lagi-lagi…. dan SELALU…


Akhir-akhir ini saya sulit untuk mendefinisikan rasa yang sesungguhnya ada di dalam hati. Entah beberapa peristiwa yang terangkai begitu sempurna telah diskenariokan. Saya sempat bingung, heran atau mungkin lebih tepatnya takjub atas semua peristiwa yang terjadi.

Ketika dihadapkan pada sebuah realita, kita mungkin sering membanding-bandingkan dengan apa yang disebut impian. Kadangkala impian yang sudah mati-matian diupayakan, namun terhenti begitu saja tanpa ada bekas terlihat dari keseluruhan prosesnya. Terkadang, realita menjadi sesuatu yang sangat menakutkan bila mereview kembali apa idealita yang dulu diperjuangkan.

Namun, Allah memberikan jalanNya yang sangat indah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Beragam sekenario manusia, hasrat dan nafsu yang meliputi segala upaya manusia mengejar mimpinya akan mudah terpatahkan dengan “kun” Nya. Ketika Dia berkehendak jadi, maka jadilah ia. Domain manusia menjadi poin penting dari keseluruhan aktivitas kehidupannya adalah sesuatu bernama proses.

Rezeki, jodoh, maut adalah takdir Allah yang memang sudah disiapkan bagi setiap hamba-hambaNya di muka bumi. Setiap diri sudah memiliki jatah usia, porsi rezeki dan waktu kapan ajal akan datang menjemput. Dari keseluruhan takdir-takdir tersebut, Allah memerintahkan kepada manusia untuk senantiasa memperbagus setiap amalnya, memperbaiki akhlaknya dan menjaga keistiqomahan dalam menjalani kehidupan ini. Pernah seorang ustadz berkata kepada saya, “Rezeki itu nggak perlu dicari. Setiap manusia sudah memiliki catatan rezekinya masing-masing. Yang harusnya dicari adalah keberkahan rezeki itu sendiri. Disini bukan berarti menjadikan manusia pasrah namun melihat dalam sisi lain bahwa memang yang perlu kita utamakan adalah keberkahan rezekinya. Bukan nilai nominal.”

Ada banyak manusia yang hartanya berlimpah, mobil mewah dan perhiasan indah lainnya dimiliki, namun harta yang ia perolah tak sediktpun memberikan ketenangan kepadanya. Justru, ia semakin resah dan khawatir kehilangan harta benda yang selama ini dipuja dan dibanggakannya. Juga di sisi lain, seorang yang berpenghasilan secukupnya, mampu mendapatkan ketenangan lahir bathin atas setiap rezeki yang ia peroleh. Tak pernah ada keluhan, pesimisme dan ketidaksabaran dalam menerima rezeki secukupnya itu. Bagi saya, definisi rezeki secukupnya, bukan berarti mengecilkan nilai rezeki yang Allah berikan, namun pada bagaimana seorang mensyukuri berapapun rezeki yang ia dapat. Dikala berlimpah, kesyukuran menjadi pengiring kenikmatannya, namun saat ia sedang susah, kesabaran menjadi pelindungnya dari kekufuran.

Jodoh, hampir mirip dengan rezeki. Dia sudah menggariskan takdir pada siapa hati ini akan berlabuh. Pada siapa ikatan suci ini akan disematkan. Dan pada siapa tanggung jawab diri akan diberikan untuk saling berbagi dan menguatkan. Allah sudah mencatatnya. Usaha manusialah yang akan semakin memperindah saat-saat dimana Allah mempertemukan dua insan yang ‘terpisah’ bertahun-tahun. Layaknya puasa seorang insan, jadwal berbuka sudah pasti, tatkala adzan magrib sudah berkumandang. Allah akan melihat dan menilai amalan apa saja yang sudah ia lakukan selama masa menunggu berbuka itu. Apakah amalan yang akan menambah pahala puasa, atau justru malah menguranginya?

Malam semakin larut, hujan mulai menderas,, dan mata mulai sayup-sayup menatap keyboard. Sepertinya saya tak bisa berpanjang kata melanjutkan tulisan ini, meski masih terpotong, namun satu pesan singkat yang ingin saya sampaikan adalah… lagi-lagi…. dan SELALU… skenario ALLAH begitu S.E.M.P.U.R.N.A..

Pesanggrahan, Jaksel 20 Maret 2013

Iklan

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: