manhaj haraki-karakteristik periode pertama


KARAKTERISTIK PERIODE PERTAMA

(BERDAKWAH SECARA SEJMBUNGI-SEMBUNYI DAN MERAHASIAKAN STRUKTUR ORGANISASI) (Disarikan dari buku “Manhaj Haraki” karya Syaikh Munir Muhammad al-Ghadban)

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi mereka yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S. Yusuf [12]:111)

 

Periode ini dimulai dari Gua Hira (kenabian) dan berakhir tiga tahun setelah kenabian, ketika turun firman Allah, “wa andzir ‘asyiiratakal aqrabiin” (asy-Syu’ara’ [26]: 214) dan firman Allah, “Fashda’ bimaa tu’maru wa a’ridh ‘anil musyrikiin” (al-Hijr [15]:94).

 

1. Dakwah Secara Rahasia

Rentang waktu periode ini selama tiga tahun, kendatipun demikian penulis tidak menjadikan rentang waktu ini sebagai patokan. Penulis juga tidak berpendapat bahwa gerakan Islam sekarang harus menempuh tahapan sirriyah selama tiga tahu. Menyangkut masalah ini, tidak ada nash yang memerintahkan agar kira mengikuti secara demikian. Tetapi, penulis memahami bahwa berakhirnya tahapan ini (sirriyah) telah terwujudkan, sebab kaum muslimin telah memiiki basis kuat yang dapat melindungi mereka dari pemusnahan. Ini bila dinilai dari sisi ualitasnya dan kaitannya dengan masyarakat Mekkah pada waktu itu. Dari aspek inilah kita harus meneladani. Rentang waktu bukan sesuatu yang penting. Tetapi, yang penting adalah hasil operasional da’wah dan kemampuannya untuk menghadapi masyarakat yang ada melalui para pendukung, tokoh-tokoh, dan lembaga-lembaganya.

2. Pelaksanaan Da’wah atas Dasar Pilihan

Pada periode ini, da’wah tidak dilakukan secara terbuka di pertemuan-pertemuan dan majelis-majelis umu. Tetapi dilakukan berdasarkan pilihan pribadi-pribadi da’i tentang karakterristik mad’u (orang yang didakwahi)

3. Berda’wah Melalui Intelektualitas Da’i dan Status Sosialnya

Akhlak yang baik dan dicinttai masyarakat merupakan “senjata ampuh” untuk menarik orang lain. Akhlak adalah kunci pembuka katup hati, betapapun kerasnya. Akhlak jualah yang akan menjauhkan seorang da’i dari reaksi pada saat timbul sifat negatif terhadap da’wah.

Pengetahuan juga tidak kalah penting dari akhlak. Yang dituntut dalam masalah ini bukan segala macam pengetahuan. Tetapi pengetahuan mengenai masyarakat dan kecenderungan-kecenderungannya. Pengetahuan yang menjeaskan tentang karakteristik jiwa manusia. Penggetahuan inilah yang akan memberikan daya gerak kepada da’i. Juga merupakan pintu masuk ke dalam hati mad’u. Setiap hati memiliki “gembok” tersendiri. Tugas seorang da’i iaah berusaha memelii kunci dari gembok-gembok tersebut dan mengetahui dari mana ia harus memasukinya, sampai hati tersebut menyambutnya.

Status sosial seorang da’i menjadikan dia “didengar” di tegah masyaraktnya sehingga akan meninggikan derajatnya. Status ini akan membebaskannya dari “meminta-minta” dan menginginkan apa yang dimiliki orang lain. Ia juga akan memberikan prestise ditengah masyarakat yang nilai tertingginya adalah harta dan popularitas. Status sosial secara alami memiliki hubungan yang erat dengan manusia yang menyebabkannya lebih berpengaruh terhadap mereka. Sebab, hubungan tersebut tampak lebih wwjar dan tidak dipaksakan, sehingga seorang da’i tidak perlu mencari faktor lain untuk berhubungan dengan mereka. Seorang guru atau pedagang misalnya, lebih mampu untuk bergerak daripada seorang pegawai yang terkungkung di dalam suatu struktur tertentu. (bersambung)

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: