Meski kecil, meski sedikit, tetaplah menebar manfaat….


Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit, jadilah belukar, tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau. Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar, jadilah saja rumput, tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan. Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya, jadilah saja jalan kecil tetapi jalan setapak yang , membawa orang ke mata air. [Douglas Malloch]

Bukan pada besar kecilnya amanah, bukan pula pada tinggi rendahnya posisi. Nilai kita di mata Sang Pencipta hanyalah dilihat dari ketaqwaannya. Seberapa jauh ia memahami hakikat kehidupannya ini. Adakah hanya sekedar singgah sementara, atau kemudian terlena dengan segala gemerlapnya dunia.

Kita hidup berdampingan dengan orang lain. Berkoloni dan membetuk sebuah entitas masyarakat yang jumlahnya tidak sedikit, apalagi banyak kepentingan, banyak karakter, banyak hal yang membuat kita kadang menjadi asing dalam komunitas tersebut.

Tapi, tidakkah pernah kita sadari bahwa keberadaan kita di dunia ini, interaksi dengan berbagai karakter manusia menuntut kita untuk bisa menjadi sosok yang bermanfaat bagi lingungannya. Tak hanya mencari keuntungan untuk diri sendiri.

Kita punya potensi dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sementara di sisi lain orang lain pun juga memiliki potensi dalam bidang yang mungkin tak sama dengan diri kita. Oleh karenanya keseluruhan potensi itu seyogyanya menjadi sebuah gabungan potensi besar untuk memberikan kebermanfaatan yang lebih besar pula. Tak pandang apa posisi kita di mata mereka, tak melihat strata social yang ada, karena tiap diri kita pasti memiliki pos aktualisasi potensi yang mungkin berbeda dengan orang lain.

Belajarlah dari melati, ia tak pernah iri melihat bunga matahari yang tinggi menjulang, atau pada anggrek yang begitu anggun, atau pada tulip dengan aneka warna yang dimilikinya. Melati sadar, bahwa ia tak seperti bunga yang lain, dan memang tak perlu untuk disamakan. Tapi ia tetap memiliki misi yang sama dengan bunga yang lain, memberikan keharuman pada sekelilingnya..

Meski kecil, meski sedikit, tetaplah menebar manfaat….

Karena Allah tak melihat besar kecilnya jumlah kita, tapi keberkahan dan manfaat yang bisa dirasakan orang lain dengan adanya kita.

NtMS Selasa Sore, 10 April 2012

Iklan

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: