Dilema #3 : Ketoprak dan rasa yang nggak bisa bohong


“Nak, kenapa ya ketoprak kita sekarang nggak laku? Padahal dulu kan ramai sekali orang datang membeli. Apalagi kini bapak sudah tua,  hanya menggantungkan penghasilan dari sini saja.”

“Hmm, pak mungkin selera masyarakat sini sudah berubah, atau sudah ada jajanan baru yang lebih menarik… atau bisa jadi harus ada yang diubah dari menu ketoprak kita pak. Kita belum survey pak… itu sih asumsiku saja”

“Baiklah, sekarang coba kamu yang perbaiki menunya…”

Si anak kemudian, berupaya mencari ide agar dagangan ketoprak bapaknya laku, marketingnya menarik dan tampilan yang lebih fresh. Si anak kemudian, mulai dengan memperbaiki kualitas bahan-bahannya… Sayuran yang lebih segar, tahu yang dibelinya langsung dari pabrik dan tidak mengandung pengawet, mie, tempe, ketupat yang sudah dimasak dengan resepnya sendiiri, sehingga tidak mudah basi seperti sebelumnya.
Dan tibalah saat ia mencoba memvariasikan resep bumbunya. Mungkin selama ini terlalu manis. Belum selesai ia membuat bumbunya si bapak berseloroh,

“Nak, ini bumbunya…”
Si anak pun serba salah, disatu sisi ia sedang membuat bumbu, di sisi lain ternyata si bapak telah menyiapkan bumbunya.

“Pak, bolehkah kali ini saya mencoba bumbu yang baru?”

“Jangan, ini resep bumbu yang sudah turun temurun di wariskan. kita harus menjaganya. Kamu boleh memperbaiki bahan-bahannya tapi jangan MENGGANTI bumbunya”

“Tapi pak…”

Si anak tak berani berkata lebih jauh, ia diam saja tak ingin lagi berdebat. Ia masih takzim pada bapaknya itu. Semua bahan-bahan yang telah ia siapkan, dengan template tampilan menu yang sudah disiapkan, dengan variasi komposisi sayuran yang dibayangkan, dengan bumbu baru yang ia hadirkan… ternyata masih jauh. Ia tak bisa berbuat apa-apa saat si bapak berkata, “ini resep bumbu yang sudah turun temurun di wariskan. kita harus menjaganya.”

Ah,, rasa memang tidak bisa bohong. Tapi rasa itu kan bisa berubah, rasaku, rasamu, rasa kita semua. selamat merasa-rasa.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: