#10 Ramadhan: dia pun terbang menemui ayahnya…


“Kamu…” dengan nada marah pamannya berkata, “…sudah diberi uang untuk bayar SPP, tapi ternyata tidak kau bayarkan ke sekolah!”

“Untuk apa saja uang yang sudah om berikan pada fathin?”

Fathin, seorang anak SD yang sudah ditinggal ayahnya sejak kecil, kini harus tinggal bersama paman dan bibinya. Ibunya yang setahun lalu bekerja di Jordan sebagai TKI, kini mulai sakit-sakitan. Karena tak sanggup lagi untuk membiayai sekolah Fathin, akhirnya ia dititipkan ke keluarga Pak Kusnadi, pamannya.

Siang itu, pak Kus menerima surat tagihan dari sekolah Fathin yang isinya adalah tagihan uang SPP selama 6 bulan yang belum dibayarkan. Padahal pak Kus selalu memberinya uang SPP tiap bulan ditambah uang jajan tiap harinya.

“ma…maa…af om.” Sambil menahan sakit di punggungnya yang sejak tadi terkena lecutan sapu lidi itu.

Sesenggukan dan tetes air mata mengalir deras membasahi wajah lugu dan mungil itu. Seorang anak kelas 4 SD yang sudah tidak berayah, kini harus menahan sakit akibat lecutan di punggungnya.

“sebagai hukumannya, mulai sekarang uang jajan kamu saya stop.”

Pak kus berlalu ke kamarnya, meninggalkan fathin begitu saja.

Selang beberapa waktu, datanglah segerombolan teman-teman sekolahnya. Mereka berniat menjenguk Fathin yang pagi tadi tidak masuk sekolah. Mereka mengira fathin sedang sakit, karena tidak biasanya fathin bolos sekolah.   

“Assalamu’alaikum.” Serentak mereka menunggu si depan rumah pak Kus.

Pak Kus pun menemuinya hingga teras rumah.

“Kami kesini mau menjenguk Fathin om, sekalian mau memberikan uang ke Fathin.” Ucap salah seorang teman Fathin

“Uang? Uang apa?”

“ini om, minggu ini fathin yang dapat kocokan arisan kelas 4.”

Sambil menyodorkan amplop putih berisi uang 100 ribu, temannya itu berkata,”ini untuk fathin om, harusnya tadi pagi kami kasih, tapi fathinnya nggak masuk sekolah.”

Fathin, seorang anak yang cerdas dan sederhana ternyata menggunakan uang jajan sehari-harinya dan uang SPP untuk mengikuti arisan kelas, bukan untuk dijajankan yang tidak-tidak.

“Untuk Fathin kami berikan tanpa uang potongan administrasi om, karena kami kasihan melihat Fathin.”

“Dia ikut arisan ini supaya suatu saat, bisa terkumpul uang yang banyak. Uang yang bisa ia gunakan untuk membeli tiket pesawat. Terbang menemui ayahnya.”

Wajah polos Fathin mulai Nampak dibayangan pak Kus, tanpa disadarinya bulir air mata mengalir keluar dari persembunyiannya di kelopak mata. Ia telah merasa bersalah pada fathin karena telah memukulinya karena menduga fathin telah menyalahgunakan uang SPP.

Segera, pak Kus masuk ke dalam kamar fathin, ingin meminta maaf padanya. Pak Kus membangunkan Fathin, suara sesenggukan yang tadi begitu desah terdengar, ini berganti kesunyian, berkali-kali dipanggil fathin ternyata tidak bangun.

Karena ia, anak kecil itu, fathin, sekarang sudah terbang menemui ayahnya dengan uang arisannya tersebut.

Ternyata, lecutan sapu yang dilayangkan Pak Kus tadi, mengenai tulang belakangnya yang rawan, hingga sakit yang dialaminya benar-benar sakit teramat sangat.

“Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, Maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang Mengadakan perbaikan. dan Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs Al-Baqoroh 220).

Bojong, malam ke-1o Ramadhan 1432 H

Pukul 23.30 WIB

Iklan

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Trackbacks / Pingbacks

  1. memutar waktu « .::PUTIH-KUNING-HITAM::. - September 27, 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: