Archive | September 2011

Sepanjang Hidup-Maher Zain


Sepanjang Hidup_Perjalanan Cinta

aku bersyukur kau di sini kasihdi kalbuku mengiringi
dan padamu ingin ku sampaikan

kau cahaya hatidulu ku palingkan diri dari cinta
hingga kau hadir membasuh segalanya
oh inilah janjiku kepadamu

reff:
sepanjang hidup bersamamu
kesetiaanku tulus untukmuhingga akhir waktu kaulah cintaku cintaku
sepanjang hidup seiring waktu
aku bersyukur atas hadirmu
kini dan selamanya aku milikmu

yakini hatiku kau anugerah Sang Maha Rahim
semoga Allah berkahi kita
kekasih penguat jiwaku

berdoa kau dan aku di Jannahku temukan kekuatanku di sisimu
kau hadir sempurnakan seluruh hidupku
oh inilah janjiku kepadamu

repeat reff

yakini hatiku bersamamu ku sadari inilah cinta
tiada ragu dengarkanlah
kidung cintaku yang abadi

repeat reff

http://www.4shared.com/audio/3cV0L5Oq/maherzain-sepanjang_hidup.html

Mau Tahu Sejarah Banten? Nonton Film Ini ‘Titisan Tanah Banten’


Ada berita baru dari dunia perfilman Indonesia. Kali ini, insya Alloh film yang mendidik yang mengajak kita mengetahui sejarah banten dalam balutan film. 
Film yang akan diputar di televisi ini (FTV)  berjudul ‘Titisan Tanah Banten’   dengan Episode Perdana “Cahaya Kewalian”. Anda bisa menyaksikan di Jak TV pada  Minggu, 16 OKtober 2011 Pukul 20.00 WIB. Yang mengejutkan adalah  pemeran utama dalam film ini adalah seorang Ulama yang juga anggota DPR yakni Al Ustadz H Jazuli Juwaeni. Ternyata Ustadz bisa acting juga ya.
Film ini mengungkapkan karakter banten yang terkenal dengan jawaranya dan ulamanya. Ketika moral yang “biadab” merajalela, muncullah ulama yang membebaskan banten dari moral ‘rendahan’ itu. Film ini dibuat untuk menggambarkan Banten di masa jaya saat dipimpin oleh ulama. 
Penasaran kan? Tunggu sampai tanggal 16 Oktober ya. Stay tuned on your own television, guys! Check out this trailer first!

cukup satu minggu saja ya


kalau membaca siklus sakit saya ini kok agak beraturan ya 🙂 tiap semester dapet jatah sekali sakit. dan biasanya 1 atau dua minggu lamanya…

hhmm, semoga sakit yang sekarang cukup seminggu saja.

Allahumma adzhibil ba’tsa isyfii anta syaafi laa syifaan illa syifaa-uka syifa-an laa yughadiru saqomaa.

untuk kawan-kawan yang sudah mendoakan via sms, çok teşekkur ederım…

memutar waktu


#1 Ramadhan: Cover… ini tulisan malam pertama ramadhan, saat itu shalat tarawihnya di masjid al-khasanah, dukuh 7. berangkat bareng sama ibu dan bapak pondokan putra. 
Kenapa diberi judul cover, karena ini awal ramadhan. ya sebagai pembuka gitu. Dan juga terinspirasi dari kejadian malam itu yang berhubungan dengan sebuah pepatah "Don't Judge the book by the cover."
#2 Ramadhan: Cemburu… apa si ini? nggak banget judulnya, no comment lah. pokoknya ini ditulis di rumah pak sudar jam 11 malem. Penghuni rumah lainnya udah pada tidur.
#3 Ramadhan: Jangan sepelekan yang kecil yang ini saya inget, nulisnya sambil nonton tabligh akbar Uje di TV apa gitu (hehe ternyata lupa stasiunnya). 2 jam sebelumnya hampir aja mempermalukan diri krn ga punya duit buat bayar obat di apotek :)
#4 Ramadhan: Mughits, Barirah dan romantikanya nuansa hati malam itu, halahhhh..
#5 Ramadhan: Maaf dengan sangat… mengingat romansa waktu di IC dengan sekarang
#6 Ramadhan: Sidang… pokoknya pas hari itu sesuau banget deh, dikejar-kejar polisi untuk pertamakalinya gara-gara bablas lampu merah :)
#7 Ramadhan: Pensil Ajaib… pas nulis ini jadi teringat dengan kuliah KWN di IC
#8 Ramadhan: Pinta hamba ya Rabb…. ini pas mau ngapain ya? kok sy ada di NB???? Pagi-pagi nulisnya di dalem masjid Nurul Barokah. 
#9 Ramadhan: Pertengahan…(bag-1) wuaaaa, ternyata saya masih punya utang part ke-2 nya. kapan-kapan aja deh :)
#10 Ramadhan: dia pun terbang menemui ayahnya… inget sebuah materi agama pas semester 1 yang di ajar pak Nopri
#11 Ramadhan: Manja… habis muncul di dakwatuna.com langsung saya repost lagi tulisan ini pas subuh-subuh 
#12 Ramadhan: Witing Tresno Jalaran Soko Kulino… saat saya mulai jatuh cinta pada seisi kampung bojong, #eh salah Desa Bojong.
#13 Ramadhan: Ujian kapasitas dan kesabaran dalam menikmati setiap prosesnya… Judulnya paling panjang diantara 29 tulisan lainnya, setelah saya coba submit lagi ke dakwatuna.com akhirnya seminggu setelahnya langsung terbit. Dan ini tulisan ke-4 saya di situs itu.
#14 Ramadhan: Cuci gudang SMS part-2 pas lagi bingung mau nulis apa, soalnya habis tegang bener setelah anak-anak TPA diganggu oleh 'penghuni' kelas pas mau mabit di sekolah.
#15 Ramadhan: Putuskan dalam kondisi ruhiyah terbaik… sambil nonton bola di RS Rizki Amalia Medika nunggu teman KKN yang dirawat. Tulisan ke-5 @ dakwatuna.com
#16 Ramadhan: Dulu kita pernah melakukannya… nulisnya pagi-pagi sebelum sidang tilang.
#17 Ramadhan: Merdeka !/?… yeey tirakatan, makan gulai sapi gratis di balai desa Bojong.
#18 Ramadhan: Meminang kesabaran dan kesyukuran… ini kok sempet-sempetnya ngeblog ya, antara waktu buka dan tarawih.
#19 Ramadhan: Diam tak selamanya salah…. di saat yang lain bochu (bobo chubuh) :)
#20 Ramadhan: (Tidak) ada kesempatan kedua! Pokoknya harus diperbaiki !!!!
#21 Ramadhan: Menulis di padang ilalang.. hari itu lagi nggak sempet nulis, siangnya ada agenda pemenangan pilwali kota Jogja.
#22 Ramadhan: Bahkan… Kini lebih rasanya jauh lebih dalam hoho,, memasuki hari-hari terakhir di tempat KKN
#23 Ramadhan: Ikatan kita… Bukan sembarang ikatan tulisan perdana di fimadani.com dengan perubahan judul menjadi "Muhasabah Cinta 2 sahabat." ini nulisnya pas lagi di Perpus LPI, saat dapet jatah kultum subuh dan tarawih di masjid at-Taubah.
#24 Ramadhan: Mungkin ini yang terakhir.. hiks...hiks... speechless
#25 Ramadhan: SMS Lebaran…. pasca KKN, masih bertahan sehari dulu di asrama sebelum mudik
#26 Ramadhan: Saya pamit… :D parahhh, ni setengah jam sebelum keberangkatan bis jombo-lebak bulus masih aja memposting kartu lebaran -____-'
#27 Ramadhan: LPK horeee, hari pertama di rumah. setelah selesai dg urusan LPK
#28 Ramadhan: Mencintai Sejantan Ali nggak tau mau nulis apa, nggak ada ide, di rumah jadi nggak produktif. udah mikirin rendang sama ketupat :) jadinya cuma repost
#29 Ramadhan: Endorsement.. saya kira ini hari terakhir ramadhan, makanya dikasih judul endorsement, biar klop sama covernya. eh ternyata puasanya nambah sehari lagi.
#30 Ramadhan: A moment to remember.. hari yang mengharukan, setelah siangnya menghadiri pemakaman sang guru tercinta.


Jaket Lembaga …


Sesuai dengan namanya, mereka yang menggunakan jaket ini pasti adalah anggota lembaga yang bersangkutan, paling tidak mereka pernah terdaftar sebagai anggota lembaga tersebut. Meski tak jarang, ada beberapa orang yang hanya memesan jaket tersebut tanpa tergabung ke dalam lembaga tersebut.

Jadilah mereka disebut sebagai aktivis jaket. Aktivis yang hanya memanfaatkan jaket sebagai symbol yang dipertunjukkan kepada orang lain dan menobatkan dirinya sebagai seorang aktivis. Setiap ada penawaran jaket terbaru, langsung ia pesan tak peduli berapa harganya. Yang penting ia memiliki jaket lembaga tersebut.

Bahkan, bisa diperhatikan tiap harinya ia selalu berganti jaket, senin selasa rabu kamis jumat sabtu ahad, jaket yang dikenakannya berbeda. Maklum, banyak jaket tersimpan  dalam almarinya. Mulai dari yang warna merah kuning hijau dilangit yang biru (sesuatu banget yah warnanya :p) hilir berganti ia gunakan.

Sebenarnya tak ada larangan untuk memiliki jaket lembaga sebanyak-banyaknya. Hanya saja konsekunsi yang harus ia pegang selama memakai jaket tersebut haruslah menunjukkan identitasnya sebagai anggota lembaga yang bersangkutan. Misalnya, ia tergabung dalam anggota lembaga dakwah, mbok ya kalau sedang memakai jaket tersebut jangan ngebut-ngebutan di jalan. Apalagi kalau ada motor yang kesenggol, kan tulisan dibelakang jaket biasanya ditulis gede-gede. LEMBAGA DAKWAH X. Interaksi lawan jenisnya tidak dijaga, merasa tidak bersalah saat telat menghadiri undangan sampe ditunggu berjam-jam, lalu berdalih “afwan, ane habis ada daurah ini, syuro itu, konsoldasi anu.”  Atau, kalau sedang memakai jaket lembaga keilmuan, sadar diri lah jangan sampai telat masuk kelas, atau contek-contekan di kelas. Malu ah…

Satu hal yang mungkin akan orang lihat dari penampilan kita adalah mereka akan memberi perhatian lebih dan juga menimbulkan ekspektasi berlebih atas segala tindakan yang kita lakukan. So, manfaatkan jaket lembaga untuk SYIAR KETELADANAN bukan sekedar pamer banyaknya lembaga yang diikuti. 

 

#06.00, 27 September 2011

Blimbingsari, Yogyakarta

Saya pun (bisa) kecewa…


Berada di sebuah lembaga yang belum stabil memang membutuhkan kestabilan emosi. Menjadi bagian dari komunitas yang sensitif juga membutuhkan kehati-hatian dalam bersikap. 

Karena diantara kita banyak kepentingan, banyak harapan dan juga pasti akan banyak friksi-friksi kemanjaan usia mahasiswa. Akan banyak prasangka bila tak ditabayyunkan telebih dahulu. Akan banyak kecewa bila merasa diri sendiri paling capek dan paling banyak kerja. Akan banyak kemalasan, bila sang merpati takkan pernah mau menjejaki bumi. 

Saya juga tak mengerti kenapa di lembaga ini mudah sekali muncul friksi-friksi kemanjaan. Meski demikian, saya tetap menganggapnya sebagai bagian yang memang semestinya ada dalam perjalanan lembaga ini. 

Bolehlah di luar sana, mungkin di belakang, mungkin lewat sms-sms, mungkin lewat chat, mungkin lewat fb atau telpon-telponan ada prasangka-prasangka yang muncul. Tapi saya juga ingin menyampaikan bahwa;

1. Saya kecewa jika ada yang diberi amanah (dan sudah diringankan) ternyata tidak menjalankan amanahnya dengan alasan ada amanah lain yang lebih penting.

2. Saya kecewa bila ada yang diminta untuk melakukan hal yang sangat mudah dan ringan, lalu menolaknya. Bukan sekedar menolak tapi diiringi alasan-alasan yang merendahkan.

3. Saya kecewa bila ada yang diminta untuk melakukan pekerjaan ‘anak SD’ lalu berkata: “suruh si anu saja, minta ke si ini saja”

Sudah,… kecewa saya cukup pada 3 point di atas. Tak perlulah kecewa banyak-banyak pada manusia. Karena manusia memang tak ada yang sempurna, pasti ada banyak kekurangannya. Dan termasuk saya juga banyak kekurangannya. selebihnya,, saya bangga pada kalian.. Dan kebanggaan itu bisa jadi melebihi tiga point di atas. 

Satu hal lagi, kalau ingin menjadi orang besar jangan sepelekan hal-hal yang kecil. Jangan remehkan hal-hal sepele. 

insya Allah..


Madiun, daerah paling timur yang sudah ku tempuh. 

Pekanbaru, daerah paling barat yang juga sudah ku tempuh.

Ah, masih terlalu sempit dunia yang ku jejaki. 

Padahal bumiNya terhampar luas menyajikan eksotika penuh kekaguman. 

Do’akan ya kawan, insya Allah Oktober tahun depan, bila tidak ada halangan saya akan menjejakkan kaki di belahan bumi sebelah barat. Perpaduan antara barat dan timur. antara modernitas dan budaya lokal. antara eropa dan asia. antara sejarah dan masa depan kegemilangan.

Ya ALLAH permudahkanlah urusan kami, berikanlah kekuatan iman dan dorongan kepada kami, sesungguhnya kami dalam perjalanan mencari sebuah kehidupan yang lebih hakiki… Amin