Menyiapkan ruang kecewa


Harapan dan keinginan itu berakhir pada dua ujung, kepuasan dan kekecewaan. Besarnya rasa kecewa biasanya berbanding lurus dengan seberapa besar harapan yang telah terpatri sebelumnya.

Jika pada akhirnya apa yang kita inginkan tak sesuai kenyataan, maka ada ruang di hati yang harus bersiap untuk kecewa. Setiap orang pasti pernah merasakannya.

Sebenarnya tidak masalah orang kecewa, selama itu hanya mampir sebentar. Karena ikhlas itu juga butuh proses kan? Tinggal bagaimana kita memiliki antisipasi atas harapan yang tak terwujudkan itu.

Jika ada harapan, pastikan ada ruang di hati yang siap menampung rasa kecewa. Agar tak terlalu sedih, agar tidak terlalu kaget dengan realita sebenarnya. Jangan sampai kita berhenti berharap hanya karena takut kecewa.

Yang di atas itu, konteksnya jika ada hubungannya dg manusia. Berharap si A demikian, si B berubah sikap, si C bisa ini itu.

Namun, Jika berharap pada Allah pasti tak akan kecewa, karena setiap takdir yg menyapa kita itu adalah kehendak  yg terbaik dariNya.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

7 responses to “Menyiapkan ruang kecewa”

  1. izzatyzone says :

    kalo dikecewain berkali kali gimana tuh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: