Puzzle #1: Lingkaran Cinta


LA17… begitu kami menamainya. Sebuah lingkaran kecil yang sudah dirangkai sejak hari-hari pertama masuk kuliah. Pertemuan yang tidak kami rencanakan, namun yang pasti Dia sudah merencanakannya begitu sempurna. Kalau boleh dibilang, lingkaran cinta kami merupakan lingkaran cinta terawet dan terlengkap yang ada di UGM. Sejak semester pertama hingga akhir-akhir masa kuliah kami tetap bersama. Disaat beberapa lingkaran cinta yang lain sudah mengalami perombakan dan penyusutan berkali-kali, namun kelompok kami tetap awet bahkan kemudian beranak pinak. Baru kemudian, menjelang tahun kelima satu-persatu dari mereka mundur teratur… Bukan mundur begitu saja, namun karena ada sebab-sebab tertentu yang mengharuskan mereka ‘mundur’. Karena sudah menikah dan pindah ke kota lain, karena sudah kerja, dan karena beberapa di antara kami sudah menyelesaikan tugas akademik sebagai mahasiswa.

2005 awal, tepatnya ketika memasuki semester kedua SMA, saya mulai berkenalan dengan lingkaran cinta pertama. Berawal dari diskusi biasa, perkenalan hingga keakraban menjadi penyelimut hubungan pertemanan kami, dan dari situlah kemudian lingkaran cinta itu terbentuk.

Lingkaran ini tak lama menghiasi perjalanan hidup, saya sudah harus pergi meninggalkan kota asal untuk merantau menimba ilmu di sekolah yang lain. Tidak jauh memang, namun karena kehidupan berasrama, tidak memungkinkan saya untuk menghadiri lingkaran pekanan yang sudah biasa kami lakukan.

Saya menyadari bahwa bukan seberapa lama kita melakukan proses pembinaan, namun seberapa efektif dan intens proses pembinaan itu kita jalani.

Selama di sekolah baru, tidak ada lingkaran cinta yang serupa memang, namun dari sanalah saya belajar bahwa meningkatkan daya imun itu lebih didahulukan daripada sekedar menjaga sterilitas.

Imunitas seorang kader akan menentukan seberapa kuat ia bisa menjalani beragam tantangan dalam hidupnya. Ketika imunitas rendah, maka ia akan sangat mudah terpengaruh dengan lingkungannya. Namun, bila seseorang sudah membangun imunitas dalam dirinya lalu kemudian dengan terus menjaga sterilitas, maka itu sebaik-baik proses penjagaan diri.

Selama di sekolah baru, memang saya tidak aktif dalam lingkaran cinta, namun justru lingkaran itu sudah terpatri dalam diri saya bahwa membangun lingkaran cinta dalam diri sendiri itu jauh lebih penting.

Dan, saat ini genap sudah 9 tahun saya mengenal lingkaran cinta. Sebuah kurun waktu yang sudah seharusnya saya menjadi lebih baik, namun saya menyadari bahwa masih ada beberapa hal yang menjadi PR terbesar saya untuk memperbaiki diri. Dan lingkaran cinta itulah yang senantiasa menjadi sumber inspirasi dan motivasi dikala ujian keistiqomahan datang bermunculan.

Menunggu lingkaran cinta baru, di tempat baru dengan seorang kawan baru……

Surabaya, 12 April 2013

Pukul 23.07 WIB

Tag:,

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

3 responses to “Puzzle #1: Lingkaran Cinta”

  1. tettyharahap says :

    Laskar Andromeda 17.. ahaha
    moga cepet adaptasi di lingkaran baru jup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: