Pesan Cinta Katak Pada Rembulan


Dahulu kala, ada seekor katak yang senantiasa memandangi indahnya rembulan. Tiap malam, bahkan dalam rintik hujan pun, sang katak selalu setia menunggu kehadiran rembulan. Gelisah rasa sang katak ketika tak ditemuinya rembulan utuh, hanya sebagian bahkan sebagian kecil saja.

Tiap malam, mereka bercengkerama, hingga pada suatu ketika rembulan hadir mendekati sang katak. Ia yang dulu hanya ditatapnya dari kejauhan, hadir lebih dekat. Bahkan dekat sekali. Sang katak tak menduga sebelumnya. Rembulan terlihat begitu indah di dekatnya. Di atas kolam tempatnya biasa berenang.

Katak yang semula ada di pinggir kolam, mulai mendekati rembulan. Bergetarlah bulatan sempurnanya. Ia menjawab cinta sang katak? Ah, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Katak kemudian mendekat lagi, ia ingin menyentuh rembulan yang dicintainya. Getaranpun semakin hebat. Terjawabkah cintanya? Belum… Sampai suatu saat katak hendak melompat langsung ke tengah-tengah kolam untuk mendekati rembulan. Tanpa dinyana, hancurlah bentuk rembulan itu. Tak bulat utuh.

Katakpun menyesal, bahwa cintanya pada rembulan seharusnya hanya tersampaikan dari jauh saja. Semakin mendekat, ia justru semakin merusak sang rembulan.

Ya, cukup dari jauh saja…

Pesanggrahan-Jakarta, 6 Syawwal 1434 H

Tag:

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: