#6 Ramadhan: Sidang…


Mengejar matahari. Ya, pagi ini saat matahari mulai meninggi di ufuk timur saya meluncur dari tempat kkn menuju kampus untuk ujian remediasi. Saya baru berangkat jam 9, padahal ujian akan dimulai jam 10. Karena saking terburu-burunya, saya lupa bawa uang padahal kondisi motor sudah hampir kehabisan bensin. Tak dinyana, untunglah di tengah perjalanan saya ketemu teman satu kkn. Segera saya susul untuk pinjam uang dulu untuk isi bensin.

Perjalananpun dilanjutkan. Demi mengejar waktu ujian, sayapun menambah laju motor agar bisa sampai lebih awal di kampus. Sampai di sebuah peremapatan, saking kencangnya saya tidak sempat untuk menghentikan laju motor dilampu merah. Karena jarak 10 meter lampunya masih hijau, maka sayapun jalan terus.

Mungkin sudah takdirnya ya, ada pak polisi yang melihat di pos tersebut sampai akhirnya saya dikejar sampai jembatan kali progo. Hmm, mau gimana lagi. Singkat cerita, penilanganpun terjadi. Terjadi diskusi yang sangat alot (yang ini nggak ding), pak polisi menawarkan:

“gini mas, mau pilih mana, bayar di bank *** sekarang atau di bawa ke pengadilan?”

“emangnya kalo bayar di bank berapa pak?”

“ya, sekitar 250 ribu.”

Whatttt. Gedhe banget, (mikir mode:ON). Klau Cuma 5 ribu saya bayar tuh. Hehe… (*astaghfirullah).

“kalau sidang nanti 2 minggu dari sekarang.” Dengan wajah sangar pak polisi itu berkata.

Mikir lagi…. Lagi… dan lagi…

Lama banget,,,,,

“Ntar deh pak, mikir-mikir dulu (lama banget mikirnya), saya soalnya mau ujian jam 10, sekarang harus segera ke kampus.

“Jadi maunya gimana?”

Yee si bapak, udah dibilang mau mikir dulu.

“Ntar abis  jumatan saya ke sini lagi pak.”

“yasudah, STNK kami tahan dulu, kalau mau bayar ke bank, kami tunggu sampai sore, ini surat tilangnya. Kalau mau disidang nanti tanggal 16.”

 

Yupz, secuplik kisah pagi hari yang menggemaskan.  Baru kali ini saya harus berurusan sama polisi, apalagi sampe di sidang segala. Menggemaskan sekaligus memberi pelajara yang teramat besar. Lain kali, jangan pernah melanggar peraturan lalu lintas yaa. Ada atau tidak ada polisi ya harus tetap tertib. 🙂

Saya jadi membayangkan, persidangan yang menunggu 2 minggu saja sepertinya lama banget nunggunya, apalagi persidangan di akhirat nanti ya. Persidangan dimana, aib kita akan dibeberkan dengan gamblang. Saat mata, tangan, kaki akan jadi saksi apa yang telah kita perbuat. Mata ini akan bersaksi untuk apa saja ia gunakan, apa saja yang dilihatnya selam di dunia. Sudahkah sesuai dengan aturanNya? Tangan juga akan bersaksi atas segala usaha yang telah diperbuatnya, kaki akan bersaksi, menjelaskan dimana saja tempat-tempat yang sudah dikunjunginya, mana saja tapak-tapak jalan yang telah dilaluinya. Dan semua indera kita akan bersaksi dihadapanNya nanti saat persidangan.

Saat kita menyadari bahwa ada suatu masa dimana seua amal akan dipertanggungjawabkan, kitapun akan lebih berhati-hati dalam berbuat. Mencoba untuk memilah dan memilih setiap aktivaitas yang kita lakukan, apakah sudah sesuai dengan tuntunannya atau belum. Dalam kehidupan ini hanya ada 2 kemungkinan amal kita. Apakah itu amal baik atau amal buruk. Di setiap detiknya, dua kemungkinan ini akan silih berganti memenuhi catatan-catan amal yang sudah Allah siapkan.

“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah.” ( Al-Insyiqaq: 7-8)

“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak: ‘celakalah aku’. Dan dia akan masuk ke dalam api yag menyala-nyala (neraka).” (Al-Insyiqaq: 10-12)

 ‘Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, ‘aduhai celaka kami. Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan ttidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya?.’ Dan mereka mendapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan rabb-mu tidak menganiaya seorangpun.” (Al-Kahfi: 49)

Dan yang menjadi tugas kita sebagai hambaNya adalah bagaimana membuat kemungkinan-kemungkinan amal tersebut selalu diisi dengan catatan kebaikan.

Semoga di persidanganNya nanti kita sudah siap dengan bekal-bekal pembelaan melalui amalan baik selama di dunia ini. 🙂

*5 agustus 2011, Pukul 23.50 WIB

Iklan

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Trackbacks / Pingbacks

  1. memutar waktu « .::PUTIH-KUNING-HITAM::. - September 27, 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: