Archive | Januari 2012

KP di Edwar Technology


alhamdulillah ini hari ke-2 saya KP di Edwar Technology, lab nya Pak Warsito, sang Penemu alat pemindai 4D. Entah kenapa juga saya bisa ‘terjebak’ di lab ini. awal mulanya daftar di BTL-BPPT, tapi kemudian di pondah di MEPPO-BPPT dan akhirnya atas kebaikan hati dosen pembibing saya di BPPT akhirnya berlabuh di tempat yang merupakan tempat orang-orang hebat ini.

*semoga ilmunya bisa nular juga ūüôā

lanjutan postingan di bawah… kisah kita berakhir di januari


berat bebanku meninggalkanmu
separuh nafas jiwaku sirna

bujan salahmu apa dayaku
mungkin benar cinta sejati
tak berpihak pada kita

reff: kasihku sampai di sini kisah kita
jangan tangisi keadaannya
bukan karena kita berbeda

dengarkan, dengarkan lagu-lagu ini
melodi rintihan hati ini
kisah kita berakhir di januari

selamat tinggal kisah sejatiku
ooo pergilah

pengen muter nasyid ini sepanjang malam ini…


Di sini kita pernah bertemu
Mencari warna seindah pelangi
Ketika kau menghulurkan tanganmu
Membawaku ke daerah yang baru
Dan hidupku kini ceria

Reff:
Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ingatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu

Kenangan bersamamu
Takkanku lupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa

Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya kita dipisahkan
Mungkinkah menguji kesetiaan
Kejujuran dan kemanisan iman
Tuhan berikan daku kekuatan

back to reff:

Mungkinkah kita terlupa
Tuhan ada janji-Nya
Bertemu berpisah kita
Ada rahmat dan kasih-Nya

Andai ini ujian
Terangilah kamar kesabaran
Pergilah gulita hadirlah cahaya

back to reff:

Diselamanya
(ending)

baca yuk!!!


setelah beberapa hari terakhir ini menjadikan acara ngabuburit sore di Gramedia sebagai kegiatan rutin, akhirnya ketemulah buku-buku yang selama ini dicari.

dan ini target buku selanjutnya:

Raudatul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqin….

semoga rampung dibaca, dan DIAMALKAN ūüėÄ

renungan hari ini


“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah ALLAH,” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata),¬†“Janganlah kamu merasa bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijnjikan kepadamu.”

 

“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia-akhirat, di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.”

 

“Sebagai penghormatan (bagimu) dari (ALLAH) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

 

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada ALLAH dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?”

 

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik,maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

 

“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.‚ÄĚ

 

“Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaa,¬†maka mohonkanlah perlindungan kepada ALLAH, Sungguh Dialah yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

 

(QS. Fushilat: 30-36)

 

 

topeng


ini tamparan yang kesekian dan bertubi-tubi…

supaya kita semua sadar bahwa selama banyak wajah-wajah bertopeng…

atau saudara sendiri yang menikam dari belakang.

 

kam minna laisa fiina, wa kam fiina laisa minna…

 

memoar 25 Desember 2011


Mungkin beginilah perasaan Rasulullah dan para sahabat saat kalah dalam perang uhud. Dalam malam yang sunyi, dibawah langit yang cukup cerah malam ini, ikhwan-ikhwan mulai dibariskan di gelanggang dengan kondisi suara tertinggal 800-an suara…

Dimulai dengan sedikit taujih, perlahan para ikhwan mulai menitikkan air mata, tapi kita tetap harus keluar dari gelanggang dengan wajah yang tegap.

Pemberi taujih berkata, “setahun yang lalu, 2 tahun yang lalu, kita keluar dari gelanggang ini dengan takbir. Sekarang, apakah kalian berani meneriakkan takbir malam ini?”

Kamipun menjawab dengan agak berbisik, “berani!.”

Maka, malam ini gelanggang berhasil diguncangkan dengan takbir yang menyejarah…

jazakumullah khair atas kerja keras dan do’a antum sekalian….

kita semua telah menjadi pelaku sejarah dari dakwah kampus UGM. Tetap tersenyum, esok hari kita akan menyambut era baru dakwah kampus UGM.
ALLAHU AKBAR!!!!!

ujung-malam