Mengejar Hikmah


Selayaknya kita harus belajar untuk mengetahui apa-apa yang tersembunyi dabalik iradahNya. Kadang manis terasa pahit. Pun begitu juga hambar serasa memeliki kekuatan kecapan di lidah. Ah, terkadang manusia harus berjalan lebih cepat untuk bisa mengejar berlarinya hikamh yang tak kunjung diperhatikan. Ada banyak hikmah –sebenarnya- yang terangkum dalam setiaop episode kehidupan kita. Ia merangkai serak-serak mozaik yang terpisah dan menyusunnya menjadi ukiran perjalana hidup yang kadang terlihat indah, kadang pula terlihat justru menyebalkan.

Ya, penglihatan manusia memang terbatas. Kadang hikmah tak mampu untuk dipetiknya, padahal kan Allah sudah menebarkanberjuta hikmah di pohon-pohon takdirnya di muka bumi ini. Mengejar hikmah, berarti kita harus cepat-cepat untuk bisa menemukannya. Segera mendapatkannya adalah keberuntungan yang besar. Karena bisa jadi, bila hikmah itu tidak dikejar maka ia akan mengalir tak berbekas dan menghempas tak terasa. Ia sambil lalu melewati drama kehidupan manusia karena manusianya itu yang tak memiliki bashirah bahwa ada hikmah yang sedang menunggu untuk di jemputnya. Karena Hikmah adalah barang hilang orang beriman, dia mengambilnya jika menemuinya.

Terkadang, apa yang sulit bagi kita untuk melepasnya karena sudah terlampau jauh sesuatu itu merasuk ke dalam jiwa kita, Allah memberikan cara lain agar kita bisa melapasnya. Ketika berat rasanya untuk mengikhlaskan, Allah memberikan cara lain agar kita belajar untuk ikhlas. Ketika terasa sulit untuk bersabar, Allah menunjukkkan jalan kesabaran yang lebih indah. Namun semua itu lagi-lagi tergantung pada seberapa besar dan bersih hati kita untuk menjemput jalan-jalan Allah tersebut.

Saat apa yang kita cintai harus dikembalikan kepadaNya, maka bukanlah sedih dan murung duka yang harusnya tertampak dalam raut wajah kita. Dia sebenarnya hanya mengambil apa-apa yang tidak kita butuhkan dan apa-apa yang menjadi penghalang bagi manusia untuk lebih ikhlas dalam beribadah kepadanya. Menjadi hambaNya yang benar-benar Ikhlas adalah salah satu kunci untuk mendapatkan bashirah atas setiap takdir indahNya yang ditiupkan dalam alam raya ini. Manusi, sesosok jiwa yang memiliki kemampuan interpretasi yang lebih baik dengan makhluk lainnya di muka bumi ini, setidaknya harus lebih paham atas setiap interpretasi takdir kehidupan yang mengiringinya.

Bahwa akan ada suatu hikmah yang tersembunyi yang seharusnyaa kita dapatkan dari setiap peristiwa-peristiwa dalam rangkaian perjalanan hidup ini. Akan ada sejumput kasih sayang yang sama sekali belum pernah kita dapatkan dari seseorangpun di dunia ini. Kasih sayang yang bahkan langitpun merindi kasihsayang itu tiap pagi dan petang. Kasih sayang yang didamba seluruh makhluk di muka bumi. Kasih sayang yang akan membangkitkan energi bagi kehidupa. Itulah kasih sayang Allah.

Setiap hikmah yang terserak di bumi ini adalah bentuk kasih sayang Allah. Tinggal bagaimana manusia itu yang harus serius untuk mencari dan menjemput hikmah tersebut, meski harus berlari, berlarilah untuk mengejar hikmah. Karena disitulah kita akan semakin merasakan betapa besarnya kasih sayang Allah pada hambaNya.

Iklan

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: