Kekuatan Hati…


 

Riuh rendah kerumunan penghuni KPFT membayangi keheningan pagi ini. Selasar utara maupun selatan sudah ramai dengan aktifitas mahasiswa. Satu persatu kursi-kursi kosong mulai terisi, entah sekedar membaca koran langganan atau sambil mengerjakan tugas dan PR kelompok.

 

Pagi itu juga, ada sekeompok mahasiswa berbondong-bondong mengangkat tikar dan meja dari mustek (Mushola Teknologi), untuk kemudian diletakkan di sayap barat KPFT. Mereka tak lain adalah panitia open recruitment Keluarga Muslim Teknik UGM. Semangat untuk menyambut pejuang-pejuang baru yang akan membersamainya kini mulai terlihat di wajah mereka yang penuh semangat pagi ini.

 

“saya sebenarnya angkatan 2009 mas, tapi baru daftar sekarang.” Ujar salah seorang peserta wawancara.

“Lho, kenapa nggak dari tahun kemaren aja dek daftarnya.” Kata salah seorang pewawancara menimpalinya. “memangnya apa yang membuat antum tertarik untuk bergabung ke KMT?.”

 

“Saya tertarik dengan keteladanan angggota KMT yang ada di jurusan saya mas.” Ungkapnya

“Mereka benar-benar telah menjadi penyemangat saya untuk bisa menjadi lebih baik lagi, dan memiliki akhlak yang seharusnya dimiliki oleh seorang Muslim. Maaf saja, di jurusan kami kan terkenal dengan jurusan yang paling keras di antara jurusan lain di teknik ini. Sehingga ada nuansa yang berbeda saat saya berteman dengan anggota KMT yang ada di jurusan saya itu.”

 

Dakwah, ia akan selalu menemukan cara untuk bisa menyentuh hati-hati manusia. Menyentuh ruang terdalam yang sangat sensitif dari nurani mereka. Menjadikan ssetiap laku sebagai inspirassi dan perkataan sebagai motivasi. Dakwah takkan pernah kehabisan caranya untuk bisa bertahan dan melanjutkan pproyek besar peradaban. Peradaban yang dimulai dari tarbiyah ‘pendidikan’ karakter individu masing-masing.

Menjadi sosok penyeru bukanlah perkara mudah, karena disitulah pembuktian dan aplikasi dari surat ash-shaf ayat 3 di realisasikan.

“Sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”

Kekuatan hati dan keteladanan dalam diri para da’i menjadi kunci apakah dakwah itu bisa berjalan efektif untuk membangun sebuah komunitas sosial berbasis religiusitas. Berbagai wacana, konsepsi dan pemikiran bisa saja terlontar dari lisan seorang da’i, tapi itu tidak sepenuhnya menjamin mampu menggerakkan mereka-mereka yang menjadi objek dakwahnya. Melalui kekuatan hatilah dakwah itu bisa menyelusup masuk ke dalam relung hati manusia. Hati –yang kata aa gym- hanya bisa disentuh dengan hati.

Setidaknya itulah yang saat ini sedang menjadi renungan bagi perkembangan dakwah di teknik. Bahwa bukan dengan banyaknya kita bertutur lalu bisa menggerakkan orang lain untuk ikut aktif kajian, bukan dengan banyaknya poster dan selebaran undangan yang membuat mahasiswa teknik datang aktif ke acara-acara SKI. Bukan sekedar itu, tapi hatiah yang seharusnya kita kuattkan untuk terus memperluas dan menyebarkan syiar Islam di bumi teknik ini. Dakwah yang kita cita-citakan akan lahirnya sebuah generasi Rabbani untuk Tekniik yang Islami. Allahu Akbar…..

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: