merah jambu untuk pertiwi


Tatkala MERAHnya tak lagi menyala dan PUTIHnya tak lagi berkilau, paling tidak perpaduan keduanya bisa menghadirkan warna CINTA, MERAH JAMBU di hati semua rakyatnya. Cinta pada pemimpinnya, cinta pada negerinya dan cinta pada Tuhannya.

Negeri ini butuh cinta. Bukan cinta pemanis dibibir saja. Bukan gombalan janji-janji yang tak kunjung tertunaikan. Bukan pula debat-debat panjang tanpa ada aksi nyata dilapangan. Dan pertiwipun semakin menangis, melihat ibunya yang sudah renta dan teronggok tak berdaya. “Apa salah ibuku?”

350 tahun lebih ibuku dihina, diinjak-injak, dan dipermainkan bangsa-bangsa tak berkeprimanusiaan. Perih, sakit tak berdaya menahan siksaan-siksaan bertubi-tubi bertahun-tahun.

Bahkan, baru sebentar saja ibuku terbebas dari siksaan itu, datang lagi penindasan dari bangsa diujung timur bumi ini. Ah, bosan rasanya ibu pertiwi selalu tersiksa.

66 tahun katanya ibu pertiwi bebas dari siksaa, tapi kini ia semakin renta. Ia belum bisa merasakan indahnya hidup aman dan damai, indahnya hidup dalam keadilan dan kesejahteraan.

Dan kini, potret ibu pertiwi semakin renta, ia semakin renta. Pertiwi pun semakin menangis, tak tahu apalagi yang harus diperbuatnya.

Korupsi merajalela, narkoba mengantu generasi muda, seks bebas menjadi candu remaja, kemiskinan dimana-mana, kelaparan membunuh bayi-bayi yang papa, dan masih banyak lagi potret ibu pertiwi sekarang ini.

Namun, bila masih ada cinta, potret buram itu akan tergantikan dengan senyum simpul sang peritiwi yang akan menjaga ibunya, cinta itu pula yang akan menguatkan pertiwi untuk tetap berjuang agar ibunya juga bisa melukiskan senyum indah di bagi anak-anaknya…..

Tatkala MERAHnya tak lagi menyala dan PUTIHnya tak lagi berkilau, paling tidak perpaduan keduanya bisa menghadirkan warna CINTA, MERAH JAMBU di hati semua rakyatnya. Cinta pada pemimpinnya, cinta pada negerinya dan cinta pada Tuhannya.

Iklan

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: