Bakar #9: Ketika hanya menanti


Tempat persinggahan yang akan kita tempati ini mungkin tak lama lagi akan segera lenyap. Atau bahkan dalam kesegeraan itu nyawa-nyawa kita telah mendahului pergi menghadap Rabb nya. Tanpa kita sadari, sudah banyak waktu yang dihabiskan untuk sekedar mencari harta, untuk sekedar mencari kesenangan, untuk sekedar mencari kepuasan. Lalu dimana ketenangannya, dan… dimana pula letak keberkahannya.

Melewati dunia yang fana ini dengan hanya mengejar isi kenikmatannya, sama saja dengan kita menanti kematian tanpa mempersiapkan bekal. Ada yang harus dibawa. Ada yang harus dipersiapkan untuk menjadi teman saat kita pergi meninggalkan dunia ini.

Dunia adalah tempat persinggahan. Sebentar… dan hanya sebentar itulah kita diberi kesepatan untuk mencari bekal… sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya.

Ketika hidup ini hanya menanti ajal, apatah guna nafas yang sudah diberikanNya pada kita? Ada proses yang harus dijalankan selama masa penantian itu. Bukan malah justru terdiam membiarkan roda waktu berputar dan izrail sewaktu-waktu datang menyapa kita.

Lalu.. akankah kita biarkan diri ini hanya sekedar menanti? tanpa ada amal kebaikan yang mengirinya?

 

9 Ramadhan 1434 H

Serang, 00.50 WIB

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: