#01 Bermula dari niat


Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya amal perbuatan itu (dinilai) hanya berdasarkan niatnya (innamal a’malu binniyyati) –di dalam riwayat lain: berdasarkan niat-niatnya– dan sesungguhnya setiap orang hanya memperoleh apa yang ia niatkan; barangsiapa yang hijrahnya (diniatkan) kepada Allah dan Rasul-Nya maka (nilai) hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya (diniatkan) kepada dunia yang ingin diraihnya atau perempuan yang ingin dinikahinya maka (nilai) hijrahnya adalah kepada apa yang menjadi tujuan hijrahnya itu.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Turmudzi dan An-Nasa’i, shahih).

 

salahsatu yang membedakan antara rutinitas biasa dengan aktivitas bernilai ibadah adalah niat. dua orang yang berangkat ke kampus untuk menuntut ilmu akan berbeda nilai ibadahnya jika yang satu hanya menjalaninya sebagai rutinitas harian sebagai mahasiswa sedangkan yang kedua benar-benar mencari keberkahan dari ilmu yang sedang dipelajarinya. dua orang yang berusaha mencari nafkah akan berbeda nilainya jika yang satu niatnya mengumpulkan uang agar keluarganya bahagia, hidup mapan dan segala kebutuhannya terpenuhi, sedangkan yang satu lagi mencari nafkah agar harta yang diperolehnya membuat dia bisa semakin dekat dengan Tuhannya.

dua pasang orang yang sedang berencana untuk menikahpun juga sama. bila satu pasangan berniat ‘hanya’ untuk menggugurkan status kesendiriannya dan melanjutkan keturunan akan berbeda nilainya dengan pasangan yang menikah dengan niat untuk saling menguatkan kelebihan dan menambal kekurangan masing-masing agar bisa lebih mudah dan lebih berkah dalam upaya mendekat kepada Rabbnya.

Karena semua amal kita bermula dari niat, maka perbaikilah niat kita jika ada khilaf yang mengotorinya, luruskanlah niat kita jika dalam perjalanannya nanti mulai bengkok dari tujuan awalnya.

innamal a’malu binniyyati

 

PangkalanBun. 01.Ramadhan.1435H

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

One response to “#01 Bermula dari niat”

  1. NS Pertiwi says :

    Barangsiapa mengawini seorang wanita karena memandang kedudukannya maka Allah akan menambah baginya kerendahan, dan barangsiapa mengawini wanita karena memandang harta-bendanya maka Allah akan menambah baginya kemelaratan, dan barangsiapa mengawininya karena memandang keturunannya maka Allah akan menambah baginya kehinaan, tetapi barangsiapa mengawini seorang wanita karena bermaksud ingin meredam gejolak mata dan menjaga kesucian dirinya atau ingin mendekatkan ikatan kekeluargaan maka Allah akan memberkahinya bagi isterinya dan memberkahi isterinya baginya. (HR. Bukhari)

    #salahfokus #tungguundangansampaikemejaINL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: