Menginterpolasi hari


Satu hal yang membuat saya sempat bingung hari ini adalah ketika harus menentukan mana diantara proyeksi masa depan yang harus saya ambil. Ketika ladang-ladang yang ingin saya tanami benih-benih kebaikan sangat banyak sekali, namun di satu sisi saya belum mampu untuk bisa menjaga ladang-ladang yang sudah tertanam benih itu untuk bisa menyemaikan hasilnya suatu saat nanti. Iya memang, manusia berhak untuk memutuskan jalan mana yang akan ia ambil. Karena konsekuensinya akan dirasakan dari setiap keputusan yang diambilnya.
Suatu saat, dosen saya pernah bercerita untuk memotivasi mahasiswa baru, bahwa belajar di jurusan teknik fisika itu bisa dianalogikan dengan usaha seorang penggali sumur. Ketika berada di jurusan ini, maka ia seperti penggali sumur yang mampu menggali sumur dalam jumah yang lebih banyak dibandingkan dengan penggali sumur dari jurusan lain. Akan tetapi, lanjut dosen saya itu menjelaskan, penggali sumur teknik fisika itu hanya menggali sampai kedalaman yang tidak terlalu dalam. Artinya, mereka memang mampu mempelajari berbagai konsep pelajaran yang dipelajari di semua jurusan, akan tetapi tidak sedalam apa yang dipelajari bila berada dalam jurusan aslinya. Berbeda dengan jurusan lain yang ilmunya sangat spesifik, namun bila dikaitkan dengan disiplin ilmu lain, maka mereka akan kesulitan menghubungkannya.

Manusia kadang diberikan begitu banyak pilihan-pilihan. Agar mereka bisa memanfaatkan daya nalar logika yang sudah Allah berikan, agar setiap pilihan yang mereka pilih setidaknya sudah mengalami proses seleksi kecenderungan hati.

Dalam setiap takdirnya, Allah pasti akan memberikan yang terbaik kepada hamba-hambaNya. Meski, seringkali Ia dilupakan dan diacuhkan, namun Rahmannya menyelimuti seluruh jiwa-jiwa yang ada di alam semesta ini.
Perkara hasilnya itu sesuai dengan keinginan kita atau tidak, maka itu diluar nalar manusia. Bahwa ada kehendak lain yang meminanya untuk menjalani takdir yang mungkin justru akan berbanding tebalik dengan yang diinginkannya.

Dalam surat al-baqarah: 216 Allah SWT berfirman;
“”Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.””

Oleh karena itu perbuatlah sebaik-baiknya agar kita bisa menjemput takdir baik itu. Berbuatlah yang terbak pada hari ini, karena itu bisa jadi akan berdampak pada hari-hari kita selanjutnya.

Kita bisa melihat masa depan melalui hari ini, seberapa besarkan perjuangan kita hari ini, maka sebesar itu pula kesuksesan yang akan kita peroleh. Kaena akan ada interpolasi hari yang akan kita temukan dalam setiap takdir kahidupan dariNya.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: