Karena kami umat Rasulullah , Muhammad SAW. Teladan terbaik sepanjang sejarah peradaban. Pemimpin terbaik,arif, santun dan berhias dengan akhlak yang mulia.

Kami adalah Nahdlatul Ulama…
Karena Islam butuh Ulama-ulama yang progresif. Ulama yang bangkit melawan setiap bentuk penistaan terhadap agama. Ulama yang dihargai lebih tinggi dari Umara. Ulama yang cerdas, mencintai dan dicintai umat.

Kami adalah Jamaah Tabligh…
Karena tugas kami adalah berdakwah. Menyampaikan kebaikan kepada sesama meskipun hanya satu ayat. Berdakwah untuk transformasi dari penghambaan kepada makhluk kepada peghambaan hanya kepada Rabb Semesta Alam.

Kami Juga Tarbiyah…
Menjadikan pembinaan keislaman sebagai sarana untuk terus mengupgrade diri serta membina ummat dengan pembinaan yang terarah dan terstruktur.


Namun, dibalik semua itu….
Jauh lebih tinggi dan lebih mulia…

adalah ISLAM sebagai agama kami.

Tiada sekat organisasi yang membatasi, tiada pergerakan yang yang saling bergesekan, tiada partai yang membuat kami bercerai.
Karena ISLAM adalah yang lebih tinggi dari semua itu. Nahnu Muslim Qabla Kulli Syai’in. (Kami adalah Muslim sebelum menjadi apapun).

Bukan saatnya umat ini berpecah, bukan saatnya umat ini saling ejek, menonjolkan ashobiyah, fanatik terhadap gerakannya, merasa lebih hebat dan mengerdilkan yang lain. Karena musuh-musuh Islam akan semakin tertawa lebar dengan perpecahan itu. Karena musuh-musuh Islam akan terus membuat kita terkotak-kotak bila kita tidak bersatu. Bukankah Ukhuwah itu lebih indah dari pada perpecahan kawan???

Sudah saatnya umat ini kembali bersatu, melawan segala bentuk penghinaan dan cacian kepada Islam. Bangkitlah Melawan, karena bila kita diam, Umat ini akan terus ditindas & ditekan.

Kami adalah kami…
Bukan yang lain…