negeri (yang) sakit…


berharap ada yang berubah dari layar kaca. tapi sepertinya hanya mimpi belaka.
apalagi dalam satu dua bahkan tiga bulan berikutnya.

hanya ada topeng memenuhi pandangan mata. mengubah setiap lakon cerita menjadi manis adanya. sandiwara.

berjalan kesana-kemari mencari sensasi. untuk sebuah kasta tertinggi di negeri ini. sebuah kursi.

tempat paling nyaman untuk memperkaya diri. juga bagi mereka yang ada di belakangnya membuntuti. para pencuri.

kabarnya pemimpin negeri seberang sudah mulai berdatangan. berharap ia jadi, memang. menang dan meraup simpati dari banyak orang. entah untuk apakah ia punya kepentingan. persekongkolan?

si pemilik tivi pun mulai mendekat. menawarkan dirinya sebagai back-up. khawatir banyak serangan dan perangkap. diapun bersemangat. jangan sampai kesempatan ini lewat. menambah amunisi untuk semakin memikat. rakyat.

tak boleh ada yang menghina. haram baginya sebuah cela. hanya ada puja-puja. bahkan nasi pecelpun jadi sebuah cerita. headline terpampang menghiasi media. sorot kamera tak pernah luput darinya. citra.

lakonpun semakin menarik. berbagai intrik dikemas menarik. hingga semua mata tertuju padanya, melirik. berharap ialah satria piningit. duh, negeri ini sedang sakit.

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: