Archive | Oktober 2012

Allah dulu, Allah lagi…. Allah terus


Sampai pada titik ini saya semakin menyadari bahwa jika semua yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini adalah jawaban atas setiap do’a-do’a yang terpanjatkan. Allah tempat bergantung segala urusan, Allah pula satu-satunya tempat meminta. Allah tempat curhat yang paling setia, Dia yang akan memberikan solusi atas segala curhatan atas problematika yang kita hadapi.

Segala sesuatu yang ada di dunia ini milikNya. Harta dunia, keindahan semesta, bahkan sampai hati manusia dikendalikan oleh Nya. Dia lah Yang Maha Membolak-balikkan hati. Dia pula yang bisa menggerakan hati-hati manusia agar bisa tertunduk dihadapanNya.

Jika menginginkan sesuatu, mintalah hanya pada Allah. Dimulai dengan ikhtiar yang benar, ibadah yang memperkuat amal, dan tawakkal yang menegarkan setiap hasil keputusan. Prinsip Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus memang benar adanya. Jika semua kesulitan hidup dianggap sebagai sebuah fase kehidupan yang harus dijalani, maka cara menghadapinya bukan menghindar, melainkan meminta ketegaran dan kekuatan untuk bisa menghadapinya dengan baik.

Selama Allah masih dijadikan satu-satunya tempat bergantung, insya Allah, Dia takkan pernah membiarkan kita terjerembab dalam kesulitan-kesulitan atas problematika yang ada. Allah lah jalan keluar atas segala harap dan pinta kita. Yang terpenting adalah, istiqomah selalu di atas jalan yang dikehendakiNya.

Menjadi hamba yang di cintaiNya adalah dengan melaksanakan amalan-amalan yang dicintaiNya dan amalan-amalan kekasihNya, Rasulullah SAW.

Dan.. kemarin siang, Allah menunjukkan ke-Maha-Besaran-Nya kembali saat ujian pendadaran yang jauh di luar dugaan saya sebelumnya. Bahkan dosen pembimbingpun terheran-heran dengan proses sidang yang berjalan satu setengah jam itu. Lagi-lagi saya meyakini bahwa Allah lah penggenggam hati manusia, yang bisa membolak-balikkan hati sesuai kehendakNya. Hingga akhirnya, saat tetes terakhir gerimis siang hari kemarin menyentuh bumi… terucapkan.

“mohon maaf, kami tidak bisa memberi nilai yang lebih lagi pada anda, hanya ini nilai yang bisa kami berikan.”

seorang penguji lain kemudian berkatan, “ya, kami tidak bisa memberi nilai lebih lagi karena nilai kamu sudah maksimal.’

Allahu Akbar…. tak henti-hentinya terucap dalam hati kala itu. Proses persidangan yang belum pernah terbayangkan dan terpikirkan oleh saya sebelumnya, bahkan oleh dosen pembimbing sekalipun.

fabiayyi a-laa-i rabbikuma tukadzdzibaan .

 

Depok, Sleman 18 Oktober 2012

hatiku seperti apa?


seperti apakah sebenarnya hati mereka itu saat ini… 

seperti batu kah? hmm.. jawabannya mungkin bukan. karena kerasnya bukan keras kepala.

seperti baja? mungkin saja, Hati mereka setegar baja, kokoh tak bergeming menghadapi semua persolan ini.

 

Lalu aku?

Bukan Dilema #1


Dakwah adalah cinta.. dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu, sampai pikiranmu, perhatianmu, berjalan, duduk dan tidurmu..

Memang seperti itulah dakwah, menyedot saripati energimu, sampai tulang belulangmu, sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu.. Memang seperti itulah dakwah….(Alm. KH. Rahmat Abdullah)

 

selamanya tetap cinta….

 

Ironi #1


Jika sebuh event “x” diselenggarakan oleh komunitas “x” maka si “x” akan terus membanggakan prestasi kegiatan “x” tersebut… meski jalannya kegiatan “x” tidak sesuai harapan. Dan komunitas “x” pun akan ‘memaksa” komunitas “y” unuk mensukseskan event “x” tersebut…

Akan tetapi jika sebuah event “y” diselenggarakan oleh komunitas “y”, maka si “x” dan komunitas “x” takkan peduli dengan event “y’ tersebut dan tak menganggap adanya event “y” itu bahkan cenderung terus mengecilkan tiap event yang diadakan “y”…

#abaikan

*mulai tidak jelas lagi

sudahlah, terus bekerja, bekerja itu untuk ALLAH…