Konsisten


Memulai itu berat, namun konsisten itu jauh lebih berat.

Pekerjaan terberat bagi seorang pembelajar adalah konsisten. Seseorang diminta ikhlas, bisa. Dipaksa sabar, bisa. Tapi mereka mungkin tak akan bisa selamanya ikhlas. Mungkin mereka tak sanggup untuk bisa selamanya sabar. Karena pekerjaan terberat sesungguhnya bukan pada pekerjaan satu dua kali. Namun, pekerjaaan yang terus menerus dilakukan dengan konsisten.

Semua orang pasti bisa untuk belajar memulai menghafal al Qur’an setelah mendengar ceramah-ceramah motivasi atau membaca buku kiat-kiat menghafal qur’an. Namun, perjuangannya tak cukup sampai di tahap ini saja. Menjaga komitmen dan konsistensi hafalan itulah yang berat, bahkan lebih berat daripada sekedar memulainya. Satu dua pekan masih konsisten menyesuaikan jadwal hafalan, namun lama kelamaan jadwalnya berubah, berkurang sedikit demi sedikit bahkan tak ada jadwal menghafal sama sekali.

Pun, begitu juga dalam training-training motivasi, kita sering memiliki semangat untuk melakukan perbaikan-perbaikan diri. Namun, biasanya hanya satu dua hari, atau paling lama satu dua minggu. Setelah itu semangat hanya tinggal masa lalu.

Menjadi semangat dalam hal apapun bisa diusahakan dengan mencari sumber semangat itu sendiri. Namun, menjaga semangat dalam hal apapun tidak cukup hanya sampai di situ, diri kitalah penyemangat dan penjaga konsistensi itu.

Kotabaru, 23 Januari 2014

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: