memutar waktu


#1 Ramadhan: Cover… ini tulisan malam pertama ramadhan, saat itu shalat tarawihnya di masjid al-khasanah, dukuh 7. berangkat bareng sama ibu dan bapak pondokan putra. 
Kenapa diberi judul cover, karena ini awal ramadhan. ya sebagai pembuka gitu. Dan juga terinspirasi dari kejadian malam itu yang berhubungan dengan sebuah pepatah "Don't Judge the book by the cover."
#2 Ramadhan: Cemburu… apa si ini? nggak banget judulnya, no comment lah. pokoknya ini ditulis di rumah pak sudar jam 11 malem. Penghuni rumah lainnya udah pada tidur.
#3 Ramadhan: Jangan sepelekan yang kecil yang ini saya inget, nulisnya sambil nonton tabligh akbar Uje di TV apa gitu (hehe ternyata lupa stasiunnya). 2 jam sebelumnya hampir aja mempermalukan diri krn ga punya duit buat bayar obat di apotek :)
#4 Ramadhan: Mughits, Barirah dan romantikanya nuansa hati malam itu, halahhhh..
#5 Ramadhan: Maaf dengan sangat… mengingat romansa waktu di IC dengan sekarang
#6 Ramadhan: Sidang… pokoknya pas hari itu sesuau banget deh, dikejar-kejar polisi untuk pertamakalinya gara-gara bablas lampu merah :)
#7 Ramadhan: Pensil Ajaib… pas nulis ini jadi teringat dengan kuliah KWN di IC
#8 Ramadhan: Pinta hamba ya Rabb…. ini pas mau ngapain ya? kok sy ada di NB???? Pagi-pagi nulisnya di dalem masjid Nurul Barokah. 
#9 Ramadhan: Pertengahan…(bag-1) wuaaaa, ternyata saya masih punya utang part ke-2 nya. kapan-kapan aja deh :)
#10 Ramadhan: dia pun terbang menemui ayahnya… inget sebuah materi agama pas semester 1 yang di ajar pak Nopri
#11 Ramadhan: Manja… habis muncul di dakwatuna.com langsung saya repost lagi tulisan ini pas subuh-subuh 
#12 Ramadhan: Witing Tresno Jalaran Soko Kulino… saat saya mulai jatuh cinta pada seisi kampung bojong, #eh salah Desa Bojong.
#13 Ramadhan: Ujian kapasitas dan kesabaran dalam menikmati setiap prosesnya… Judulnya paling panjang diantara 29 tulisan lainnya, setelah saya coba submit lagi ke dakwatuna.com akhirnya seminggu setelahnya langsung terbit. Dan ini tulisan ke-4 saya di situs itu.
#14 Ramadhan: Cuci gudang SMS part-2 pas lagi bingung mau nulis apa, soalnya habis tegang bener setelah anak-anak TPA diganggu oleh 'penghuni' kelas pas mau mabit di sekolah.
#15 Ramadhan: Putuskan dalam kondisi ruhiyah terbaik… sambil nonton bola di RS Rizki Amalia Medika nunggu teman KKN yang dirawat. Tulisan ke-5 @ dakwatuna.com
#16 Ramadhan: Dulu kita pernah melakukannya… nulisnya pagi-pagi sebelum sidang tilang.
#17 Ramadhan: Merdeka !/?… yeey tirakatan, makan gulai sapi gratis di balai desa Bojong.
#18 Ramadhan: Meminang kesabaran dan kesyukuran… ini kok sempet-sempetnya ngeblog ya, antara waktu buka dan tarawih.
#19 Ramadhan: Diam tak selamanya salah…. di saat yang lain bochu (bobo chubuh) :)
#20 Ramadhan: (Tidak) ada kesempatan kedua! Pokoknya harus diperbaiki !!!!
#21 Ramadhan: Menulis di padang ilalang.. hari itu lagi nggak sempet nulis, siangnya ada agenda pemenangan pilwali kota Jogja.
#22 Ramadhan: Bahkan… Kini lebih rasanya jauh lebih dalam hoho,, memasuki hari-hari terakhir di tempat KKN
#23 Ramadhan: Ikatan kita… Bukan sembarang ikatan tulisan perdana di fimadani.com dengan perubahan judul menjadi "Muhasabah Cinta 2 sahabat." ini nulisnya pas lagi di Perpus LPI, saat dapet jatah kultum subuh dan tarawih di masjid at-Taubah.
#24 Ramadhan: Mungkin ini yang terakhir.. hiks...hiks... speechless
#25 Ramadhan: SMS Lebaran…. pasca KKN, masih bertahan sehari dulu di asrama sebelum mudik
#26 Ramadhan: Saya pamit… :D parahhh, ni setengah jam sebelum keberangkatan bis jombo-lebak bulus masih aja memposting kartu lebaran -____-'
#27 Ramadhan: LPK horeee, hari pertama di rumah. setelah selesai dg urusan LPK
#28 Ramadhan: Mencintai Sejantan Ali nggak tau mau nulis apa, nggak ada ide, di rumah jadi nggak produktif. udah mikirin rendang sama ketupat :) jadinya cuma repost
#29 Ramadhan: Endorsement.. saya kira ini hari terakhir ramadhan, makanya dikasih judul endorsement, biar klop sama covernya. eh ternyata puasanya nambah sehari lagi.
#30 Ramadhan: A moment to remember.. hari yang mengharukan, setelah siangnya menghadiri pemakaman sang guru tercinta.


About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

One response to “memutar waktu”

  1. akio says :

    pas aku baca maaf dengan sangat dulu pas dibojong..jadi merasa bersalah…eh ternyata itu ya maksudnya..hehehe tapi memang memaafkan itu sangat susah ya >.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: