Archive | November 2009

Cinta itu…


CINTA ITU…RELATIF

Relatif bagi yang tidak memutlakannya.

CINTA ITU…DANGKAL

Dangkal bagi yang tidak mendalaminya.

CINTA ITU…LUAS

Ia Luas bagi yang mau menjelajahinya

CINTA ITU…SEMPIT

Ia Sempit bagi yang berhenti untuk mencari makna cinta itu sendiri.

CINTA ITU…GELAP

Ia akan pekat bila tak disinari dengan cahaya ketulusan.

CINTA ITU…BUTA

Buta bagi orang yang tidak melihat keindahan cinta.

CINTA ITU…RUMIT

Bagi orang yang membuatnya sulit

CINTA ITU…DUSTA

Bagi mereka yang tidak jujur pada kata hatinya.

CINTA ITU…CAPEK

Bila ia mencintai tanpa ketulusan.

CINTA ITU…SAKIT

Sakit bila melihat yang yang dicintai disakiti orang lain.

CINTA ITU…ABSTRAK

Bagi orang yang tidak mau menyatakannya

CINTA ITU…MENGECEWAKAN

Ia semakin mengecewakan bila tak ada saling pengertian.

CINTA ITU…GERSANG

Kecuali bila ditanami dengan benih-benih kasih sayang.

CINTA ITU…SEDIH

Sedih melihat yang dikasihi bersedih.

CINTA ITU…SEJATI

Kecuali orang-orang yang menghianatinya

CINTA ITU…ABADI

Kecuali mereka yang menduakannya

CINTA ITU…SUCI

Kecuali bila dikotori dengan noda dan kesalahpahaman

CINTA ITU…

______________________________________

*haduh2…postingan yang aneh@#&^$!

Ketika Cicak Bersaksi….


SAKSIKAN FILM Terbaru…Di Layar Kaca Anda…!!!

KCB

KPK di Dadaku….


KPK di dadaku
KPK kebanggaanku
Ku yakin KEBENARAN PASTI MENANG


Kobarkan semangatmu
Tunjukkah kebersihanmu
Ku yakin KEBENARAN PASTI MENANG

Download lagunya DISINI

Optimalisasi Peran KAMMI menuju UGM Madani


Optimalisasi Peran KAMMI menuju UGM Madani

(Masyarakat Kampus UGM yang ideal, dengan KAMMI  sebagai penggeraknya).


Kampus adalah lingkungan paling kondusif untuk membentu sebuah ideologi pemikiran ataupun pergerakan. Betapa banyak tokoh-tohoh besar bangsa ini lahir dari sebuah lingkungan bernama kampus. Aktualisasi nilai-nilai pergerakanpun akan semakin nyata muncul ketika seseorang berada dalam lingkungan kampus tersebut. Sehingga begitu pentingnya masa-masa keberadaan kita di kampus untuk bisa menjadikannya sebagai sarana untuk berkontribusi menebar benih-benih kebaikan kepada masyarakat kampus. Salah satunya adalah dakwah kampus. Dakwah Kampus adalah sebuah keniscayaan bagi pembentukan bi’ah kampus yang madani. Dakwah kampus adalah refleksi atas keinginan untuk menjadikan kondusifitas keberlangsungan syiar islam dan juga kaderisasi generasi penerus bangsa ini. Bangsa yang sedang membutuhkan orang-orang yang tidak hanya matang secara akademis tapi juga tajam dalam pemikiran dan progresif dalam pergerakan.

Dakwah kampus merupakan fase yang sangat penting bagi kaderisasi tersebut, untuk kemudian bisa men-supply kader-kader dakwah ke berbagai lembaga kemahasiswaan yang ada di lingkungan kampus. Tidak hanya dari segi kuantitas akan tetapi dari segi kualitasnya mampu menjadi kader produktif di medannya, hingga kader dakwahpun bisa berbicara dalam ranah kampus baik itu dalam lini da’awy, siyasi, maupun ilmy.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah….” (Q.S. Ali-‘Imran : 110)

UGM (Universitas Gadjah Mada), sebagai kampus terbesar dan tertua di Indonesia adalah contoh miniatur kehidupan bangsa beberapa tahun ke depan. Sebagai pencetak tokoh-tokoh bangsa tentu kampus ini menjadi lahan yang sangat potensial untuk bisa ter-shibghah-kan dengan dakwah Islam. Tentu bukan suatu hal yang mudah untuk menjadikan lembaga-lembaga kemahasiswaan di kampus ini sebagai washilah dakwah, mengingat kampus ini memang bukan kampus berlabel islam ataupun berkurikulum islam. Namun, tak ada yang tidak mungkin bila semangat berdakwah di kalangan aktivis bisa memberikan warna tersendiri bagi pergerakan dakwah di kampus, baik itu di lembaga kemahasiswaan yang sudah jelas-jelas menjadikan dakwah islam sebagai landasan geraknya, maupun di lembaga-lembaga lain yang masih bersifat sekuler.

Adalah sebuah kebutuhan yang sangat penting untuk bisa menghasilkan kader-kader potensial untuk keberlangsungan dakwah kampus itu sendiri. KAMMI sebagai sebuah lembaga pergerakan dengan Islam sebagai ideologi pergerakannya tentu memiliki peran dan posisi yang sangat penting untuk kaderisasi yang integral kepada seluruh kader-kader dakwah kampus, khusunya di UGM. Dengan semakin banyaknya kader yang terrekrut dan semakin besarnya tantangan-tantangan dakwah di masa kini, KAMMI harus memiliki andil yang besar untuk mengkondisikan medan dakwah yang akan ditempuh. Sebagai lembaga pergerakan mahasiswa yang lahir dari rahim Lembaga Dakwah Kampus (LDK), KAMMI muncul sebagai salah satu kekuatan alternatif Mahasiswa yang berbasis mahasiswa Muslim dengan mengambil momentum pada pelaksanaan Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) X seindonesia yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang. Acara ini dihadiri oleh 59 LDK yang berafiliasi dari 63 kampus (PTN-PTS) diseluruh Indonesia. KAMMI lahir para ahad tanggal 29 April 1998 PK.13.00 wib atau bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijah 1418 H yang dituangkan dalam naskah Deklarasi Malang.

Secara historis, KAMMI memiliki potensi yang kuat untuk menyeimbangkan gerak dakwah di kampus-kampus di seluruh Indonesia, salah satunya UGM. Menjadi sebuah keinginan yang sangat besar di kalangan aktivis dakwah ketika lingkungan kampus ini yang notabene adalah kampus sekuler bisa dijadikan sebuah proyek besar peradaban islam menuju UGM yang Madani. Kampus Madani yang tidak hanya terlihat dari segi penampilan fisiknya saja, akan tetapi nilai-nilai kehidupannya pun tercermin dalam kesehariannya. Madani dalam artian semua aspek kehidupan kampus berlandaskan pada nilai-nilai keislaman. Mulai dari minimalisasi kegiatan-kegiatan mahasiswa yang hura-hura dan tidak bermanfaat, serta penguatan fikroh Islam dalam aspek akademis di kurikulum kampus. Sehingga mahasiswa yang terbentuk bukan hanya paham materi keilmuan di bidangnya saja, akan tetapi mampu memberikan solusi cerdas bagi perkembangan syiar Islam dengan kompetensi keilmuan masing-masing.

Dalam Islam, konsep masyarakat madani dipercaya sebagai warisan ideal Nabi Muhammad Saw., dalam memimpin ummatnya di sebuah kota bernama Yatsrib, yang kelak dikenal dengan nama Madinah. Madinah, secara bahasa berarti kota. Tetapi menurut ilmu kebahasaan, kata madinah mengandung arti peradaban. Dalam bahasa Arab, peradaban berasal dari kata madaniyah atau tamaddun. Masyarakat madani yang diterapkan Nabi itu, secara formal dimanifestasikan dalam piagam Madinah (Mitsaq al-Madinah) yang diproklamirkan bersama pendukungnya. Lewat piagam madinah itu, Nabi mengemukakan cita-cita besarnya mendirikan dan membangun mansyarakat beradab. Dengan memperkenalkan umat manusia tentang (wawasan) kebebasan baik di bidang agama dan politik, khususnya pertahanan, secara bersama-sama.

Sesuai dengan visi KAMMI bahwa KAMMI merupakan wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan kader-kader pemimpin masa depan yang tangguh dalam upaya mewujudkan masyarakat Islami di Indonesia, maka UGM adalah proyek percontohan bagi kampus-kampus di Indonesia untuk bisa menelurkan sebuah knsep masyarakat kampus yang madani melalui lembaga pergerakan mahasiswa ini. Sebuah PR besar bagi KAMMI untuk bisa memanage kembali perangkat-perangkat dakwahnya. Optimalisasi kaderisasi dan syiar sangat diperlukan untuk mengimbangi perubahan pola pikir mahasiswa yang terlalu cepat berubah. Sehingga KAMMI membutuhkan kader-kader profesional dan inovatif dalam menyusun kembali metode-metode dakwah yang mungkin selama ini belum optimal.

Dari tahun ke tahun selalu ada perubahan karakter mahasiswa baru yang masuk UGM. Semakin ke sini, tingkat kepedulian mahasiwa terhadap lembaga pergerakan semakin rendah. Fenomena ini juga terjadi di kalangan aktivis dakwah sendiri yang mulai enggan terjun langsung dalam ranah pergerakan ini. Terlepas dari semakin lebarnya sayap-sayap dakwah berusaha di bentangkan di kampus ini, aktivis dakwah pun harus punya ideologi yang kuat terhadap pergerakan dakwah yang mengalami dinamika ini, baik itu yang terjun langsung di siyasi atau kader-kader yang aktif dalam ranah da’awy ataupun ilmy.

Politik (siyasah dalam istilah Islam) adalah segala urusan yang ditujukan untuk mendatangkan kemaslahatan masyarakat. Sehingga, tidak terbersik sedikitpun di dalam hati para pelakunya untuk menjadikan kekuasaan sebagai tujuan akhir dari politik. (Yusuf Qordhowi)

Mengambil kutipan di atas, dapat kita pahami bahwa sarana-sarana dakwah ini tidak terbatas pada lingkungan masjid atau surau-surau. Berbagai aspek kehidupanpun menjadi bernilai sebagai sarana dakwah bila dimanfaatkan untuk kepentingan umat ini. Yang perlu digarisbawahi adalah dakwah kampus hanyalah satu di antara sekian banyak fase-fase dakwah yang harus kita lalui sebagai generasi muda. Sudah saatnya bagi kita untuk bisa berkontribusi bagi jalannya dakwah dan tegaknya panji Islam di bumi Indonesia, khususnya di Kampus Biru ini.


KAMMI adalah bagian kecil dari Dakwah Islam, namun bukan berarti tidak ada karya besar yang bi dihasilkannya untuk membentuk masyarakat kampus yang Madani. Semoga….

-Jupri Supriadi-

Tulus


mencari-cari makna sebenarnya dari ketulusan?

tak semudah searching di google…

memang ada banyak deretan kata yang tertuang…

Pengorbanan lah, ini itu lah…

semuanya menunjuk pada keikhlasan nurani.

Ya,… karena dengan keikhlasan hati dan nurani itu

adalah rahasia besar tegaknya daulah Islam di 2/3 dunia ini.

Ini bukan kebohongan kawan..

ini fakta…

Sejarahpun telah menuliskannya dalam lembar-lembar yang menjadi saksi bisu peradaban

Kini, masih adakah ketulusan itu dalam hatimu?

Ketulusan berbuat menghendaki kejernihan emosi, kecerdasan berfikir dan kelembutan hati. Ketulusan hati tak hanya sekedar simpati, ia melebihi empati. Menjadikan seseorang lebih mengerti akan arti sebenarnya dari sebuah pengorbanan. Ketulusan tiada henti saat ini sedang di cari. Betapa sulitnya mencari orang-orang yang benar-benar tulus mengemban amanah dakwah ini. Bukan hanya sekedar meneguk kenikmatan bergabung dalam jamaah dakwah akan tetapi yang dibutuhkan Islam adalah orang-rang yang tulus berdakwah. Tulus dengan sebenar-benarnya.

Ketulusan abadi yang tak kan tergoyah oleh materi duniawi akan menghantarkan kita pada kesucian hati sehingga  naungan kasih sayangNya takkan berhenti mengiringi langkah-langkah kita dan memberi angin kesejukan dalam setiap hembusan nafas kita….

dimanakah nurani ketulusan itu sekarang??

-Pukul 22.00 @ perpus asrama sambil mengerjakan essay untuk DM KAMMI besok-

IDEALISME KAMI


Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa
mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri.


Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan.
Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan,
kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka
jika memang itu harga yang harus dibayar.


Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami,
menguasai perasaan kami,
memeras habis air mata kami, dan
mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.
Betapa berat rasa di hati kami menyaksikan bencana
yang mencabik-cabik bangsa ini,
sementara kita hanya menyerah pada
kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan.


Kami ingin agar bangsa ini mengetahui bahwa
kami membawa misi yang bersih dan suci,
bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia,
dan bersih dari hawa nafsu.
Kami tidak mengharapkan sesuatu pun dari manusia,
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih.


Yang kami harap adalah
terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dari Allah – Pencipta Alam semesta

Pekerjaan Besar VS Pekerjaan Kecil


Di antara keajaiban hati para pahlawan mukmin sejati adalah cara mereka mengekspresikan karya-karya mereka. Mereka tidak pernah memandang karya-karya besar mereka secara berlebihan, tetapi mereka juga tidak pernah meremehkan pekerjaan-pekerjaan kecil yang mereka lakukan.

Besar kecil suatu karya atau pekerjaan tidaklah ditentukan oleh suatu faktor saja. Misalnya, faktor kemampuan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi cara penilaian terhadap suatu karya dan pekerjaan seorang pahlawan. Misalnya, tingkat kebutuhan saat sebelumnya, atau dengan pekerjaan-pekerjaan sesudahnya, luas wilayah distribusi manfaat, tingkat kemempuan pelaku, tingkat ketertiban orang lain, banyaknya daya dukung, dan seterusnya. Kata kunci yang dapat menyimpul semua faktor tersebut adalah ketepatan. Yaitu, pekerjaan itu tepat pada waktunya, tepat pada sasarannya, tepat pada tempatnya, tepat pada caranya, dan tapat pada cost-nya.

Akan tetapi, bagaimanakah cara kita menilai tingkat ketepatan? jawabannya adalah pada strategi. Strategilah yang menentukan nilai dari sebuah pekerjaan. Individu dan pekerjaannya dalam sebuah strategi adalah unit-unit yang tidak berdiri sendiri. Strategilah yang menentukan jenis pekerjaan dan orang yang tepat untuk pekerjaan itu. Jika dalam strategi itu ditentukan bahwa seseorang harus melakukan suatu pekerjaan yang tidak terlihat dalam waktu lama, maka ia harus melakukannya. Dan letak kepahlawanannya ada pada keihlasannya, pada diamnya, dan pada penyelesaian pekerjaan itu pada waktunya. Demikian juga sebaliknya.

Dalam kerangka strategi itu, kita mungkin akan menemukan kenyataan-kenyataan yang boleh jadi paradoks dalam pandjangan kasat mata kita. Apa yang kita duga sebagai pekerjaan-pekerjaan besar, ternyata mempunyai nilai yang kecil dalam kerangka strategi tersebut. Demikian juga sebaliknya. Para pahlawan mukmin sejati tidak pernah memandang dirinya lebih besar dari strategi. Sebaliknya, ia menyerahkan dirinya untuk menjadi salah satu instrumen dari strategi tersebut. Demikianlah, Rasulullah saw pernah bersabda, “Jangan pernah meremehkan suatu kebaikan, walaupun itu kecil!”
Padanan dari ketepatan dalam bahasa agama kita adalah hikmah. Dan inilah hikmah yang dimaksud oleh Allah sebagai sumber dari semua sumber kebaikan. Allah swt berfirman, “…Dan barangsiapa yang dianugerahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak…” (Al Baqarah:269)

Akan tetapi, para pahlawan mukmin sejati itu sama-sama menyimpan sebuah impian di kedalaman jiwa mereka. Mereka semua bermimpi untuk dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan unggulan yang menjadi alasan utama bagi Allah untuk memasukkan mereka kedalam surga-Nya. Seseorang sahabat pernah meminta kepada Rasulullah saw agar beliau mendoakan dirinya kepada Allah swt untuk dimasukkan ke dalam surga. Rasulullah saw lalu mengatakan kepada sahabat, “Bantulah aku (agar doamu terkabul) dengan memperbanyak sujud.”

Itulah amal unggulannya. Dan apakah amalan unggulan Anda, hai calon pahlawan?

Anis Matta