Hidup memang kumpulan amanah…


Sering, saya atau bahkan kita pun merasakannya, masalah demi masalah datang bergiliran seolah-olah hidup ini penuh masalah. Amanah demi amanah datang menghampiri seolah tak ada waktu untuk sekedar ‘beristirahat’, atau tumpukan tuntutan demi tuntutan yang senantiasa menagih janji untuk segera ditunaikan.

Ada seorang adik yang bertanya,

“kak, sampai kapan kita terus berlelah-lelah mengurusi ‘hak’ orang lain, padahal hak kita sendiri kadang terabaikan?”.

“maksudnya apa dek?”

“seringnya amanah yang saya terima justru membuat diri saya tidak ‘terurus’, akademik kacau, waktu untuk keluarga semakin sedikit, bahkan saking banyaknya tuntutan itu saya sering lupa bahwa diri ini sebenarnya tidak begitu kuat untuk menampung semua amanah intu. Hanya bermodal kenekatan dan keinginan untuk memberi lebih pada orang lain.”

Saya pun kadang- atau bisa dibilang sering- merasakannya, seseorang dituntut untuk multitasking tapi ia sebenarnya tak begitu kuat untuk menyelesaikannya dalam satu waktu. Ada banyak tipe-tipe manusia dengan beragam krakteristiknya dan bermacam kemampuan menyelesaikan amanah dengan cepat dan selesai dengan baik. Namun ada pula diantara mereka yang porsi pembelajarannya masih begitu besar ketimbang porsi aktualisasi diri, butuh waktu sedikit lebih banyak untuk belajar menyelesaikan segala tuntutan yang dihadapinya.

Di samping amanah, mungkin ada lagi ‘PR-PR’ yang harus diselesaikan. Masih ada banyak tanggungan di luar ‘amanah formal’ yang harus segera tertunaikan. Amanah itu akan menjadi masalah jika tak disikapi sebagai bentuk penghambaan kita padaNya. Amanah memang akan terasa berat saat tak ada punggung yang kuat tempat memikul dan bersandar saat lelah mendera. Masalah demi masalah memang datang silih berganti, namun beragam cara Allah selalu memberikan jalan keluar pada hambaNya yang hanya bersandar dan mengadu padaNya.

Sebelum masalah datang, kadang kita menganggapnya seperti gulungan ombak berlapis-lapis, tapi ketika kita hadapi dengan tenang, jalani penuh keikhlasan ia akan seperti riak-riak kecil bak buih berhamburan.

Jika Allah selalu dilibatkan dalam setiap urusan kita, insya Allah semua amanah, segala beban dan setumpuk masalah akan dapat terlewati dengan sempurna. Selesai dengan baik dan berbuah surga di akhirnya. Pertolongan Allah inilah yang pada akhirnya akan selalu memberikan ketenangan dalam setiap aktifitas yang kita jalani, karena Ia selalu dihadirkan dan sebagai tempat bersimpuh dalam segala kondisi, baik susah ataupun senang.

“Dan Dialah yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui Maha Bijaksana.” (al Fath:4)

 

Blimbingsari-Depok-Sleman

14 Zulhijjah 1433 H

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

One response to “Hidup memang kumpulan amanah…”

  1. Isti Andini L says :

    Ana izin repost dg sedikit perubahan pada kata2 ini “Sebelum masalah datang, kadang kita menganggapnya seperti gulungan ombak berlapis-lapis, tapi ketika kita hadapi dengan tenang, jalani penuh keikhlasan ia akan seperti riak-riak kecil bak buih berhamburan.”
    syukran..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: