Memaafkan Masa Lalu, Memaknai Hijrah Seutuhnya


reblog ya kak🙂

.kata.frasa.asa.

Beberapa waktu lalu seorang kawan lama menemui saya dan berkata, “Zulfah, ****** (menyebutkan nama seseorang, yang tak lain adalah mantan pacar saya. Astaghfirullaahal’azhiimAmpuni saya Yaa ALLAH..😥 )sekarang pacaran sama ***** yaa? (menyebutkan nama salah seorang teman yang juga saya kenal).”
Saat itu saya cuma tersenyum dan bilang, “Aduuuh.. nggak tau yaa. Hehee..”
Lalu dia tanya lagi, “Emang udah nggak pernah kontakan yaa sama kamu? Kamu nggak penasaran, gitu? Nggak pengen tau kabarnya dia sekarang?”
Lagi-lagi saya tersenyum dan cuma bisa menjawab dalam hati, “Ya kalaupun kontakan ya nggak ngomongin itu lah yaa.. Buat apa juga saya kepo-in hal-hal macem gitu?”

Itu bukan pertama kalinya saya ditanya tentang hal serupa. Mantan pacar yang punya pacar lagi?
Saya bukan sama sekali tak peduli. Jujur, selalu ada kesedihan terselip di hati saya kalau dengar itu.
Bukan sedih karena patah hati sejadi-jadinya gara-gara dia udah bisa move on, trus punya…

Lihat pos aslinya 1.214 kata lagi

About jupri supriadi

unzhur maa qaalaa walaa tanzhur man qaalaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: