Ironi #2 : “Citra”


X: “Tolong ya, kalau ada acara lembagamu, undang kader kami sebagai pembicara atau moderator.”

Y: “acara apa dulu ni?”

X: “ya, acara apa aja.. kan bulan-bulan ini bulan penokohan. Mau jadi pembicara di acara upgrading lembaga kalian atau pun jadi moderator juga bisa, yang penting bisa tertokohkan.”

secara prinsip, saya sama sekali nggak mempermasalahkan dialog di atas, bahkan sebagai wujud satu kesatuan lembaga X dan Y harusnya memang bersinergi seperti itu. NAMUN, yang menjadi masaialah adalah jika ada statement justifikasi yang menyatakan:

“Lembaga Y itu nggak bagus kaderisasinya, masa’ untuk mengadakan seminar atau sekedar diskusi saja harus mendatangkan kader lembaga X sebagai pembicara. Kemana aja anak X, emangnya nggak ada yang bisa dikaryakan sampai untuk posisi sebagai moderator saja harus mendatangkan orang luar.”

Arghhh. jika saja antar lembaga bisa saling mengerti,, tak ada justifikasi atau statement yang merendahkan.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: