pemain, penonton, dan komentator


kita bukan penonton, kita bukan pengamat, apalagi sekedar komentator. biarlah suara penonton itu riuh rendah memuji atau bahkan mencaci, biarlah para pengamat itu berstrategi dan berimajinasi, biarlah para komentator itu mengapresiasi atau bahkan menghakimi.

mereka di luar lapangan, yang tak tahu bagaimana kerasnya pertandingan, yang tak merasakan bagaimana teriknya lapangan, yang tak menyeka peluh dan cucur keringat dari badan.

karena dalam tiap pertandingan ada beda antara pemain dan komentator, ada jarak antara pemain dan penonton. Silahkan mainkan peran masing-masing, tapi kami memilih untuk bermain di lapangan untuk memenangkan pertandingan, bukan jadi pecundang yang lari dari kekalahan.

“Tidaklah sama orang-orang beriman yang duduk (tidak pergi jihad) tanpa memiliki udzur (alasan yang benar), dibanding orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya. Allah mengutamakan satu derajat bagi orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya di atas orang-orang yang duduk saja. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-oang yang duduk dengan pahala yang besar.”

(QS. An Nisa: 95)

Blimbingsari, 05.52 WIB, 3 April 2012

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: