galau amanah


Adanya amanah, bukan untuk sekedar kita lihat berhasil atau tidak amanah itu diemban, akan tetapi tercela atau muliakah kita dalam mengemban amanah itu.

Setiap diri kita pasti akan selalu bertemu dengan yang namanya amanah, bahkan dalam waktu uang sekalipun, ada amanah yang sedang kita emban. Sebagai hamba Allah, itu amanah terberat.

Termasuk juga amanah-amanah lembaga/organisasi/hizb atau lainnya, semuanya menuntut totalitas dan kesungguhan dalam menjalaninya.

Tentu banyak hambatan, banyak kegalauan yang menerpa kita dalam menjalani sebuah amanah, terlebih lagi bila konteks amanah itu menjadi bagian dari amanah-amanah orang lain. Ketika kita menjadi bagian dari sebuah komunitas dengan amanah yang sama, tentu pernah ada masa-masa dimana ada ketersinggungan dengan yang lain, merasa tidak cocok dengan amanah, merasa tidak mendapat partner yang se-frame, merasa sendiri dan lain sebagainya.

Namun yang pasti, jangan sampai amanah yang ada itu justru membuat ukhuwah antara saudara kita retak. Karena teralalu sibuknya dengan amanah hingga melupakan nilai-nilia ukhuwah antar sesama, mengabaikan hak-hak orang lain yang juga perlu dipenuhi.

Ibarat sedang membangun istana, jangan sampai puing-puing bangunannya merusak taman-taman di sekitar. Istana harus tetap dibangun, akan tetapi keindahan taman harus tetap dijaga.

Itulah amanah yang merusak ukhuwah. Benih-benih perpecahan dan kekecewaan biasanya muncul dari sebuah amanah, sehingga lagi-lagi disini amanah menguji kesungguhan kita dalam berdakwah, apakah dakwah yang kita lakukan selama ini hanya untuk amanah?

Amanah itulah yang sebenarnya akan membentuk diri kita nantinya. Semakin layak kapasitas seseorang, maka amanah yang akan diberikan pun akan semakin berat. Dan amanah itu pulalah yang akan menjaga kita dari kefuturan. Karena futur bisa saja terjadi bila tidak ada ruang-ruang kebaikan yang kita isi.

Oleh karenanya, bersemangatlah dalam menjalakan amanah yang sudah dipercayakan pada kita, biarlah amanah itu datang sendiri sesuai dengan kapasitas yang kita miliki. Jangan meminta datangnya amanah bila tidak ada perbaikan kapasitas diri, karena amanah bukan untuk diminta dan dicari tapi untuk dijalani.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: