Ummat ini sedang diuji…


Ummat ini sedang diuji

Ada rasa gelisah, galau atau apapun lah namanya yang menggelayuti pikiran dan hati akhir-akhir ini. Rentetan peristiwa menyedihkan dan mengikis harapan bertubi-tubi menerpa ummat ini. 

Mulai dari tuduhan teroris, ummat yang radikal, ummat yang intoleran, sampai berbagai hinaan ditujukan kepada tokoh-tokoh Islam.

Ada ustadz yang karena poligami, lalu dicerca habis-habisan. Fotonya tersebar dimana-mana. Gosip gunjingan dan cemoohan tak henti-hentinya mengalir dari mulut masyarakat kita sendiri, bukan dari siapa-siapa, bahkan dari ummat ini sendiri.

Ada politisi muslim yang berbuat khilaf lalu masyarakat mengubur dalam-dalam kontribusinya untuk negeri ini, hingga terasa tak berbekas sama sekali. Lalu menganggap semua politisi itu kotor, taka da yang layak untuk dipercaya.

Ada lagi isu pembubaran rohis, yang diduga jadi sarana pembinaan teroris.  Rohis dianggap menanamkan nilai-nilai intoleran. Rohis dianggap sarang pembibitan gerakan radikal, dan pada akhirnya proses pengkaderan generasi muslim akan terus diobok-obok, dirusak hingga generasi ini rusak.

Ada pula film-film propaganda ummat Islam, yang membuat ummat ini marah, betapa kejamnya si sutradara yang mengaku muslim itu menggambarkan Islam dengan sangat egois. Menghina ummatnya sendiri.

Belum selesai booming film pertama, muncul lagi film kedua. Tentang sosok pimpinan ormas Islam yang katanya berjiwa pluralis. Sosok yang begitu dielu-elukan karena pemikirannya yang menganggap semua agama itu sama.

Tak cukup lewat film pluralisme, ummat ini juga diserang lewat film-film porno. Begitu gampangnya rumah-rumah produksi mendatangkan artis-artis biadab itu menghiasi layar lebar Indonesia.

NII, satu bahan ejekan lagi bagi ummat ini. Yang pada akhirnya akan menimbulkan persepsi dalam masyarakat bahwa Islam itu kejam, Islam itu agama yang menghalakan segala cara untuk merampas harta orang lain yang kafir.

Para orang tuapun semakin takut, bila anak-anaknya ikut organisasi keagamaa, takut bergabung dengan organisasi yang mengajarkan terorisme, takut bergabung dengan NII, takut bergabung dengan rohis yang katanya radikal. Tapi disisi lain, para orang tua dengan nyamannya membiarkan anak-anak mereka pergi ke tempat-tempat hiburan, pergi dengan teman yang bukan muhrimnya. Orang tua dengan bangganya ketika melihat kelakuan anaknya seperti artis. Hobi hura-hura, suka gonta-ganti pasangan, hamil di luar nikah. Jauh dari agama. Karena agama dianggap sumber masalah.

Ya Allah, ummat ini sedang Engkau uji.

Tapi hamba yakin, Engkau sedang memilih siapa yang Engkau kehendaki untuk memperbaiki ummat ini.

Engkau pasti punya rencana terbaik bagi hamba-hambaMu yang tetap berjuang di jalanMu.

Engkau pasti saying pada kami, yang istiqomah menghamba padaMu.

Wa makaruu Wa makarallah, Wallahu khairul maakiiriin….

Aku yakin, sehebat apapun propaganda musuh-musuh Islam, secanggih apapun strategi mereka. Tapi kehendakMu lah yang paling sempurna. Yang bisa mengalahkan segala tipu daya mereka.

Kuatkanlah hamba, kuatkanlah ummat ini. Dalam menghadapi ujian yang menimpa.

Berikan kami kekuatan untuk bisa bersabar dan berjuang memperbaiki ummat ini.

Aamiin ya Rabb……

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: