Kita akan di uji pada titik terlemah kita….


Kita akan di uji pada titik terlemah kita…

Di setiap daya dan kekuatan manusia pasti ada celah yang bisa menembus titik terlemahnya.

Di setiap kelebihan dan keunggulan manusia akan akan sisi dimana titik-titik yang menjadi mangsa siap untuk menggerogoti kehebatannya.

Kita akan di uji pada titik terlemah kita…

Beda karakter, beda posisi, beda usia beda jabatan… namun semuanya pasti akan diuji.

Di uji pada titik terlemahnya.

Allah Maha Adil, semuanya akan diuji. Semuanya harus bisa melewati tahapan-tahapan yang sudah Dia rancang.

Di tiap-tingkatan dan tahapan berbeda kualifikasinya. Di tiap tingkatan dan tahapan itu pula berbeda tingkat ujian dan kerumitannya.

Seorang alim, jangan dikira tak pernah diuji. atau jangan mengira akan diuji dengan ujian yang selevel orang-orang pada umumnya. Mungkin dia sudah lolos pada tahap ujian kebanyakan orang, tapi ia akan terus menerus di uji sampai tingkatan tertinggi yang bisa ia capai.

Orang kaya berbeda ujiannya dengan yang papa. Mahasiswa berbeda ujiannya dengan mereka yang SD pun tak kelar lulusnya. Ustadz, guru, politisi, pebisnis punya jatah sendiri ujian yang harus ia hadapi. Di sinilah seninya hidup. Kita harus siap dengan diri kita. Kitapun harus tahu dimana titik terlemah kita. Jangan bangga tidak tergoda dengan harta, jangan bangga tidak tergoda dengan tahta, jangan bangga tidak tergoda dengan wanita. Selalu ada celah yang bisa menjerumuskan manusia untuk menjauh dariNya.

Kesabaran adalah kuncinya. Sabar untuk menahan diri dari maksiat. Sabar untuk tidak mudah tergoda oleh bujuk rayu setan. Sabar untuk terus menerus berada dalam ketaatan pada Allah hingga ajal menjemput.  “…Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Al Imran : 146)

“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk ke dalam surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam goncangan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang bersamanya : Bilakah datang pertolongan Allah? Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah amatlah dekat.” (QS. Al Baqarah : 214)

Bekasi, 29 Sya’ban 1434 H

00.05 WIB

Tag:

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: