#7 Ramadhan: Pensil Ajaib…


Masih ingat dengan episode pensil ajaib SpongeBob??? Itu lho yang pensilnya bisa membuat gambar menjadi hidup dan bergerak.  Kartun yang pertama kali tayang tanggal 26 Oktober 2000 ini telah banyak menyedot perhatian anak-anak. Betapa tidak, bahkan di sebuah stasiun televisi swasta di Indonesia kartun ini ditayangkan pada tiga waktu, pagi, siang dan sore dalam sehari.

Kisah tersebut bermula saat Spongebob dan Patrick menemukan sebuah pensil ajaib.  Pensil tersebut ternyata tidak hanya dapat digunakan untuk menggambar, akan tetapi juga hasil gambarnya dapat bertransformasi menjadi kenyataan. Menjadi makhluk hidup.

Spongebob mencoba untuk menggambar dirinya sendiri. Namun tak disangka gambar tersebut berubah menjadi spongebob tiruan yang jahat. Nama tiruannya itu adalah DoodleBob. Saking jahatnya, DoodleBob itu mengambil pensil ajaib spongebob dan membuat onar dengan merusak rumah spongebob dengan menggunakan ujung penghapus pensilnya.  Penghapus tersebut digunakan untuk menghapus apa saja yang diinginkan DoodleBob termasuk bagian tubuh spongebob.

Singkat cerita ulah keonaran DoodeBob itu akhirnya berakhir setelah spongebob berhasil menangkap DoodleBob dengan memasukkannya ke dalam buku tulis. DoodleBob pun akhirnya terperangkap di dalam buku tulis tersebut.

—TAMAT—

Berbicara mengenai pensil, saya jadi teringat sebuah intermezzo yang disampaikan oleh seorang guru KWN (Kewarganegaraan) saat mengajar di kelas waktu di IC. Beliau  menyampaikan sebuah kisah tentang asal-usul pensil diciptakan.

Jadi begini, dahulu sebelum pensil ada, sang pembuat pensil menitahkan kepada pensil sebelum turun ke dunia agar selalu ingat 5 keistimewaan yang diberikan padanya.

Pertama, bahwa kamu hanya dapat digunakan untuk menulis bila ia berada dalam genggaman siapa yang memilikimu.

Kedua, Untuk meningkatkan kejelasan goresan catatanmu, maka kau harus selalu ditajamkan secara berkala.

Ketiga, Bagian terpenting darimu bukan kulitmu, akan tetapi apa yang ada di dalammu, itulah arang hitam yang bisa menuliskan catatan.

Keempat, kamu juga dibekali penghapus di sisi yang lain agar kamu bisa menghapus setiap kata yang kau salah catat.

Dan yang terakhir, kelima, apa yang kamu tulis akan dibaca orang lain, akan menjadi bukti sejarah bahwa kau bisa bermanfaat untuk yang membaca tulisanmu.

Setelah dibacakan keistimewaan-keistimewaan pensil  tersebut, barulah pensil itu diturunkan ke dunia.

Lalu, guru saya tersebut menyampaikan hikmah dibalik kisah imajinasi tersebut.

Pertama, kita sebagai manusia harus senantiasa ingat bahwa keberadaan kita di dunia ini tentu berada dalam genggaman Allah, berada dalam kekuasaanNya, berada dalam pengawasanNya. Oleh karena itu kita baru akan bisa berkarya bermanfaat bagi umat ini bila kita menyadari hal tersebut, kita hambaNya yang mempunyai tugas untuk beribadah dan mnsyukuri segala nikmatNya.

Kedua, dalam setiap fase kehidupannya manusia selalu menghadapi berbagai cobaan dan ujian. Dimana ujian dan cobaan tersebut tidak lain adalah untuk ‘menajamkan’ kematangan berpikir dan bersikapnya dalam mendewasakan karakter pribadi manusia tersebut. Bila ingin naik tingkat di hadapanNya, maka kitapun harus siap untuk melewati ujian yang tersedia.

“Mahasuci Allah Yang di dalam genggaman kekuasaan-Nya seluruh kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu siapakah di antara kamu yang paling baik amalnya, dan sesungguhnya Dia Mahamulia lagi Maha Pengampun” (QS Al-Mulk [67]: 1-2)

Ketiga, setiap manusia diciptakan Allah dengan berbagai keistimewaannya, ada yang ganteng ada yang cantik dan juga sebaliknya, ada yang cerdas, ada yang kaya, juga ada yang bodoh dan miskin. Namun, Allah memiliki satu parameter untuk menilai hambaNya, bahwa yang menentukan derajat manusia di sisiNya adalah ketaqwaanNya, bukan ‘fisik’ yang terlihat. Bukan ketampanan dan kecantikan yang membuat manusia lebih istimewa, akan tetapi apa yang ada di dalam hatinya. Yaitu Iman dan taqwa.

“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, bila ia baik niscaya seluruh jasad akan baik, dan bila ia rusak, niscaya seluruh jasad akan rusak pula, ketahuilah segumpal daging itu ialah hati.” (H.R. Bukhari)

Keempat, manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Baik besar maupun kecil. Atas kemurahanNya, Allah memeberikan kesempatan ‘penghapus’ taubat bagi manusia untuk bisa men-delete dosa-dosa yang telah dilakukannya di masa lampau. Kesempatan waktu yang banyak itulah yang harusnya digunakan oleh manusia untuk memuhasabah diri dan memperbaiki kesalahan yang telah diperbuatnya.

“Jika kalian melakukan kesalahan-kesalahan (dosa) hingga kesalahan kalian itu sampai ke langit, kemudian kalian bertaubat, niscaya Allah SWT akan memberikan taubat kepada kalian.” (Hadist diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abi Hurairah, dan ia menghukumkannya sebagai hadits hasan dalam kitab sahih Jami’ Shagir – 5235)

Kelima, rangkaian perjalanan hidup kita ini akan menjadi catatan sejarah yang akan diwariskan kepada anak cucu kita nanti. Baikkah atau burukkah catatan perjalanan hidup kita. Apa yang sudah kita ‘tuliskan’ dalam lembaran sejarah ini tentunya akan menjadi sumber inspiirasi bagi generasi penerus kita sesudahnya.

Pensil memang ‘ajaib’ , meski kecil namun bila kita merenungkannya, ada banyak pelajaran yang dapat diambil…

 

Bojong, 6 Agustus 2011

Malam ke-7 Ramadhan 1432 H

Pukul 21.45 WIB

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Trackbacks / Pingbacks

  1. memutar waktu « .::PUTIH-KUNING-HITAM::. - September 27, 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: