Memelihara masa lalu


Sekumpulan waktu adalah milikMu, maka memintanya untuk tetap memutarkan romansa kehidupan masa lalu adalah dengan memintanya kepadaMu. Karena Engkaulah penggenggam masa lalu  yang tak berkuasa untuk memutarnya kembali. Lemah, tak berdaya saat-saat mengingat masa lalu yang kadang memunculkan asa untuk bisa kembali ke masanya.

Jiwa-jiwa perindu masa lalu akan selalu terekspresikan dengan raut wajah syahdu mengharap masa-masa lalu bisa kembali hadir saat ini. Tapi, tak perlu semuanya harus terekam ulang, cukup masa-masa indah saja yang pernah terlewat dan aku tak sempat untuk berkata pada waktu di kala itu. “Tolong perlambat gerakmu, biar aku bisa menikmati masa ini.”

Di kala kehidupan terus berlanjut dan sang waktu juga akan terus berputar menjalani tugasnya untuk memainkan berbagai penggalan cerita manusia ini, aku berharap tak ada waktu yang terlewat sia-sia tanpa makna. Biar aku tetap bercengkrama dengan waktu yang membawaku hingga terbang menyusuri seluruh jagat kehidupan. Biar aku bisa menemui masa-masa yang pernah kulewati waktu tanpa makna di masa lalu. Bersama waktu akan kukejar masa depan dan kupelihara masa lalu. Agar mereka yang kucinta dimasa lalu bisa terus kucinta hingga kini dan selamanya.

Berharaplah agar selalu diberi waktu-waktu terbaik dariNya

Agar waktu tetap menjadi teman setia,

Agar tak ada sedetikpun yang dibuat kecewa

Atau menyalahartikan masa dimana waktu begitu cepat berlalu,

Karena sejatinya waktu hanya berjalan seperti biasa, hanya saja manusia yang tidak siap untuk mengikuti ritme pergerakannya. Hanya bernostalgia dengan masa lalu. Aku tak ingin bernostalgia berlama-lama dengan masa lau, aku hanya ingin memeliharanya. Memelihara masa lalu agar suatu saat ketika aku telah bertemu dengan sepenggalan hati yang lain, aku bisa membawanya mengingat masa lalu, bahwa telah ada benih-benih kerinduan yang tersemai di masa lalu. Cukup itu saja.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

One response to “Memelihara masa lalu”

  1. anang says :

    sesuatu yang paling jauh dari kita adalah masa lalu. sungguh dia tak akan bisa mendakati kita selain hanya sedikit..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: