(lanjutan) sekarat hikmah manhaj haraki periode ketiga


KARAKTERISTIK PERIODE KETIGA (MENDIRIKAN NEGARA)
(Disarikan dari buku “Manhaj Haraki” karya Syaikh Munir Muhammad al-Ghadban)

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi mereka yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S. Yusuf [12]:111)

(lanjutan dari….https://salamic.wordpress.com/2010/11/15/sekarat-hikmah-manhaj-haraki-bersambung/)

11. Pembentukan Pemerintahan Islam melalui Pemilihan

Konsep pemilihan dalam sistem pemerintahan Islam merupakan konsepsi yang sangat mendasar. Anehnya, ditengah barisan gerakan Islam ada orang yang mempertanyakan prinsip ini. Mereka yang mempertanyakan prinsip ini berpandangan bahwa amir dalam Islam adalah hakim mutlak yang tidak boleh dibantah kecuali jika ia bermaksiat kepada Allah. Jika pimpinan sudah menentukan pilihan maka pendangan-pandangan dari bawah (basis) tidak perlu digubris. Ini adalah pandangan-pandangan keliru.

12. Pemimpin Menentukan Pertempuran

Untuk melakukan pertempuran dilakukan persiapan. Kewajiban para prajurit adalah senantiasa siap membawa pedang di setiap saat.Sedangkan, kewajiban pemimpin adalah jauh lebih besar dari itu; mengkaji ribuan kemungkinan berhasil atau gagal dalam melancarkan pertempuran.

13. Pemimpin Menentukan Kelahiran Negara Islam

Mengumumkan suatu peperangan melawan negara kekadfiran atau mengumumkan berdirinya negara Islam sangat terkait erat dengan berbagai kapasitas yang dimiliki olleh jama’ah Islam yang bekerja secara terencana dan tertata rapi. Masalah seperti ini tidak boleh dilakuka secara emosional, tetapi harus dilakukan berdasarkan keputusan pimpinan yang telah mengkaji segala aspek dan kemungkinannya.

Sesungguhnya pengumuman berdirinya negara Islam terkat erat dengan kondisi-kondisi yang tersedia untuk itu, berdasarkan penilaian pimpinan, bukan berdasarkan penilaian individu.

Kemashlahatan politik kadang-kadang menuntut penundaan pengumuman identitas revolusi Islam atau gerakan Islam tersebut, sebulan kemuudian atau bahkan bertahun-tahun. Keterlambatan atau penundaan ini bukanlah bentuk penyimpangan dari Islam. Juga bukan merupakan sebuah kesalahn jika orang-orang yang melakukan revolusi tersebut tidak segera berbicara tentang Islam, bahkan mereka menyebutkan sebagian prinsip nasionalisme guna menutupi sampai tercapainya tamkin ‘kekuasaan’ secara mantap.

Jika pemimpin menyembunyikan sebagian masalah pada para prajuritnya, maka tidak boleh dituduh sebagai pendusta, menipu atau menyesatkan, sekalipun kondisi memungkinkan untuk menyampaikannya. Hal ini tercermin pada peristiwa ba’iat aqabah yang disembunyikan oleh Rasulullah kepada kaum Muhajirin kecuali hanya Abu Bakar dan Ali saja.

Tidak dapat disalahkan jika sebuah gerakan Islam tidak bisa bertindak secara langsung untuk melindungi salah seorang anggotanya. Mungkin karena kapasitas yang belum memadai atau karena kemashlahatan dalam perencanaan, supaya tidak diketahui hubungannya dengan orang yang bersangkutan.

14. Dimulainya Perang Informasi Antara Kedua Negara

Sebenarnya, media massa Islam telah siap sejak awal karena ia memiliki pengaruh yang sangat besar bahkan lebih tajam dari pedang.

15. Memilih Tempat Hijrah dan Membentuk Komunitas di dalamnya secara Sirriyah

Ketika gerakan Islam kontemporer di suatu negeri bertolak dalam jihadnya menegakkan negara, maka tidk ada pilihan dihadapannya selainnegara tetangga thagut kafir tersebut sebagai markas tajammu’ –nya. Gerakan Islam secara umum, dalam mencari tepat (bertolaknya pergerakan) tidak selalu memiliki kebebasan memilih. Kadang-kadang situasi dan kondisi memaksanya pada suatu tempat yang sama sekali tidak cocok. Tetapi ia harus menerimanya sampai ditemukan tempat yang lebih cocok.

16. Konspirasi Musuh untuk Membunuh Qiyadah

Pembunuhan qiyadah merupakan sasaran utama musuh. Para musuh itu beranggapan bahwa terbunuhnya seorang pemimpin berarti menupas secara total jihad dan revolusi. Kendatipun peran seorang amir dalam sebuah jama’ah sangat besar, tetapi anggapan para musuh itu tidak selamanya benar. Mungkin ia akan menimbulkan kendala dalam gerakan atau menggagalkan revolusi, tetapi nilai-nilai Islam yang telah masuk ke dalam jiwa-jiwa para pemuda da’wah tidak mungkin akan terkikis habis karena terbunuhnya pemimpin.

17. Kecerdasan Perencanaan Manusia dalam Hijrah

  • Tidurnya Ali di Tempat Tidur Nabi SAW

Jibril mendatangi Rasulullah SAW seraya berkata: “Jangan engkau tidur malam ini ditempat yang biasa kamu tiduri.”

Kita perlu menyadari kewajiban kita dalam melakukan persiapan untuk menghadapi musuh kendatipun kita bergantung sepenuhnya kepada Allah. Kita tidak boleh menoleransi kelemahan, kekurangan dan keteledoran dengan dalih takdir kemudian meratap karena pertolongan Allah tidak kunjung tiba kepada kita, padahal kita sendiri yang bertanggung jawab atas semuanya itu.

  • Keluar di Siang Hari

“Biasanya….” kata Aisyah “…Rasulullah SAW selalu datang ke rumah Abu bakar pada pagi hari atau sore hari, kecuali pada saat beliau diizinkan untuk berhijrah darii Mekkah meninggalkan kaumnya. Rasulullah SAW datang kepada kami di pertengahan kami, pada saat yang tidak biasanya beliau datang.”

Pada siang hari, orang-orang Mekkah sangat sedikit yang berkeliaran di luar rumahnya. Apalagi waktu itu merupakan bulan terakhir dari bulan-bulan musim panas.

  • Keluar dari pintu belakang

“…Kemudian keduanya keluar dari pintu belakang rumah Abu Bakar…”

Keluar dari ‘pintu rahasia’ yang jauh dari pengawasan berarti suatu keharusan untuk selalu menjaga sirriyah dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan perencanaan musuh dan pengawasannya.

  • Menuju ke Gua

“…Kemudian keduanya berangkat menuju ke gua Tsuur lalu masuk ke dalamnya…”

Keberangkatan Rasulullah ke arah Gua iani telah mengecoh musuh dan menggagalkan rencana mereka karena musuh akan terfokus pada jalan menuju Madinah.

  • Gua terletak di Luar Jalur Madinah

Gua Tsur terletak di sebelah selatan Mekkah. Tidak terletak di antara jalur Mekkah-Madinah yang berada di sebelah utara Mekkah.

  • Intelijen di Mekkah

“Abu Bakar r.a memerintahkan anaknya, Abdullah bin Abu Bakar, supaya mendengarkan komentar penduduk Mekkah di siang hari, kmudian pada sore harinya ia sampaikan kepada Rasulullah SAW dan Abu Bakar.”

Semakin mengetahui realitas musuh dan rahasia-rahasianya, maka pimpinan akan semakin berhasil dalam melaksanakan program dan rencana-rencananya.

  • Jaminan Perbekalan

“…Seriap sore, Asma’ binti Abu Bakar berangkat membawa makanan untuk Nabi SAW dan Abu Bakar…”

Kemungkinan persinggahan di Gua ini akan memakan waktu yang lama, sehingga kalau perbekalan makanan merreka habis kemungkinan mereka akan meninggal karena kelaparan.

  • Menghilangkan Jejak

“…Abu Bakar memerintahkan Amir bin Fahirah, mantan budaknya supaya menggembalakan kambingnya di siang hari kemudian di sore harinya memerahkan susunya untuk keduanya.”

Para Mujahid harus mengenal segala sarana sirriyah yang diperlukan. Mengabaikan salahsatu unsur ini berarti akan mengakibatkan terbongkarnya basis itu oleh lawan.

  • Berlangsung selama tiga hari

Tinggal lebih lama lagi di dalam gua kemungkinan akan menarik perhatian orang lain mengingat Asma’ dan Abdullah setiap hari selalu naik turun bukit.

  • Kehendak Ilahi Bertindak

Tatkala upaya manusia pun telah optimal dikerahkan, maka Allah tidak akan menyerahkan Rasulullah SAW dan Abu Bakar kepada musuh.

Para da’i harus selalu menyadari dan meyakini bahwa pertolongan Allah senantiasa diberikan kepada mereka, setelah mereka mengerahkan segenap potensi daan usahanya. Mereka juga harus meyakini seyakin-yakinnya bahwa kemenangan itu sepenuhnya berada di tangan Allah.

  • Memanfaatkan Keahlian Kaum Musyrikin

“…kemudian keduanya membayar Abdullah bin uraiqith -seorang musyrik- untuk menjadi petunjuk jalan (ke Madinah)…”

Dalam rangka istifadah (memanfaatkan) potensi-potensi non-Muslim seperti itu, kadang-kadang terpaksa harus dimanfaatkan oleh gerakan islam selama dapat dijamin bahwa ia tidak akan membocorkan rahasia kepada musuh.

  • Melanjutkan Pengelabuan

Para da’i hendaklah memiliki kesadara, kecerdikan, kegesitan dan ketajaman pikiran sehingga mereka mampu mengelabui musuh mereka dan meloloskan diri dari cengkeramannya tanpa harus berdusta secara nyata, kecuali dalam keadaan darurat. Pada dasarnya, untuk mewujudkan tujuan ini mereka leluasa menggunakan bahasa kinayah (tidak langsung) dan majaz (bukan arti sebenarnya). Salah satu prinsip mengahadapi musuh, kata nabi SAW:

“Sesungguhnya ungkapan dengan bahasa yang tidak terlalu lugas dapat menghindarkan kedustaan.”

  • Berjalan ke arah Yaman

Berjalan di jalan yang tidak mungkin terjamah oleh musuh akan memudahkan para da’i untuk menghindari sergapan musuh.

  • Sikap tehadap Suraqah

Dalam gerakan Islam yang berjuang untuk mengembalikan kehidupan Islam di muka bumi, ada pelajarran penting harus kita pahami bahwa kita harus memiliki kemampuan untuk menentukan siapa kawan dan siapa lawan diantara barisan orang-orang kafir itu sendiri.

Gerakan Islam dalam perjalanannya menegakkan negara Islam kadang-kadang harus bersekutu dengan musuh yang dekat dan bekerja sama dengannya, bahkan mungkin meminta bantuannya sedikit ataupun banyak bila dapat dipercaya. Ukuran kepercayaan ini adalah sejauh mana musuh tersebut percaya terhadap kekuatan gerakan Islam. Untuk mengetahui kepercayaan ini, gerakan Islam melakukan berbagai upaya, dan setelah maksimal mengerahkan upayanya, tidak ada dosa atasnya jika salah dalam perkiraannya.

Fikrah memberikan keamanan kepada musuh yang telah mengubah sikapnya dan mengumumkan dukungan serta wala’-nya.

  • Kisah Ummu Ma’bad

Apa yang tejadi di luar kemampuan manusia merupakan salah sattu sisi rencana Ilahi

18. Basis Baru Bergabung kepada Islam

Da’wah kepada Allah harus tetap menjadi sasaran utam kaum Muslimin. Kendatipun suasana perjalan ke Madinah tidak memungkinkan untuk menggadakan pembicaraan secara rinci tentang islam, tetapi sasaran utama harus selalu diutamakan.

19. Pengumuman Pertama Untuk Syiar-Syiar Ibadah

Sasaran pertama bagi gerakan islam sekarang dalam upaya menegakkan negara Islam adalah kembalinya semangat Tauhid yang murni dan tasbih kepada-Nya ke dalam Masjid.

20. Keberhasilan Khittah dan Sampainya Pimpinan Tertinggi ke Puncak Pimpinan

Akhirnya berdirilah negara Islam yang pertama di permukaan bumi dengan kawalan para malaikat langit, setelah perjuangan jihad yang berat selama tiga belas tahun.

 

Sleman::16-11-10::10/52

Iklan

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: