Para Pemain Picisan


Ada lakon baru di pentas negeri ini.

Sandiwara, bualan dan kebohongan kembali dipertontonkan.

Menyihir mata para penonton yang menyaksikan.

Sudah berbulan bahkan bertahun mereka ditipu para pemain picisan.

Puluhan, ratusan sampai milyaran.

Raib ditelan kesenangan.

Para pemain picisan.

Sudah tak ada lagi malu, takut atau kasihan.

Lihatlah bagaimana rakyat menderita kelaparan.

Karena uang ‘sewa’ tanah mereka diselewengkan.

Yang harusnya untuk kesejahteraan tetapi masuk kantong para pemain picisan.

Sudah tak ada lagi nurani, harga diri bahkan hatinya telah mati. Mempermainkan rakyat dengan memperkaya diri.

Dengan uang hasil mencuri.

Ah, negeri ni.

Semakin banyak saja orang yang salah orientasi.

Maunya senang sendiri.

Bawa anak istri ke luar negeri.

Lari. ….

Bersembunyi. ….

Tapi, toh jarak antar negeri tadi hanya sejengkal jari.

Tinggal mengutus orang untuk mencari, melobi, lalu berharap bisa kembali dengan si pencuri.

Dan akhirnya si pencuri masuk bui.

Belum selesai sampai disana, drama kebohongan kembali dubuka.

Kali ini ada yang angkat bicara.

Sang jenderal bintang tiga.

Yang baru saja dicopot dari jabatannya.

Entah kenapa.

Sang jenderal berkata.: Pencurinya tak hanya si dia, ada satu-dua-tiga pencuri yang lebih berbahaya.

Mengambil uang rakyat dengan memanipulasi data.

Uang terkumpul bukan untuk negara.

Tapi diambil untuk menumpuk harta.

Hingga beli rumah mewah barang satu-dua.

Harganyapun tak dinyana.

Beratus bahkan bermilyar harganya.

Begitulah babak terbaru lakon sandiwara, di negeri yang sudah bosan dengan para durja.

Yang seenaknya merampas hak-hak saudara mereka.

Kasihan negeri ini.

Tapi cerita takkan berhenti.

Tunggu saja aneka drama yang mencengangkan dan membuat bibir bergetar geram dengan tingkah polah para pemain picisan.

Ya, tunggu kelanjutan kisah dalam episode mendatang.

Para Pemain Picisan.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: