Merapi


Keringat meluncur deras membasahi setiap kerutan wajahnya. Dengan setumpuk ranting-ranting kering terselampir di atas kepala dan samping kanan pundaknya ia berjalan tertaih menuruni batu-bebatuan terjal. Tak bisa dibayangkan betapa lelahnya ia menjalani rutinitas seperti itu.

Di sudut lain, deretan truk-truk pengangkut pasir menelusuri sepanjang tepi aliran sungai. mengeruk pasir yang merupakan berkah tersembunyi dibalik bencana.

teringat bayangan-bayangan itu. menggelayuti malam dingin ini, sambil mendengar hiruk pikuk sirine ambulans yang melewati jalan kaliurang.

Merapi, semoga batukmu memberi berjuta hikmah…

Sleman, 26 Oktober 2010

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: