berharap nafas yang panjang


Diantara gejolak-gejolak kejiwaan yang berpotensi untuk menggangu jalannya dakwah adalah gejolak heroisme. Disini, bukan berarti heroisme adalah salah satu sikap yang harus dihindari. Akan tetapi dalam buku Tegar di jalan dakwah-nya Ust. Cahyadi Takariawan, yang dimaksud Gejolak Heroisme adalah semangat heroisme yang sudah tidak proporsional. Menjadikan ghirah sebagai bahan bakar utama dakwah yang tak henti-hentinya dipacu tanpa memperdulikan apakah ketersediaan bahan bakar itu cukup untuk menjalankan roda estafet dakwah yang telah dirintis oleh para pendahulu kita.

Jalan ini masih panjang. Karenanya butuh energi yang cukup agar keberlanjutan proses transformasi masyarakat minazh zhuumaati ilannuur tak berhenti saat ini juga. Boleh jadi apa yang diusahakan pada saat ini, belum bisa dirasakan keberhasilannya pada saat ini juga, namun setahun, dua tahun atau bahkan baru sampai pada genersai selanjutnya keberhasilan dari sebuah proses bernama dakwah ini akan bisa dirasakan.

Banyak mungkin yang terlihat saat ini, mereka yang begitu aktif dalam dakwah kampus, setelahnya tak terlihat lagi pendar semangat yang menyinari sekelilingnya, tak ada lagi retorika dan strategi cemerlang yang pernah menjadi senjatanya dalam dunia kampus dulu. Bahkan kini tenggelam tertutup serpihan-serpihan kehidupan yang menutupi aura kebaikannya.

Dakwah ini, kata pak Fatan tadi sore, tidak ditujukan untuk membentuk pribadi muslim yang kokoh sekokoh tembok nan gagah. Yang mungkin saja bila tertumbuk benda yang sangat keras akan mampu merobohkan batubata-batubata penyusunnya.  Dalam ilmu fisika sendiri, sebuah benda yang tidak memiliki kelembaman dan elastis akan sulit untuk kembali seperti keadaan semula dan cenderung untuk membentuk formasi baru yang diakibatkan oleh tenaga pendorongnya.

Ya,, begitulah setidaknya manusia yang kokohnya sekokoh tembok. Tetap akan mudah diruntuhkan bila tidak memiliki ketegaran setegar elastisnya liat yang mampu mengembalikan wujud kembali ke sedia kala.

Dan hari ini, saya mendapat banyak pelajaran taujih seorang ustadz, jangan lupakan dirimu karena terlalu sibuk mengurusi orang lain. Adakalanya hak-hak raga ini juga perlu diperhatikan, agar tak layu sebelum berkembang, agar tak ada yang gugur sebelum kemenangan dicapai, dan agar tak ada yang berhenti saat perjalanan baru saja menapaki jejak yang masih sangat pendek.

Bukankah Rasulullah juga pernah mengatakan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang sedikit namun terus menerus dilakukan. Tidak membumbung tinggi semangat di awal, namun hanya terjadi beberapa saat, setelahnya tak terlihat lagi.

Nafas panjang, sangat dibutuhkan. Capek? memang…. karena perjuangan dakwah memang panjang. Dan tak ada ar-Rohah sebelum kaki kita menginjak Jannah….

Semoga kita semua dikuatkan untuk memiliki nafas panjang itu,, untuk para pengungsi korban Merapi, semoga panjangnya deretan bencana ini tak membuat aqidah dapat tegadaikan oleh buaian harta. teruntuk para relawan, perjuangan kita bukan satu atau dua minggu saja, ada banyak pekerjaan yang membutuhkan energi dan nafas yang panjang. semoga kita semua dikuatkan…. aamiiin…

Sleman::13-11-10::20.41

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: