bersyukurlah


“kami tiap sore makan bersama, saya beli dua bungkus nasi uduk dan enam pecel lele. lalu diampar jadi satu. itu untuk anak-anak kami berdelapan. si Ibu biasanya malah hanya memakan sisa dari anak-anak.”

dalam hati saya bertanya, “Apakah cukup untuk dimakan berdelapan?” terus berfikir dan membayangkan. betapa selama ini masih ada orang yang jauh lebih tegar menghadapi kehidupan ini. mereka tak pernah mengeluh, bahkan mungkin tak sempat mengeluh.

“yang penting untuk diperhatikan dalam keluarga itu kasih sayang dan kebersamaan. jangan sampai kesibukan agenda sehari-hari kita mengalihkan perhatian pada keluarga. jadi, tiap sore itu selepas pulang ngajar saya beli makanan bungkus dan dibawa untuk anak-anak.” tuturnya lagi.

Ah, ternyata cukup atau tidak cukup makanan yang kita makan bukan dari banyak atau sedikitnya. Berkah dan kenikmatan itu ada pada terus bertambahnya nikmat dan kebahagiaan dalam keluarga. selama mereka makan makanan halal, insya Allah itu adalah investasi terbaik baginya kelak.

bagaimana dengan kita, kamu, dan aku? untuk apa saja uang yang dihabiskan tiap harinya???

~semoga Allah mengaruniakan rezeki yang tak membuat kita lupa dan berpaling darinya.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: