Selamat Jalan Saudariku..


entah apa rasanya kondisi hati kala itu, di saat pertama kali mendengar kabar duka dari seorang teman sudah lebih dari satu tahun saya tak pernah mendengar kabarnya lagi. sore hari ketika mendengar kabar kepergiannya, ada penyesalan dalam hati, “kenapa saya tak pernah tau kondisinya selama ini?” , padahal waktu itu domisili saya masih di Bekasi, beliau sudah menjalani pengobatan di sana. menyesal karena tak sempat menjenguk karena tak pernah tahu kabar akan sakitnya… argh. saudara macam apa saya ini!. bahkan sakit temannya sendiri tak tahu…

beliau adalah salah seorang teman terbaik sewaktu menjadi tim PMB UGM. beliaulah yang menjadi ‘otaknya’ penyambutan mahasiswa baru angkatan 2011, saat saya meninggalkan tim yang beranggotakan 5 orang itu, beliaulah yang menggantikan saya untuk mengkoordinir tim. beliau pula yang selalu menyemangati tim ini untuk bisa menyelesaikan program tepat waktu. beliau yang begitu gigih membuat proposal, mencari dana ke dosen-dosen, ke alumni. menyambut dengan penuh cinta kehadiran adik-adik baru. beliau yang aktif turun ke lapangan saat saya tinggal KKN, beliau yang menggantikan semuanya T.T… jika saja saya tahu bahwa pada saat itu ia sudah menderita sakit, saya pasti akan meminta bantuan teman2 lain untuk menggantikannya, kerena beban yang ia pikul sangat berat. sempat kala itu, di saat sibuk-sibuknya persiapan penyambutan mahasiswa baru ia berseloroh, “Jup, kami mau main ke tempat KKN antum ya.

Sedih bahkan sayapun tak kuasa menitikkan air mata, saat selang beberapa bulan ia bertanya, “Jup, bagaimana kelanjutan LPJ nya?” …dan sayapun menjawab “nanti dulu ya, saya masih menyelesaikan laporan KKN.” , hingga datang sms ke-2, “Jup, LPJ nya sudah jadi, nanti langsung kukirim ke atas.”

saya belum pernah bertemu tatap muka langsung dengannya, meski berada dalam satu amanah yang cukup singkat, namun kepergiannya mengehentakkan memori dakwah yang pernah sama-sama kami jalani. saat berita duka itu datang, saya pun langsung mencari tiket banjarmasin-jogja yang masih tersisa. namun hingga menjelang tengah malam, tak ada satupun satu tiket penerbangan yang tersisa. pasrah, berserah diri padanya, semoga esok pagi ada keajaiban. entah apa pula yang menggerakkan saya waktu itu ketika hari ahad pukul 3 pagi sudah terbangun dan harus memecah gulitanya jalan dari rumah ke bandara untuk mencari tiket, berharap masih ada sisa-sisa tiket yang dibatalkan oleh pemesannya. dan alhamdulillah, 30 menit sebelum boarding atau satu penumpang yang membatalkan perjalanannya ke jogja. Allahu Akbar, syukur yang tak terkira padaMu ya Rabb yang telah mengizinkanku untuk menjalankan kewajibanku sebagai saudaranya, mengantarkan jenazah seorang akhwat yang paling saya segani, Annisah Dini Juniarti.

Selamat jalan saudariku, Allah mencintaimu, dan kami semua juga mencintaimu. Terimakasih atas inspirasinya, atas pengorbananan dan bantuannya. Terimakasih pula sudah mengunjungi blog ini. Semoga kita dipertemukan kembali di surgaNya kelak.  Aamiin

Allahummaghfirlaha warhama wa’afiha wa’fu anha..

anissah dini

sebuah tulisan terakhir di blogmu:

Ingin pulang ke kampung halaman

Rinduku sudah tak terbendung

Ingin ku segera bersama ibu dan adik ku

Maafkan aku Bapak yang meninggalkan mu lebih dulu

Aku tetap ingin menjadi anak kalian di surga kelak

Ijinkan ku ya Allah

Ijinkan ku untuk segera bersama ibuku

Ijinkan ku untuk dapat masuk ke jannah-Mu

Tag:

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

2 responses to “Selamat Jalan Saudariku..”

  1. malaaa says :

    Ya Allah… Qabulkanlah doanya.. terima amal dan ibadahnya. aamiiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: