Cemburu, Cinta dan Kehilangan…


‘Aisyah bertutur tentang cemburunya:

“Aku tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari istri Rasulullah seperti cemburuku kepada Khadijah karena Rasulullah banyak menyebutnya dan menyanjungnya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 5229 dan Muslim no. 2435)


‘Aisyah pernah berkata kepada Nabi mengungkapkan rasa cemburunya kepada Khadijah:
“Seakan-akan di dunia ini tidak ada wanita kecuali Khadijah? Nabi menjawab: ‘Khadijah itu begini dan begitu, dan aku mendapatkan anak darinya.’” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 3818)

Sergapan rasa cemburu menghantui ‘aisyah tatkala Rasulullah sering menyebut nama Khadijah meski ia telah wafat. Wanita yang darinyalah Rasulullah memiliki keturunan. Wanita yang selalu membersamainya tatkala harus berhadapan dengan kafir quraisy saat dakwah Islam bermula.

Dan ‘aisyah pun semakin cemburu, nalurinya memaksa untuk berkata kepada Rasulullah: “Allah telah menggantikan untukmu wanita yang lebih baik darinya.”, namun Rasulullah berkata: “Allah tidak pernah menggantikan untukku wanita yang lebih baik darinya.”  Bersamaan dengan itu, kita tidak mendapatkan adanya berita yang menunjukkan kemarahan Rasulullah kepada ‘Aisyah, karena ‘Aisyah mengucapkan hal tersebut didorong rasa cemburunya yang merupakan tabiat wanita. (Fathul Bari, 9/395)

Suatu saat ‘Aisyah berkata kepada beliau: “Wahai Rasulullah, cukup bagimu Shafiyyah, dia itu begini dan begitu.” Salah seorang rawi hadits ini mengatakan bahwa yang dimaksud ‘Aisyah adalah Shafiyyah itu pendek. Mendengar hal tersebut, Rasulullah berkata kepada ‘Aisyah: “Sungguh engkau telah mengucapkan satu kata, yang seandainya dicampur dengan air lautan niscaya akan dapat mencampurinya.” (HR. Abu Dawud no. 4232. Isnad hadits ini shahih dan rijalnya tsiqah, sebagaimana disebutkan dalam Bahjatun Nazhirin, 3/25)

Cemburu.. Cinta.. dan Kehilangan..

Lalu kenapa adacemburu? Kenapa selalu ada yang berdesir di hati saat melihat yang terkasih lebih memperhatikan orang lain? Kenapa ‘aisyah, sang istri Nabi berani untuk mengungkapkan rasa cemburu atas Khadijah kepada Rasulullah?

Karena ada segumpal cinta diruang hatinya yang menggerakkan nuraninya untuk bicara. Ada sekeping kasih yang tertanam dalam jiwanya yang hanya akan ia berikan pada orang yang dicintainya.


Terlebih cintanya itu akan semakin mengangkasa tatkala ruang dan waktu mulai membatasinya. Meski tak memiliki cemburu dan cinta akan menjadi episode sendiri yang akan menghiasi rangkaian perjalanan manusia di muka bumi ini. Meski tak memiliki, ketahuilah bahwa takut merasa kehilangan dan cemburu adalah wujud cinta yang  sebenarnya ada dalam hatinya. Tersembunyi, tersimpan, dan dalam hening ia akan  terdiam hingga saatnya tiba.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: