Kapan terakhir kali kita menitikkan air mata?


Menitikkan air mata adalah fitrah manusia. Ia lahir karena banyak sebab; gembira, sedih, takut, haru, rindu, dan sebagainya. Seseorang bisa berlinang air mata karena haru mendapatkan kebahagiaan, dan seseorang juga bisa berurai air mata karena menyimpan kepedihan di hati.

Ibnu Qayyim Rahimahullah menyebut ada lebih dari sepuluh jenis air mata, namun hanya satu jenis air mata yang terbaik; air mata yang menetes karena takut kepada Allah. Dia merupakan indikasi kematangan iman. Dan Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk neraka, laki-laki yang menangis karena takut kepada Allah hingga air susu bisa kembali ke kambingnya.” (H.R. Tirmidzi)

Tapi air mata yang macam ini, kadang lama tak menetes dari pelupuk mata kita. Bahkan mungkin kita sudah lupa, kapan terakhir kita menitikkannya. Padahal sebenarnya, ada banyak tempat dan kesempatan yang kita temui, dimana seharusnya kita bisa membuat air mata itu mengalir.

*dikutip dari Majalah Tarbawi Edisi 235

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: