#2 Ramadhan: Cemburu…


Suatu ketika datang seorang nenek tua menghadap Rasulullah. Nenek tua itu mendekat dan ingin berbicara dengannya. Rasulullah yang saat itu sedang berkumpul dalam kerumunan, memisahkan diri dan menyambut nenk itu lalu duduk disampignya. Melihat kejadian itu ‘Aisyah bertanya, “siapa gerangan nenek tua itu yang sudah berhasil membuat  engkau begitu serius dalam berbincang-bincang dengannya?.”

Rasulullah menjawab,”dia adalah sahabat Khadijah.”

‘Asiyah kembali bertanya pada Rasulullah,”Apa yang engkau bicarakan dengannya wahai Rasulullah?”

Lalu Rasulullah menjawab,”kami membicarakan hari-hari yang indah bersama Khadijah.”

Wajah ‘Aisyah memerah, gurat-gurat cemburu mulai terlukis diwajahnya, mendentangkan getaran kecemburuan pada seorang yang sudah tidak ada lagi di dunia ini.

“Apakah engkau masih mengingat-ingat orang yang sudah tua dan menjadi tanah itu, sementara Allah sudah memberikan ganti untuk engkau yang lebih baik?”

Rasulullah pun segera menjawab,”Demi Allah, Allah tidak pernah menggantinya dengan seorang perempuan yang lebih baik darinya, dia banyak memberikan bantuan moral dan material, dia melindungi aku ketika penduduk Mekkah ini mengusirku, dia membenarkan aku ketika manusia mendustakan aku.”

‘Aisyahpun tersadar, bahwa Rasulullah begitu marah mendengar ucapannya tersebut. Seketika itu pula ‘Aisyah meminta Rasulullah untuk memintakan ampunan Allah padanya.

Minta ampunlah kepada khadijah, baru aku akan memintakan ampun bagimu.” Tegas Rasulullah

Ya, ‘Aisyah memang sangat cemburu. Cemburu yang teramat sangat. Cemburu pada Khadijah yang begitu dibangga-banggakan dan dicintai Rasulullah. Bahkan ketika ada seorang wanita datang kepada Rasulullah, bathinnya berkata,”jangan-jangan  wanita ini menyerahkan dirinya untuk diperistri.”  Sebuah kontemplasi bathin seorang wanita yang sedang cemburu ,”Tidakkah aku menarik perhatian beliau?”

Dan cemburu itupun buka sebuah aib, ia adalah anugerah cinta yang tersemai dalam ranumnya bunga-bunga cinta yang tumbuh bermekaran. Cemburu itu tak bisa dipaksakan atau dikekang. Ia lahir murni dari sebuah gejolak bathin yang bergemuruh memenuhi ruang-ruang hati terdalam manusia.

Cemburu adalah bentuk cinta paripurna, ia pula terejawantahkan dalam kesempurnaan cinta.

Tanpa kecemburuan mungkin cinta akan terasa hampa. Karena cemburu adalah telaga ditengah kegersangan cinta.

*Pukul 23:30 WIB @Pondokan Putra KKN Unit Al-A’laa (87) disaat 3 orang lainnya sudah tepar🙂

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

3 responses to “#2 Ramadhan: Cemburu…”

  1. At-Thulab says :

    Assalamu’alaikum
    mas jup.. ane tidak setuju dengan ungkapan “Tanpa kecemburuan mungkin takkan ada kisah-kisah romantisme qaish dan laila atau romeo dan Juliet” karena kisah itu hanyalah karangan belaka”
    jangan disandingkan dengan kisah rasul dan aisyah ataupun rasul dan khadijah karena NILAInya sangat berbeda…

    hehe tapi ini postingan antum jadi sorry hanya sekedar koment…

  2. jupz says :

    wa’alaikumsalam.. yokai, sudah ane revisi🙂

Trackbacks / Pingbacks

  1. memutar waktu « .::PUTIH-KUNING-HITAM::. - September 27, 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: