Puzzle #0


Teringat beberapa bulan lalu masih menggeluti aktivitas sebagai mahasiswa. November-Desember-Januari-Februari… 4 bulan terakhir dimana saya masih menjalani aktivitas sebagai mahasiswa meskipun statusnya bukan lagi mahasiswa aktif. Rapat hampir tiap hari, dengan agenda dan tempat yang berbeda-beda. Bolak-balik kampus, menghadiri undangan baik sebagai perwakilan lembaga maupun sebagai pembicara. Diskusi -atau lebih tepatnya menerima curhatan dari beberapa adek angkatan- hehe. Kunjungan dosen (MIPA, Peternakan, Teknik, Hukum, Pertanian). Dan sampai pada agenda-agenda perpisahan beberapa lembaga yang pernah mampir ke hati saya.

Kalau bisa dibilang 4 bulan itulah, masa-masa paling berkesan, sekaligus susah untuh dilupakan. Saat-saat terakhir dimana saya harus meninggalkan jogja. Tempat dimana hampir 4,5 tahun menjadi daerah perantauan saya. Tempat dimana banyak hal yang berubah drastis, baik dalam pola pikir maupun perilaku. Tempat dimana saya menyusun rangkaian puzzle-puzzle akademik dan dakwah. Tempat dimana idealisme itu benar-benar bisa diperjuangkan dan dipertahankan. Disinilah tempat yang menjadi saksi, bahwa hijrah adalah salah satu cara untuk memperbaiki diri. Mengubah kebiasaan-kebiasaan lama menjadi aktifitas baru yang lebih produktif serta menjadikan setiap aktifitas itu memiliki nilai lebih dari sekedar rutinitas.

Teman-teman juga pasti akan merasakan nanti bahwa kerinduan dan rasa cinta itu akan semakin nyata kala kita sudah tak lagi bersamanya. Saya rindu jogja, saya cinta ugm dengan segala suka dukanya. Saya cinta kalian yang telah menjadi partner perbaikan diri. Mengubah sesorang yang dulu bukan siapa-siapa… dan sekarang (sebenarnya masih bukan siapa2 juga :D)… tapi saya bersyukur bahwa kehidupan dijogja telah menghentakkan sebagian ‘syaraf-syaraf tidur’ saya.

Hidup 6 bulan di kos, 6 bulan di masjid, 2 tahun di asrama, 2 bulan di tempat KKN, dan 1,5 tahun di kontrakan menjadi pelengkap keseluruhan aktifitas selama di kampus. Dan Allah memberikan kesempatan bagi saya untuk merasakan perbedaan di tempat-tempat tersebut. Men-tarbiyah diri dengan menempatkan saya pada ruang dan waktu yang berbeda.

Lingkaran Cinta… Puzzle pertama yang akan menjadi pembuka penyusunan bingkai kehidupan ini.

Tag:,

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: