ketika peribahasa berubah menjadi “Unzhur Man qaala walaa tanzhur Ma qaala”


banyak orang yang hanya mempermasalahkan “kulit”. ketika seseorang sudah benci pada suatu golongan, maka apapun pernyataan yang dikeluarkan oleh orang-orang dari golongan itu akan serta merta langsung diuapkan, tak berbekas. kata-katanya diacuhkan meski itu berupa kebenaran.

logikanya sudah mendahului pandangan hati, sehingga emosinya berjalan lebih didepan ketimbang hati nurani. peribahasa “unzhur maa qaala wa laa tanzhuur man qaala” kini berubah menjadi “unzhur man qaala walaa tanzhur ma qaala.”

Saat itulah peribahasa berubah dari “lihatlah apa yang dikatakan jangan melihat siapa yang mengatakan” berubah menjadi “lihatlah siapa yang mengatakan jangan melihat apa yang dikatakannya.”

 

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: