Mahasiswa Kampus & Perubahan Sosial


Sebagai bagian dari elemen masyarakat yang sedang menempuh alur pendidikan tertinggi, dengan sendirinya mahasiswa dipandang sebagai kaum intelektual, kaum yang deiharapkan dapat memberi peran lebih dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa. Oleh karena itu sudah selayaknya, mahasiswa sadar akan peran yang harus diembannya dan amanah yang dibebankan masyarakat kepada mereka begitu besar.Bahkan Jack Newfield menyebut mahasiswa adalah kelompok minoritas sebagai a prophetic minority meskipun mahasiswa adalah kelompok minoritas dalam masyarakat bangsa. Namun mereka bisa memainkan peranan profetik. Mereka melihat jauh kedepan dan memikirkan apa yang tidak dan belum dipikirkan oleh masyarakat umum. Dalam visi mereka, nampak ada kesalahan mendasar dalam masyarakat dan mereka menginginkan perubahan melalui jalan tranformasi masyarakat.

Lingkungan kampus merupakan lingkungan paling kondusif untuk membentu sebuah ideologi pemikiran ataupun pergerakan. Betapa banyak tokoh-tohoh besar bangsa ini lahir dari sebuah lingkungan bernama kampus. Aktualisasi nilai-nilai pergerakanpun akan semakin nyata muncul ketika seseorang berada dalam lingkungan kampus tersebut. Sehingga begitu pentingnya masa-masa keberadaan kita di kampus untuk bisa menjadikannya sebagai sarana untuk berkontribusi menebar benih-benih kebaikan kepada masyarakat kampus juga kebermanfaatan bagi umat dan bangsa. Bangsa yang sedang membutuhkan orang-orang yang tidak hanya matang secara akademis tapi juga tajam dalam pemikiran dan progresif dalam pergerakan. Bangsa yang semakin lama semakin terpuruk ini sudah menanti peran dan kontribusi yang nyata bagi generasi muda terutama mahasiswa yang notabene adalah kaum intelektual yang jumlahnya masih sangat sedikit sekali dibandingkan dengan total penduduk negeri ini. Oleh karena itu perubahan ke arah yang lebih baik merupakan impian negri ini agar bisa bangkit dari keterpurukan. Dan perubahan itu sendiri bisa dimulai dari tatanan kehidupan bermasyarakat yang terkondisikan dalam sebuah struktur sosial yang baik.

Sedangkan perubahan sosial itu sendiri adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.

Namun, yang perlu dipahami, adalah bagaimana konsep perubahan itu sendiri . Perubahan seperti apakah yang diharapkan? Kita tidak bisa menutup mata bahwa, arus glogalisasi saat ini sedikit banyak telah memberi efek pada pola kehidupan masyarakat terutam adi kalangan remaja. Narkoba, seks bebas, gaya hidu hedonisme, materialisme merupakan ancaman yang serius yang melanda generasi muda kita. Oleh karena itu, disinilah peran mahasiswa yang memiliki potensi lebih untuk bisa memperbaiki kondisi masyarakat saat ini. Dengan semangat ideologinya yang masih membuncah dan jiwa-jiwa perjuangan yang masih melekat di dada para mahasiswa seharusnya menjadi bekal untuk bisa melakukan transformasi atau perubahan sosial.

Tak hanya itu, perang ideologi saat ini juga harus menjadi perhatian an merupakan PR besar bagi para penggerak perubahan sosial agar ideologi-ideologi yang berkembah tidak menggangu tatanan kehidupan bangsa dan saling menjatuhkan antar ideologi yang berkembang. Terutama umat Islam yang harus wasapada terhadap virus-virus libelarisme, sekularisme dan pluralisme yang bisa mengancam aqidah umat Islam. Perubahan adalah suatu keniscayaan, atau sunnatullah. Artinya suka atau tidak, kita akan menemui perubahan. Kalaupun kita diam, maka ada banyak pemikiran lain yang mencoba mengubah masyarakat sesuai dengan kehendak mereka. Oleh karena itu, diamnya kita berarti membiarkan ‘kekalahan’ ideologi yang kita yakini kebenarannya dan membiarkan terjadinya perubahan ke arah yang tidak kita kehendaki. Dalam Ar Ra’du:11, Allah berfirman bahwa Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum hingga mereka mengubah kondisi dirinya sendiri, dan.

Melakukan perubahan adalah perintah di dalam ajaran Islam, sebagaimana dalam suatu hadits Rasulullah saw menyatakan bahwa orang yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yang beruntung, orang yang hari ini sama dengan kemarin berarti rugi, dan orang yang hari ini lebih buruk dari kemarin adalah celaka. Artinya kalau kita membiarkan kondisi statis tanpa perubahan – apalagi membiarkan perubahan ke arah yang lebih buruk – berarti kita tidak termasuk orang yang beruntung. Juga di dalam Ali Imran:104 Allah memerintahkan agar ada kaum yang menyeru kepada kebaikan – sebagai sebuah perubahan

Saya jadi ingat perkataan tokoh Masyumi M. Natsir, bahwa kampus adalah benteng umat Islam yang ketiga setelah masjid dan pesantren. Seharusnya, mahasiswa bisa menjadi pionir revolusi di Indonesia. Semoga…!!!

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

One response to “Mahasiswa Kampus & Perubahan Sosial”

  1. YANTER FORESTER says :

    makasi artikelx nech

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: